Senin, 10 Desember 2018 | 19.58 WIB
KiniNEWS>Dunia>Politik>Memilukan! Akibat perang, 85 ribu anak mati kelaparan di Yaman

Memilukan! Akibat perang, 85 ribu anak mati kelaparan di Yaman

Kamis, 22 November 2018 - 15:08 WIB

IMG-4932

Puluhan ribu anak mati kelaparan di Yaman akibat perang.

JAKARTA, kini.co.id – SANGAT Memilukan! Sebanyak 85 ribu anak-anak di bawah usia 5 tahun meninggal akibat kelaparan atau penyakit sejak perang melanda Yaman pada tahun 2015.

Organisasi kemanusiaan Save the Children menyampaikan angka tersebut berdasarkan data yang dikumpulkan badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Sebelumnya PBB telah mengingatkan bahwa hingga 14 juta warga berada di ambang kelaparan di Yaman, yang tengah dilanda peperangan antara pasukan Yaman yang dibantu Arab Saudi dengan para pemberontak Houthi yang bersekutu dengan Iran.

“Untuk setiap anak yang tewas akibat bom dan peluru, banyak anak mati kelaparan dan itu sepenuhnya bisa dicegah,” ujar Tamer Kirolos, direktur Save the Children’s negara Yaman seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (22/11/2018).

“Anak-anak yang meninggal dengan cara ini sangat menderita karena fungsi organ-organ vital mereka menurun dan akhirnya berhenti,” imbuhnya.

“Sistem kekebalan tubuh mereka begitu lemah sehingga mereka rentan infeksi, dengan sebagian bahkan terlalu lemah untuk menangis. Para orangtua harus menyaksikan anak-anak mereka tak tertolong, tidak dapat berbuat apa-apa,” imbuhnya.

Pelabuhan Hodeida, titik masuk bagi sekitar 80 persen impor pangan dan bantuan ke Yaman, sejak tahun lalu telah berada di bawah blokade koalisi Arab Saudi yang mendukung pemerintah Yaman dalam memerangi pemberontak Houthi. Langkah ini sangat memperlambat pengiriman barang-barang bantuan.

Belum lagi dilaporkan bahwa serangan-serangan udara meningkat drastis di kota Hodeida yang menjadi medan tempur.

“Dalam beberapa pekan terakhir, ada ratusan serangan udara di Hodeida dan sekitarnya, yang membahayakan nyawa sekitar 150 ribu anak yang masih terjebak di kota tersebut. Save the Children menyerukan penghentian pertempuran dengan segera sehingga tak ada lagi nyawa-nyawa yang terenggut,” ujar Kirolos.

Kelompok pemberontak Houthi menduduki Sanaa, ibu kota Yaman pada akhir 2014. Mereka juga merebut kendali kota Hodeida dan pelabuhannya. Setahun kemudian pada 2015, Arab Saudi dan sekutu-sekutunya melakukan intervensi militer untuk memberikan dukungan bagi Presiden Yaman Abedrabbo Mansour Hadi dalam memerangi Houthi.

Konflik berkepanjangan di Yaman tersebut dilaporkan telah menewaskan sekitar 10 ribu orang. PBB bahkan menyebut krisis di Yaman sebagai krisis kemanusiaan terburuk di dunia. Lebih dari 22 juta orang — tiga perempat dari populasi Yaman — saat ini bergantung pada bantuan kemanusiaan untuk bertahan hidup.

Editor: Emerson

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Unik - Jumat, 7 Desember 2018 - 22:32 WIB

Remaja bisa dihukum mati di Sudan Selatan

PRAKTIK hukuman mati di Sudan Selatan ternyata juga diterapkan kepada remaja. Menurut lembaga pemantau hak asasi manusia Amnesty International, hukuman ...
Peristiwa - Kamis, 6 Desember 2018 - 16:27 WIB

Sampai hari ini sudah 11 mayat ditemukan di Selat Malaka

BANYAKNYA jenazah yang ditemukan di kawasan perairan Selat Malaka, hingga hari ini, Kamis (6/12/2018) sudah mencapai sebelas. “Mayat di (perairan) ...
Politik - Senin, 3 Desember 2018 - 21:47 WIB

PBNU desak Pemerintah RI pulangkan Dubes Saudi

PENGURUS Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memprotes keras tweet yang diduga milik Dubes Arab Saudi untuk Indonesia, Osama bin Mohammed Abdullah ...
Unik - Minggu, 2 Desember 2018 - 22:54 WIB

Jepang membagi-bagi rumah secara gratis

PEMERINTAH Jepang terpaksa membagi-bagi rumah secara gratis kepada warga akibat banyaknya rumah yang ditinggal kosong pemiliknya di negeri Sakura itu. ...
Finance - Kamis, 29 November 2018 - 16:37 WIB

Di China bisa kredit jaminannya foto dan video bugil

DALAM menggunakan fasilitas kredit, biasanya nasabah diminta untuk memberikan jaminan berupa surat berharga hingga jaminan dengan benda yang memiliki nilai ...
Unik - Kamis, 29 November 2018 - 16:06 WIB

Pemerintah Jepang cegah aksi bunuh diri di peron stasiun dengan cara ini

PEMERINTAH Jepang melakukan aksi pencegahan bunuh diri di peron stasiun kereta di sejumlah kota di negara tersebut. Pasalnya, negara itu ...