Rabu, 20 Maret 2019 | 22.49 WIB
KiniNEWS>Dunia>Politik>Bikin Petisi Ini, Menteri di Australia Malah Diancam Akan Diperkosa

Bikin Petisi Ini, Menteri di Australia Malah Diancam Akan Diperkosa

Reporter : M. Zaki | Selasa, 23 Oktober 2018 - 16:24 WIB

IMG-4876

Leeanne Enoch. (Ist)

Queensland, kini.co.id – Bukan hal yang aneh lagi jika di beberapa negara melegalkan kepemilikan senjata api. Hal itu dianggap sebagai perlindungan terhadap warga yang ingin membela diri ketika diserang orang lain.

Salahsatunya adalah Australia. Baru-baru ini yang menjadi sorotan adalah reklame promosi senjata di negara bagian Queensland. Reklame itu secara terang-terangan mempromosikan senjata api sebagai produk.

Reklame itu menampilkan sosok wanita yang mengenakan pakaian bertema Santa memegang pistol dengan slogan: “Santa tahu hadiah Natal yang Anda sangat inginkan”.

Menanggapi reklame itu, Menteri Lingkungan Hidup negara bagian Queensland, Australia, Leeanne Enoch mengecamnya dan membuat petisi di facebooknya agar reklame itu diturunkan.

Pasalnya, menurut mantan Menteri Usaha Kecil ini, hal itu tidak mencerminkan masyarakat yang kita inginkan, masyarakat yang bebas dari senjata.

“Reaksi pertama saya yaitu ketakutan,” katanya mengutip ABC, Selasa (23/10/2018).

Postingannya itu mendapatkan ribuan komentar di akun FB-nya.

Di antaranya ada yang menulis: “Semoga orang masuk ke rumahmu, memperkosa dan membunuhmu”, “Tembak saja si jalang ini”, serta “Ingat hal itu saat (kau) diperkosa”.

Enoch mengaku sempat memikirkan apakah dia benar-benar berada dalam bahaya.

Pasalnya, kata dia, mereka ini adalah pendukung penghapusan UU Senjata dan punya akses ke senjata.

Tapi ternyata postingan Enoch di medsos tersebut juga memicu kemarahan kelompok lobi industri senjata, Shooting Industry Foundation of Australia (SIFA). SIFA menuduh Henoch ingin menyingkirkan semua senjata dari masyarakat.

Parahnya, SIFA merasa dihianati oleh Enoch karena mereka pernah menyumbang dana kampanye “Flick em” dalam Pemilu di negara bagian itu akhir tahun lalu, dimana salahsatu tokohny adalah Enoch sendiri.

“Secara pribadi saya sangat sesalkan. Saya yakin perilaku semacam itu dikutuk oleh Industri Menembak Australia,” kata perwakilan SIFA.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Unik - Senin, 28 Januari 2019 - 13:55 WIB

India larang SD main game PUBG

PARA pemain PlayerUnknowns BattleGrounds (PUBG) Mobile di India harus menahan diri. Bagi kalangan sekolah dasar (SD), game ini resmi dilarang, ...
Peristiwa - Senin, 21 Januari 2019 - 11:00 WIB

Pintu Membeku, 250 Penumpang United Airlines Terdampar Selama 16 Jam

250 Penumpang United Airlines terdampar selama 16 jam di landasan salah satu bandara yang ada di Kanada. Ini lantaran pintu ...
Peristiwa - Jumat, 18 Januari 2019 - 10:42 WIB

Nelayan Indonesia bersumpah mengetahui lokasi jatuhnya MH370

SEORANG nelayan asal Indonesia bernama Rusli Khusmin secara mendadak mengungkap tragedi hilangnya pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 di Subang Jaya, ...
Peristiwa - Jumat, 18 Januari 2019 - 09:45 WIB

Pangeran Philip, suami Ratu Elizabeth, kecelakaan lalu lintas

SUAMI Ratu Inggris Elizabeth II, Pangeran Philip dikabarkan mengalami kecelakaan lalu lintas di sebuah kawasan, 160 kilometer sebelah utara ...
Peristiwa - Jumat, 18 Januari 2019 - 09:28 WIB

Ustadz Arifin Ilham membaik, segera keluar rumah sakit

USTADZ Arifin Ilham yang dirawat Rumah Sakit Gleneagles, Penang, Malaysia, dalam dua pekan terakhir, dikabarkan semakin membaik. Pihak rumah sakit ...
Peristiwa - Kamis, 17 Januari 2019 - 15:32 WIB

Fakta mengerikan: Ada website jual beli daging manusia

DUNIA maya ternyata pernah menjadi rumah untuk praktik kanibalisme. Di dunia mayalah terdapat situs dan forum yang secara ternag-terangan membahas ...