Kamis, 17 Januari 2019 | 01.34 WIB
KiniNEWS>Dunia>Global>Sebut ISIS Tumbang, Trump Akan Tarik Tentaranya dari Suriah

Sebut ISIS Tumbang, Trump Akan Tarik Tentaranya dari Suriah

Reporter : Riki AB. | Kamis, 20 Desember 2018 - 11:28 WIB

IMG-5001

Tentara AS. (Ist)

Washington, kini.co.id

Selama konflik dengan ISIS masih berlangsung, tentara Amerika disiagakan di Suriah bertahun-tahun lamanya.

Kini, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan akan menarik sebanyak 2.000 tentaranya dari Suriah. Hal ini karena AS menganggap ISIS telah tumbang, sehingga tidak ada lagi alasan tentaranya harus tinggal di daerah konflik tersebut.

Demikian dikutip dari VOA Indonesia, Kamis (20/12/2018).

Menurut seorang pejabat AS, Trump mengatakan, pasukan Amerika tidak lagi diperlukan di negara yang hancur karena dikoyak perang saudara yang telah berlangsung bertahun-tahun.

Menurutnya, sejak ia masih menjadi calon presiden, dirinya berjanji akan menarik semua pasukan Amerika dari Timur Tengah, tapi para pejabat pertahanan Amerika mengatakan masih ada kantong-kantong yang dikuasai oleh ISIS di Suriah.

Dan saat ini, menurut Trump, kelompok ekstremis telah berhasil ditumpas sehingga sudah saatnya menarik pulang tentara mereka.

“Kita telah mengalahkan ISIS di Suriah. Ini adalah satu-satunya alasan saya mempertahankan pasukan Amerika di sana dalam masa jabatan saya,” demikian bunyi cuitan Trump di akun Twitternya.

Pesan Twitter itu menyusul sejumlah laporan media yang mengatakan bahwa Amerika sedang bersiap untuk menarik pasukannya dari Suriah.

Namun demikian, laporan tentang penarikan pasukan itu segera mendapat kecaman dari Kongres Amerika.

“Penarikan pasukan dengan cepat dan adalah suatu kesalahan besar dan akan menimbulkan dampak luas, selain dari usaha melawan ISIS,” ujar Senator Partai Republik, Marco Rubio,

Juru bicara Pentagon, Kolonel Rob Manning mengatakan, pihaknya masih melanjutkan misi yang belum tuntas. “Sampai saat ini kami masih akan melanjutkan tugas-tugas kami bersama para mitra kami di kawasan itu,” singkat Manning.

Pasukan Amerika pertama kali meluncurkan serangan udara atas pejuang ISIS di Suriah tahun 2014, dan setelah itu mengadakan kerjasama dengan pasukan Suriah untuk melawan ISIS. Pentagon mengatakan, kini ISIS hanya menguasai satu persen dari seluruh kawasan yang pernah mereka kuasai.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Peristiwa - Jumat, 11 Januari 2019 - 13:43 WIB

Meninggalkan Dunia Entertain, Kini Meghan Markle Siap Kembali Berakting

Menjadi istri pangeran kerajaan membuat Meghan Markle berkomitmen melepaskan segala keartisannya termasuk berhenti syuting dan menghapus Instagram miliknya.Hal itu karena ...
Politik - Kamis, 10 Januari 2019 - 15:00 WIB

Tiga WN Malaysia ditangkap karena hina mantan Raja

DUA laki-laki dan seorang perempuan ditangkap otoritas Malaysia dengan dugaan menghina mantan Raja Malaysia, Sultan Muhammad V dari Kelantan, sehubungan ...
Global - Selasa, 8 Januari 2019 - 10:14 WIB

Trump Tarik Pasukan, Erdogan Sebut Turki Akan Gantikan AS di Suriah

Presiden AS, Donald Trump berencana menarik pasukannya dari Suriah. Hal itu dilakukan karena AS mengklaim, ISIS telah dimusnahkan, sehingga AS ...
Peristiwa - Selasa, 8 Januari 2019 - 10:00 WIB

Nasib Gembong Pornografi Anak, Tewas Dikeroyok Napi dalam Penjara

Seorang gembong pornografi anak, Christian Maire menjadi narapidana didi Lembaga Permasyarakatan Milan di Michigan.Belum lama ini ia dikabarkan tewas dikeroyok ...
Politik - Senin, 7 Januari 2019 - 20:25 WIB

Khawatir dibunuh, perempuan Saudi mengurung diri di Thailand

SEORANG perempuan asal Arab Saudi, Rahaf Mohammed al-Qunun, ditahan di Thailand ketika berencana lari ke Australia untuk meminta suaka. Dia ...
Peristiwa - Senin, 7 Januari 2019 - 10:56 WIB

Sebelum Mundur, Raja Malaysia Nikahi Mantan Miss Moscow

Muhammad Sultan V mendadak menanggalkan jabatannya sebagai Raja Malaysia. Ini merupakan yang pertama kali dalam sejarah. Sebab, sebelumnya tidak ada ...