Selasa, 25 Juni 2019 | 11.16 WIB
KiniNEWS>Dunia>Global>Disindir Trump, Raja Salman Tetap Senang Kerjasama dengan AS

Disindir Trump, Raja Salman Tetap Senang Kerjasama dengan AS

Sabtu, 6 Oktober 2018 - 12:50 WIB

kini.co.id – Presiden AS, Donald Trump menunjukkan kekuatannya dengan menohok negara-negara Islam yang ada si bawah perlindungannya. Seperti diketahui, AS saat ini memiliki kekuatan militer yang dahsyat. AS juga bekerjasama dengan negara lain dalam hal militer.

Baru-baru ini, ia mengeluarkan pernyataan yang menohok kepada Arab Saudi.

“Kami melindungi Arab Saudi. Kalian bisa katakan bahwa mereka kaya. Saya menyukai sang Raja, Raja Salman. Namun saya katakan, ‘Raja, kami melindungi Anda semua – Anda mungkin tidak akan sanggup bertahan selama dua pekan tanpa kami – Anda harus menanggung sendiri militer Anda,” ujar Trump di hadapan media massa di Southaven.

Kata-kata tersebut sempat dianggap kritikan sekaligus sindiran kepada negara islam terkaya tersebut.

Namun begitu, putra mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman memuji hubungan Kerajaan dengan pemerintahan Amerika Serikat (AS).

“Saya suka bekerja sama dengan dia (Trump),” ujar Raja Salman seperti dikutip Bloomberg, Sabtu (6/10).

Menurut dia, dirinya dan Trump telah mencapai berbagai kesepakatan di Timur Tengah, terutama melawan ekstremisme, ideologi ekstrimis, terorisme dan Daesh (akronim bahasa Arab untuk Negara Islam di Irak dan Levant.

Dan, bagi Raja Salman perselisihan merupakan hal yang normal bagi mitra negara.

“Jadi Anda tidak bisa memiliki 100 persen teman yang mengatakan hal-hal baik soal Anda, bahkan di keluarga Anda. Anda bisa salah paham,” ungkapnya.

Trump memang bukan hanya sekali mengeluarkan pernyataan yang tidak diplomatis seperti itu.

Pada awal 2015, Trump pernah pula mengatakan, Saudi harus membayar lebih jika menginginkan perlindungan AS.

Kritik Trump tidak terbatas pada Arab Saudi saja. Dalam pidatonya di sidang Majelis Umum PBB pekan lalu, presiden AS itu dalam nada yang sama memperingatkan negara-negara lain meski tidak disebutkan namanya, untuk mengambil keuntungan dari Amerika Serikat.

Selain itu, ia juga mengecam mitra Washington NATO pada pertemuan puncak Mei di Brussels. Dia menyesalkan bahwa 23 dari 28 negara anggota masih tidak membayar apa yang seharusnya mereka bayar dan apa yang seharusnya mereka bayarkan untuk pertahanan mereka.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Unik - Senin, 28 Januari 2019 - 13:55 WIB

India larang SD main game PUBG

PARA pemain PlayerUnknowns BattleGrounds (PUBG) Mobile di India harus menahan diri. Bagi kalangan sekolah dasar (SD), game ini resmi dilarang, ...
Peristiwa - Senin, 21 Januari 2019 - 11:00 WIB

Pintu Membeku, 250 Penumpang United Airlines Terdampar Selama 16 Jam

250 Penumpang United Airlines terdampar selama 16 jam di landasan salah satu bandara yang ada di Kanada. Ini lantaran pintu ...
Peristiwa - Jumat, 18 Januari 2019 - 10:42 WIB

Nelayan Indonesia bersumpah mengetahui lokasi jatuhnya MH370

SEORANG nelayan asal Indonesia bernama Rusli Khusmin secara mendadak mengungkap tragedi hilangnya pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 di Subang Jaya, ...
Peristiwa - Jumat, 18 Januari 2019 - 09:45 WIB

Pangeran Philip, suami Ratu Elizabeth, kecelakaan lalu lintas

SUAMI Ratu Inggris Elizabeth II, Pangeran Philip dikabarkan mengalami kecelakaan lalu lintas di sebuah kawasan, 160 kilometer sebelah utara ...
Peristiwa - Jumat, 18 Januari 2019 - 09:28 WIB

Ustadz Arifin Ilham membaik, segera keluar rumah sakit

USTADZ Arifin Ilham yang dirawat Rumah Sakit Gleneagles, Penang, Malaysia, dalam dua pekan terakhir, dikabarkan semakin membaik. Pihak rumah sakit ...
Peristiwa - Kamis, 17 Januari 2019 - 15:32 WIB

Fakta mengerikan: Ada website jual beli daging manusia

DUNIA maya ternyata pernah menjadi rumah untuk praktik kanibalisme. Di dunia mayalah terdapat situs dan forum yang secara ternag-terangan membahas ...