Kamis, 19 September 2019 | 01.04 WIB
KiniNEWS>Dunia>Finance>Ketegangan Malaysia-Singapura tak pengaruhi Batam

Ketegangan Malaysia-Singapura tak pengaruhi Batam

Selasa, 11 Desember 2018 - 22:27 WIB

IMG-4976

Perbatasan Singapura dan Malaysia.

JAKARTA, kini.co.id – SENGKETA antara Singapura dan Malaysia memunculkan ketegangan hubungan kedua negara. Malaysia menolak untuk mengembalikan status quo sebelum memperpanjang batas Pelabuhan Johor Bahru.

Kondisi ini sebenarnya tidak terlalu berpengaruh signifikan bagi Batam, karena sengketa perbatasan sudah terjadi beberapa kali sejak dulu.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Batam, Rafki Rasyid menuturkan sengketa perbatasan antara Malaysia dan Singapura sebenarnya sudah ada sejak lama. Dimulai sejak tahun 1979 sudah pernah terjadi sengketa yang mirip terkait pulau Karang Pedra Branca.

“Sengketa itu baru selesai tahun 2008 melalui sidang di Mahkamah Internasional,” ujar Rafki kepada Batamnews, Selasa (11/12/2018).

Kemudian 2003 saat masa kepemimpinan PM Mahathir juga terjadi sengketa terkait reklamasi yang dilakukan Malaysia di Johor. Sengketa ini bisa diselesaikan melalui Badan Arbitrase.

“Yang terbaru masih sengketa soal perbatasan yang pernah mencuat tahun 2003 yang lalu. Malaysia melakukan perluasan pelabuhan di Johor dan dibalas oleh Singapura,” kata dia.

Baca: Publik Singapura Cemas Eskalasi Konflik Teritorial Malaysia-Singapura

Menurutnya dampak ketegangan itu terhadap Batam tidak begitu signifikan. Karena sengketa ini sudah pernah terjadi dan tidak mempengaruhi Batam, juga termasuk dari sisi usaha, dengan catatan Indonesia tidak ikut dalam konflik perbatasan ini.

Selain itu penyelesaian sengketa Indonesia dengan Malaysia maupun Singapura juga harus diperjelas, terkait juga perbatasan.

“Mana batas teritorial yang bersinggungan harus diselesaikan secepatnya melalui perundingan sebelum jadi masalah di kemudian hari,” ucapnya.

Hal senada juga disampaikan ketua Kamar Dagang Industri (Kadin) Kota Batam, Jadi Rajagukguk. Karena sengketa ini tidak berkaitan dengan Indonesia khususnya Batam.

“Sebaliknya bisa menguntungkan Batam, khususnya terkait kunjungan dari Malaysia dan Singapura, tapi sejauh ini pengusaha di Batam belum ada keluhan,” ujar Jadi.

Editor: Emerson

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Unik - Senin, 28 Januari 2019 - 13:55 WIB

India larang SD main game PUBG

PARA pemain PlayerUnknowns BattleGrounds (PUBG) Mobile di India harus menahan diri. Bagi kalangan sekolah dasar (SD), game ini resmi dilarang, ...
Peristiwa - Senin, 21 Januari 2019 - 11:00 WIB

Pintu Membeku, 250 Penumpang United Airlines Terdampar Selama 16 Jam

250 Penumpang United Airlines terdampar selama 16 jam di landasan salah satu bandara yang ada di Kanada. Ini lantaran pintu ...
Peristiwa - Jumat, 18 Januari 2019 - 10:42 WIB

Nelayan Indonesia bersumpah mengetahui lokasi jatuhnya MH370

SEORANG nelayan asal Indonesia bernama Rusli Khusmin secara mendadak mengungkap tragedi hilangnya pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 di Subang Jaya, ...
Peristiwa - Jumat, 18 Januari 2019 - 09:45 WIB

Pangeran Philip, suami Ratu Elizabeth, kecelakaan lalu lintas

SUAMI Ratu Inggris Elizabeth II, Pangeran Philip dikabarkan mengalami kecelakaan lalu lintas di sebuah kawasan, 160 kilometer sebelah utara ...
Peristiwa - Jumat, 18 Januari 2019 - 09:28 WIB

Ustadz Arifin Ilham membaik, segera keluar rumah sakit

USTADZ Arifin Ilham yang dirawat Rumah Sakit Gleneagles, Penang, Malaysia, dalam dua pekan terakhir, dikabarkan semakin membaik. Pihak rumah sakit ...
Peristiwa - Kamis, 17 Januari 2019 - 15:32 WIB

Fakta mengerikan: Ada website jual beli daging manusia

DUNIA maya ternyata pernah menjadi rumah untuk praktik kanibalisme. Di dunia mayalah terdapat situs dan forum yang secara ternag-terangan membahas ...