Kamis, 17 Januari 2019 | 02.21 WIB
KiniNEWS>Dunia>Peristiwa>Ilmuwan Inggris: Tsunami Palu bukan akibat saluran bawah laut

Ilmuwan Inggris: Tsunami Palu bukan akibat saluran bawah laut

Selasa, 18 Desember 2018 - 16:22 WIB

IMG-4998

Perkiraan lokasi terjadinya longsor bawah laut penyebab tsunami Palu, Sulawesi.

JAKARTA, kini.co.id – STUDI anyar dari Universitas Brunnel London, Inggris, menunjukkan tsunami setelah gempa bumi di Palu, Sulawesi, kemungkinan terjadi akibat adanya longsor bawah laut yang cukup besar. Studi ini dipublikasikan di jurnal Pure and Applied Geophysics.

Studi ini membantah hipotesa sebelumnya yang menyebut kalau penyebab tsunami akibat adanya saluran air di bawah laut Palu yang menyebabkan air naik ke atas teluk atau osilasi teluk.

“Analisis kami sepenuhnya mengesampingkan spekulasi itu,” kata Mohammad Heidarzadeh, Asisten Profesor Teknik Sipil di Brunel yang memimpin studi ini, seperti tertulis pada situs Universitas Brunnel London. “Kami membuktikan bahwa osilasi teluk tidak dapat membuat ombak setinggi 11 meter.”

Ilmuwan Inggris Bantah Tsunami Palu Akibat Saluran Bawah LautPerkiraan lokasi terjadinya longsor bawah laut penyebab tsunami Palu, Sulawesi (brunel.ac.uk)

Analisis permukaan laut menunjukkan bahwa tsunami Sulawesi memiliki periode gelombang yang pendek. Ini sejalan dengan gelombang yang dihasilkan oleh longsoran. Tsunami akibat longsoran biasnya memiliki periode antara 3 sampai 4 menit. Sementara tsunami akibat gempa memiliki periode gelombang antara 15 hingga 60 menit.

Selain itu, studi ini juga menemukan bahwa gelombang terbesar tsunami terkonsentrasi di sebagian kecil pesisir. Ini konsisten dengan ciri-ciri tsunami akibat longsor.

Sebelumnya, sejumlah ahli memperkirakan tsunami yang terjadi di Palu kemungkinan terjadi karena 3 hal; adanya saluran bawah laut, adanya gelombang yang pecah dekat pantai sehingga menimbulkan tsunami, dan longsor bawah laut. Hal ini diungkap oleh peneliti di Fakultas Sains dan Teknik Curtin di Universitas Bentley, di Australia Barat.

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pun sebelumnya menduga kalau tsunami di Palu bisa jadi dipicu oleh dua faktor, akibat morfologi teluk Palu yang memperbesar gelombang tsunami atau akibat longsor tebing laut. Penelitian Inggris ini menegaskan bahwa penyebab gempa adalah akibat longsor bawah laut.

“Analisis kami berdasarkan data permukaan laut dari gelombang sebenarnya yang dihasilkan oleh tsunami Sulawesi, analisis pecahan dan deformasi dasar laut akibat gempa, dan simulasi komputer dari rambatan tsunami,” jelas Dr. Heidarzadeh.

Para ilmuwan kebingungan dengan teka-teki tsunami yang menimpa Palu-Donggala. Pasalnya, gempa dengan magnitude 7,5 SR dianggap kurang kuat untuk menimbulkan kerusakan separah itu. Gempa ini bahkan tak cukup besar untuk menyalakan peringatan dini tsunami milik pemerintah.

Peneliti LIPI sendiri tak menyangka gempa tersebut bisa berdampak tsunami setinggi 3 meter. Sebab gempa dengan sesar mendatar tidak efektif mengakibatkan tsunami. Tercatat gempa sesar mendatar di Wharton, Penssylvania, AS, hanya menghasilkan tsunami 30 cm.

“Kejadian ini sangat membingungkan karena dua hal,” tutur Heidarzadeh. “Pertama, besar gempa berkekuatan sedang. Biasanya butuh gempa dengan kekuatan 8,4 atau 8,5 untuk memicu tsunami besar dengan tinggi hingga 11 meter. Kedua, mekanisme guncangan gempa bersifat luncuran horizontal (strike-slip) yang tiba-tiba.

“Ini membingungkan karena kami memperkirakan gelombang laut hanya 1 atau 2 meter dari gempa di Sulawesi.”

Editor: Emerson

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Peristiwa - Jumat, 11 Januari 2019 - 13:43 WIB

Meninggalkan Dunia Entertain, Kini Meghan Markle Siap Kembali Berakting

Menjadi istri pangeran kerajaan membuat Meghan Markle berkomitmen melepaskan segala keartisannya termasuk berhenti syuting dan menghapus Instagram miliknya.Hal itu karena ...
Politik - Kamis, 10 Januari 2019 - 15:00 WIB

Tiga WN Malaysia ditangkap karena hina mantan Raja

DUA laki-laki dan seorang perempuan ditangkap otoritas Malaysia dengan dugaan menghina mantan Raja Malaysia, Sultan Muhammad V dari Kelantan, sehubungan ...
Global - Selasa, 8 Januari 2019 - 10:14 WIB

Trump Tarik Pasukan, Erdogan Sebut Turki Akan Gantikan AS di Suriah

Presiden AS, Donald Trump berencana menarik pasukannya dari Suriah. Hal itu dilakukan karena AS mengklaim, ISIS telah dimusnahkan, sehingga AS ...
Peristiwa - Selasa, 8 Januari 2019 - 10:00 WIB

Nasib Gembong Pornografi Anak, Tewas Dikeroyok Napi dalam Penjara

Seorang gembong pornografi anak, Christian Maire menjadi narapidana didi Lembaga Permasyarakatan Milan di Michigan.Belum lama ini ia dikabarkan tewas dikeroyok ...
Politik - Senin, 7 Januari 2019 - 20:25 WIB

Khawatir dibunuh, perempuan Saudi mengurung diri di Thailand

SEORANG perempuan asal Arab Saudi, Rahaf Mohammed al-Qunun, ditahan di Thailand ketika berencana lari ke Australia untuk meminta suaka. Dia ...
Peristiwa - Senin, 7 Januari 2019 - 10:56 WIB

Sebelum Mundur, Raja Malaysia Nikahi Mantan Miss Moscow

Muhammad Sultan V mendadak menanggalkan jabatannya sebagai Raja Malaysia. Ini merupakan yang pertama kali dalam sejarah. Sebab, sebelumnya tidak ada ...