Kamis, 17 Januari 2019 | 02.06 WIB
KiniNEWS>Dunia>Politik>Bikin Petisi Ini, Menteri di Australia Malah Diancam Akan Diperkosa

Bikin Petisi Ini, Menteri di Australia Malah Diancam Akan Diperkosa

Reporter : M. Zaki | Selasa, 23 Oktober 2018 - 16:24 WIB

IMG-4876

Leeanne Enoch. (Ist)

Queensland, kini.co.id – Bukan hal yang aneh lagi jika di beberapa negara melegalkan kepemilikan senjata api. Hal itu dianggap sebagai perlindungan terhadap warga yang ingin membela diri ketika diserang orang lain.

Salahsatunya adalah Australia. Baru-baru ini yang menjadi sorotan adalah reklame promosi senjata di negara bagian Queensland. Reklame itu secara terang-terangan mempromosikan senjata api sebagai produk.

Reklame itu menampilkan sosok wanita yang mengenakan pakaian bertema Santa memegang pistol dengan slogan: “Santa tahu hadiah Natal yang Anda sangat inginkan”.

Menanggapi reklame itu, Menteri Lingkungan Hidup negara bagian Queensland, Australia, Leeanne Enoch mengecamnya dan membuat petisi di facebooknya agar reklame itu diturunkan.

Pasalnya, menurut mantan Menteri Usaha Kecil ini, hal itu tidak mencerminkan masyarakat yang kita inginkan, masyarakat yang bebas dari senjata.

“Reaksi pertama saya yaitu ketakutan,” katanya mengutip ABC, Selasa (23/10/2018).

Postingannya itu mendapatkan ribuan komentar di akun FB-nya.

Di antaranya ada yang menulis: “Semoga orang masuk ke rumahmu, memperkosa dan membunuhmu”, “Tembak saja si jalang ini”, serta “Ingat hal itu saat (kau) diperkosa”.

Enoch mengaku sempat memikirkan apakah dia benar-benar berada dalam bahaya.

Pasalnya, kata dia, mereka ini adalah pendukung penghapusan UU Senjata dan punya akses ke senjata.

Tapi ternyata postingan Enoch di medsos tersebut juga memicu kemarahan kelompok lobi industri senjata, Shooting Industry Foundation of Australia (SIFA). SIFA menuduh Henoch ingin menyingkirkan semua senjata dari masyarakat.

Parahnya, SIFA merasa dihianati oleh Enoch karena mereka pernah menyumbang dana kampanye “Flick em” dalam Pemilu di negara bagian itu akhir tahun lalu, dimana salahsatu tokohny adalah Enoch sendiri.

“Secara pribadi saya sangat sesalkan. Saya yakin perilaku semacam itu dikutuk oleh Industri Menembak Australia,” kata perwakilan SIFA.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Peristiwa - Jumat, 11 Januari 2019 - 13:43 WIB

Meninggalkan Dunia Entertain, Kini Meghan Markle Siap Kembali Berakting

Menjadi istri pangeran kerajaan membuat Meghan Markle berkomitmen melepaskan segala keartisannya termasuk berhenti syuting dan menghapus Instagram miliknya.Hal itu karena ...
Politik - Kamis, 10 Januari 2019 - 15:00 WIB

Tiga WN Malaysia ditangkap karena hina mantan Raja

DUA laki-laki dan seorang perempuan ditangkap otoritas Malaysia dengan dugaan menghina mantan Raja Malaysia, Sultan Muhammad V dari Kelantan, sehubungan ...
Global - Selasa, 8 Januari 2019 - 10:14 WIB

Trump Tarik Pasukan, Erdogan Sebut Turki Akan Gantikan AS di Suriah

Presiden AS, Donald Trump berencana menarik pasukannya dari Suriah. Hal itu dilakukan karena AS mengklaim, ISIS telah dimusnahkan, sehingga AS ...
Peristiwa - Selasa, 8 Januari 2019 - 10:00 WIB

Nasib Gembong Pornografi Anak, Tewas Dikeroyok Napi dalam Penjara

Seorang gembong pornografi anak, Christian Maire menjadi narapidana didi Lembaga Permasyarakatan Milan di Michigan.Belum lama ini ia dikabarkan tewas dikeroyok ...
Politik - Senin, 7 Januari 2019 - 20:25 WIB

Khawatir dibunuh, perempuan Saudi mengurung diri di Thailand

SEORANG perempuan asal Arab Saudi, Rahaf Mohammed al-Qunun, ditahan di Thailand ketika berencana lari ke Australia untuk meminta suaka. Dia ...
Peristiwa - Senin, 7 Januari 2019 - 10:56 WIB

Sebelum Mundur, Raja Malaysia Nikahi Mantan Miss Moscow

Muhammad Sultan V mendadak menanggalkan jabatannya sebagai Raja Malaysia. Ini merupakan yang pertama kali dalam sejarah. Sebab, sebelumnya tidak ada ...