Kamis, 17 Januari 2019 | 02.25 WIB
KiniNEWS>Dunia>Global>Donald Trump Ancam Tembak Imigran Ilegal di Perbatasan Meksiko

Donald Trump Ancam Tembak Imigran Ilegal di Perbatasan Meksiko

Jumat, 2 November 2018 - 16:50 WIB

IMG-4889

kini.co.id – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengancam akan menembak para imigran asal Amerika Tengah yang kedapatan melempar batu ke arah tentara AS di perbatasan Meksiko saat berusaha menyeberang secara ilegal. Hal itu dikatakan Trump kepada para wartawan di Gedung Putih.

“Kami tidak akan tahan dengan itu. Mereka ingin melempar batu ke militer kami, militer kami berjuang kembali,” kata Trump seperti dilansir dari AFP pada Jumat, (2/11/2018).

“Saya mengatakan kepada mereka (tentara AS), balas batu itu dengan senapan. Ketika mereka melemparkan batu seperti yang mereka lakukan ke militer dan polisi Meksiko, saya katakan maka gunakanlah senapan,” sambungnya.

Menjelang pemilihan Kongres AS pada 6 November mendatang, Trump terus mengkampanyekan ide-idenya, terutama terkait kebijakan imigrasi.

Trump berulang kali mengatakan fokusnya saat ini adalah menekan gelombang ribuan imigran ilegal Meksiko dan dari beberapa negara Amerika Tengah lainnya, seperti Honduras. Para imigran tersebut sebagian besar ingin masuk ke AS demi melarikan diri dari kemiskinan dan tingkat kehidupan yang rendah di negara asal.

Trump mengatakan mulai saat ini AS akan menghentikan kebijakan yang mengizinkan warga asing mengklaim suaka politik di perbatasan, kecuali bagi mereka yang telah masuk dengan dokumen resmi.

Trump memaparkan para imigran ilegal yang ditangkap di perbatasan akan ditahan di tenda-tenda atau fasilitas lainnya sampai permintaan masuk mereka diterima otoritas AS. Jika ditolak, para imigran tersebut akan dideportasi.

Sejumlah pihak menganggap tindakan Trump tersebut ilegal karena melanggar undang-undang. Namun Trump berkeras kebijakannya itu sah. Bahkan ia mengatakan kebijakan tersebut akan diterapkan mulai minggu depan.

Dalam kesempataj tersebut, Trump menegaskan dirinya bukan seseorang yang anti-imigran, namun hanya ingin agar imigrasi dikendalikan sepenuhnya.

Berdasarkan data dari Pemerintah AS, pada 2018 ini sebanyak 400 ribu imigran asal Amerika Tengah berada di perbatasan untuk mencoba masuk ke Negeri Paman Sam. Foto Istimewa Tampilkan kutipan teks

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Peristiwa - Jumat, 11 Januari 2019 - 13:43 WIB

Meninggalkan Dunia Entertain, Kini Meghan Markle Siap Kembali Berakting

Menjadi istri pangeran kerajaan membuat Meghan Markle berkomitmen melepaskan segala keartisannya termasuk berhenti syuting dan menghapus Instagram miliknya.Hal itu karena ...
Politik - Kamis, 10 Januari 2019 - 15:00 WIB

Tiga WN Malaysia ditangkap karena hina mantan Raja

DUA laki-laki dan seorang perempuan ditangkap otoritas Malaysia dengan dugaan menghina mantan Raja Malaysia, Sultan Muhammad V dari Kelantan, sehubungan ...
Global - Selasa, 8 Januari 2019 - 10:14 WIB

Trump Tarik Pasukan, Erdogan Sebut Turki Akan Gantikan AS di Suriah

Presiden AS, Donald Trump berencana menarik pasukannya dari Suriah. Hal itu dilakukan karena AS mengklaim, ISIS telah dimusnahkan, sehingga AS ...
Peristiwa - Selasa, 8 Januari 2019 - 10:00 WIB

Nasib Gembong Pornografi Anak, Tewas Dikeroyok Napi dalam Penjara

Seorang gembong pornografi anak, Christian Maire menjadi narapidana didi Lembaga Permasyarakatan Milan di Michigan.Belum lama ini ia dikabarkan tewas dikeroyok ...
Politik - Senin, 7 Januari 2019 - 20:25 WIB

Khawatir dibunuh, perempuan Saudi mengurung diri di Thailand

SEORANG perempuan asal Arab Saudi, Rahaf Mohammed al-Qunun, ditahan di Thailand ketika berencana lari ke Australia untuk meminta suaka. Dia ...
Peristiwa - Senin, 7 Januari 2019 - 10:56 WIB

Sebelum Mundur, Raja Malaysia Nikahi Mantan Miss Moscow

Muhammad Sultan V mendadak menanggalkan jabatannya sebagai Raja Malaysia. Ini merupakan yang pertama kali dalam sejarah. Sebab, sebelumnya tidak ada ...