Selasa, 20 November 2018 | 19.13 WIB
KiniNEWS>Dunia>Politik>Bikin Petisi Ini, Menteri di Australia Malah Diancam Akan Diperkosa

Bikin Petisi Ini, Menteri di Australia Malah Diancam Akan Diperkosa

Reporter : M. Zaki | Selasa, 23 Oktober 2018 - 16:24 WIB

IMG-4876

Leeanne Enoch. (Ist)

Queensland, kini.co.id – Bukan hal yang aneh lagi jika di beberapa negara melegalkan kepemilikan senjata api. Hal itu dianggap sebagai perlindungan terhadap warga yang ingin membela diri ketika diserang orang lain.

Salahsatunya adalah Australia. Baru-baru ini yang menjadi sorotan adalah reklame promosi senjata di negara bagian Queensland. Reklame itu secara terang-terangan mempromosikan senjata api sebagai produk.

Reklame itu menampilkan sosok wanita yang mengenakan pakaian bertema Santa memegang pistol dengan slogan: “Santa tahu hadiah Natal yang Anda sangat inginkan”.

Menanggapi reklame itu, Menteri Lingkungan Hidup negara bagian Queensland, Australia, Leeanne Enoch mengecamnya dan membuat petisi di facebooknya agar reklame itu diturunkan.

Pasalnya, menurut mantan Menteri Usaha Kecil ini, hal itu tidak mencerminkan masyarakat yang kita inginkan, masyarakat yang bebas dari senjata.

“Reaksi pertama saya yaitu ketakutan,” katanya mengutip ABC, Selasa (23/10/2018).

Postingannya itu mendapatkan ribuan komentar di akun FB-nya.

Di antaranya ada yang menulis: “Semoga orang masuk ke rumahmu, memperkosa dan membunuhmu”, “Tembak saja si jalang ini”, serta “Ingat hal itu saat (kau) diperkosa”.

Enoch mengaku sempat memikirkan apakah dia benar-benar berada dalam bahaya.

Pasalnya, kata dia, mereka ini adalah pendukung penghapusan UU Senjata dan punya akses ke senjata.

Tapi ternyata postingan Enoch di medsos tersebut juga memicu kemarahan kelompok lobi industri senjata, Shooting Industry Foundation of Australia (SIFA). SIFA menuduh Henoch ingin menyingkirkan semua senjata dari masyarakat.

Parahnya, SIFA merasa dihianati oleh Enoch karena mereka pernah menyumbang dana kampanye “Flick em” dalam Pemilu di negara bagian itu akhir tahun lalu, dimana salahsatu tokohny adalah Enoch sendiri.

“Secara pribadi saya sangat sesalkan. Saya yakin perilaku semacam itu dikutuk oleh Industri Menembak Australia,” kata perwakilan SIFA.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Finance - Senin, 19 November 2018 - 16:27 WIB

Pertumbuhan kartu kredit kian lambat

ASOSIASI Kartu Kredit Indonesia (AKKI) memperkirakan volume dan nilai transaksi kartu kredit hingga akhir tahun ini hanya mampu tumbuh dikisaran ...
Peristiwa - Senin, 19 November 2018 - 14:14 WIB

El Chapo, sohib bos kartel narkoba Meksiko meninggal

REKAN gembong narkoba Meksiko, Joaquin 'El Chapo' Guzman, Hector Beltran Leyva dikabarkan meninggal. Menurut informasi, dia mengembuskan napas terakhir akibat ...
Peristiwa - Minggu, 18 November 2018 - 15:28 WIB

CIA sebut putra mahkota Saudi terlibat pembunuhan Khashoggi

BADAN Intelijen Pusat (CIA) Amerika Serikat (AS) menyimpulkan adanya keterlibatan Putra Mahkota Arab Saudi, Muhammad bin Salman, dalam kasus kematian ...
Global - Jumat, 16 November 2018 - 14:36 WIB

Jamal Khashoggi tewas disuntik sebelum dimutilasi

JAKSA Agung Arab Saudi Saud al-Mojeb menuturkan, dia menuntut hukuman mati bagi lima pelaku pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi. Dalam pernyataannya, ...
Peristiwa - Jumat, 16 November 2018 - 14:03 WIB

Keluarga korban Lion Air JT 610 gugat Boeing

SALAH satu keluarga korban jatuhnya Pesawat Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT 610 beberapa waktu lalu menggugat The Boeing ...
Politik - Jumat, 16 November 2018 - 13:49 WIB

Warga Israel desak Netanyahu mundur akibat tolak gencatan senjata

RATUSAN warga Israel menggelar unjuk rasa untuk mendesak pengunduran diri Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Desakan ini terkait kesepakatan gencatan senjata ...