Kamis, 17 Januari 2019 | 02.17 WIB
KiniNEWS>Dunia>Finance>Ketegangan Malaysia-Singapura tak pengaruhi Batam

Ketegangan Malaysia-Singapura tak pengaruhi Batam

Selasa, 11 Desember 2018 - 22:27 WIB

IMG-4976

Perbatasan Singapura dan Malaysia.

JAKARTA, kini.co.id – SENGKETA antara Singapura dan Malaysia memunculkan ketegangan hubungan kedua negara. Malaysia menolak untuk mengembalikan status quo sebelum memperpanjang batas Pelabuhan Johor Bahru.

Kondisi ini sebenarnya tidak terlalu berpengaruh signifikan bagi Batam, karena sengketa perbatasan sudah terjadi beberapa kali sejak dulu.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Batam, Rafki Rasyid menuturkan sengketa perbatasan antara Malaysia dan Singapura sebenarnya sudah ada sejak lama. Dimulai sejak tahun 1979 sudah pernah terjadi sengketa yang mirip terkait pulau Karang Pedra Branca.

“Sengketa itu baru selesai tahun 2008 melalui sidang di Mahkamah Internasional,” ujar Rafki kepada Batamnews, Selasa (11/12/2018).

Kemudian 2003 saat masa kepemimpinan PM Mahathir juga terjadi sengketa terkait reklamasi yang dilakukan Malaysia di Johor. Sengketa ini bisa diselesaikan melalui Badan Arbitrase.

“Yang terbaru masih sengketa soal perbatasan yang pernah mencuat tahun 2003 yang lalu. Malaysia melakukan perluasan pelabuhan di Johor dan dibalas oleh Singapura,” kata dia.

Baca: Publik Singapura Cemas Eskalasi Konflik Teritorial Malaysia-Singapura

Menurutnya dampak ketegangan itu terhadap Batam tidak begitu signifikan. Karena sengketa ini sudah pernah terjadi dan tidak mempengaruhi Batam, juga termasuk dari sisi usaha, dengan catatan Indonesia tidak ikut dalam konflik perbatasan ini.

Selain itu penyelesaian sengketa Indonesia dengan Malaysia maupun Singapura juga harus diperjelas, terkait juga perbatasan.

“Mana batas teritorial yang bersinggungan harus diselesaikan secepatnya melalui perundingan sebelum jadi masalah di kemudian hari,” ucapnya.

Hal senada juga disampaikan ketua Kamar Dagang Industri (Kadin) Kota Batam, Jadi Rajagukguk. Karena sengketa ini tidak berkaitan dengan Indonesia khususnya Batam.

“Sebaliknya bisa menguntungkan Batam, khususnya terkait kunjungan dari Malaysia dan Singapura, tapi sejauh ini pengusaha di Batam belum ada keluhan,” ujar Jadi.

Editor: Emerson

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Peristiwa - Jumat, 11 Januari 2019 - 13:43 WIB

Meninggalkan Dunia Entertain, Kini Meghan Markle Siap Kembali Berakting

Menjadi istri pangeran kerajaan membuat Meghan Markle berkomitmen melepaskan segala keartisannya termasuk berhenti syuting dan menghapus Instagram miliknya.Hal itu karena ...
Politik - Kamis, 10 Januari 2019 - 15:00 WIB

Tiga WN Malaysia ditangkap karena hina mantan Raja

DUA laki-laki dan seorang perempuan ditangkap otoritas Malaysia dengan dugaan menghina mantan Raja Malaysia, Sultan Muhammad V dari Kelantan, sehubungan ...
Global - Selasa, 8 Januari 2019 - 10:14 WIB

Trump Tarik Pasukan, Erdogan Sebut Turki Akan Gantikan AS di Suriah

Presiden AS, Donald Trump berencana menarik pasukannya dari Suriah. Hal itu dilakukan karena AS mengklaim, ISIS telah dimusnahkan, sehingga AS ...
Peristiwa - Selasa, 8 Januari 2019 - 10:00 WIB

Nasib Gembong Pornografi Anak, Tewas Dikeroyok Napi dalam Penjara

Seorang gembong pornografi anak, Christian Maire menjadi narapidana didi Lembaga Permasyarakatan Milan di Michigan.Belum lama ini ia dikabarkan tewas dikeroyok ...
Politik - Senin, 7 Januari 2019 - 20:25 WIB

Khawatir dibunuh, perempuan Saudi mengurung diri di Thailand

SEORANG perempuan asal Arab Saudi, Rahaf Mohammed al-Qunun, ditahan di Thailand ketika berencana lari ke Australia untuk meminta suaka. Dia ...
Peristiwa - Senin, 7 Januari 2019 - 10:56 WIB

Sebelum Mundur, Raja Malaysia Nikahi Mantan Miss Moscow

Muhammad Sultan V mendadak menanggalkan jabatannya sebagai Raja Malaysia. Ini merupakan yang pertama kali dalam sejarah. Sebab, sebelumnya tidak ada ...