Kamis, 17 Januari 2019 | 01.03 WIB
KiniNEWS>Dunia>Politik>Jokowi minta Menlu Saudi usut transparan kasus Khashoggi

Jokowi minta Menlu Saudi usut transparan kasus Khashoggi

Senin, 22 Oktober 2018 - 14:58 WIB

IMG-4871

Jamal Khashoggi.

JAKARTA, kini.co.id – PRESIDEN RI Joko Widodo, menemui Menlu Arab Saudi dan meminta agar negara itu melakukan penyelidikan transparan dan seksama terkait kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi. Hal itu disampaikan saat bertemu Adel al-Jubeir, Senin (22/10).

“Presiden mengharapkan investigasi yang berlangsung dapat dilakukan transparan dan saksama,” ujar Menteri Luar Negeri RI, Retno LP Marsudi, yang ikut mendampingi Jokowi dalam pertemuan di Istana Bogor tersebut.

Retno tak mau berkomentar lebih banyak mengenai hal ini. Ia mengatakan bahwa pembahasan detail bakal dilakukan dalam pertemuan bilateral bersama Adel besok, Selasa (23/10).

Dalam kesempatan itu, Jokowi juga berterima kasih langsung atas perhatian pemerintahan Arab Saudi terhadap bencana gempa dan tsunami di Lombok, Nusa Tenggara Barat, serta Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah.

“Senang sekali karena saat itu mendapat bantuan langsung dari Raja Salman,” tuturnya.

Sebelumnya, Jokowi menyatakan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud langsung meneleponnya ketika mengetahui Palu dan Donggala diguncang gempa dan tsunami. Pemerintah Arab juga langsung menawarkan bantuan materiil.

Adel sendiri diagendakan bertemu empat mata dengan Retno pada Selasa. Juru Bicara Kemlu, Armanatha C. Nasir, mengakatan kedua menlu bakal membahas politik, keamanan, terorisme, ekonomi, energi, pariwisata, dan perhubungan.

Saudi tengah menjadi sorotan dunia setelah Khashoggi selaku jurnalis yang kerap mengkritik rezim Raja Salman dilaporkan hilang usai masuk ke gedung Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki, pada 2 Oktober lalu.

Setelah mengklaim bahwa Khashoggi keluar dengan selamat dari gedung konsulat, Saudi akhirnya mengakui bahwa jurnalis tersebut tewas di dalam bangunan perwakilan tersebut.

Aparat Turki sejak awal sudah menaruh kecurigaan terhadap Saudi yang dianggap sebagai dalang dari kematian kolumnis Washington Post tersebut.

Sejumlah pejabat Turki bahkan mengatakan kepada media setempat bahwa para pelaku pembunuhan Khashoggi ini adalah orang-orang di lingkaran Pangeran Mohammed.

Membantah segala tudingan ini, Adel menegaskan bahwa Raja Salman sama sekali tak ikut campur dalam operasi ini.

“Ini adalah operasi Jahat. Ini adalah operasi di mana individu-individu melampaui kewenangan dan tanggung jawab yang mereka miliki; mereka membuat kesalahan ketika mereka membunuh Jamal Khashoggi di konsulat dan mereka berusaha menutupi itu,” katanya dalam wawancara dengan Fox News, dikutip dari AFP.

“Jelas ada kesalahan besar yang dibuat, dan hal yang menambah kesalahan itu adalah upaya untuk menutupinya.”

Editor: Emerson

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Peristiwa - Jumat, 11 Januari 2019 - 13:43 WIB

Meninggalkan Dunia Entertain, Kini Meghan Markle Siap Kembali Berakting

Menjadi istri pangeran kerajaan membuat Meghan Markle berkomitmen melepaskan segala keartisannya termasuk berhenti syuting dan menghapus Instagram miliknya.Hal itu karena ...
Politik - Kamis, 10 Januari 2019 - 15:00 WIB

Tiga WN Malaysia ditangkap karena hina mantan Raja

DUA laki-laki dan seorang perempuan ditangkap otoritas Malaysia dengan dugaan menghina mantan Raja Malaysia, Sultan Muhammad V dari Kelantan, sehubungan ...
Global - Selasa, 8 Januari 2019 - 10:14 WIB

Trump Tarik Pasukan, Erdogan Sebut Turki Akan Gantikan AS di Suriah

Presiden AS, Donald Trump berencana menarik pasukannya dari Suriah. Hal itu dilakukan karena AS mengklaim, ISIS telah dimusnahkan, sehingga AS ...
Peristiwa - Selasa, 8 Januari 2019 - 10:00 WIB

Nasib Gembong Pornografi Anak, Tewas Dikeroyok Napi dalam Penjara

Seorang gembong pornografi anak, Christian Maire menjadi narapidana didi Lembaga Permasyarakatan Milan di Michigan.Belum lama ini ia dikabarkan tewas dikeroyok ...
Politik - Senin, 7 Januari 2019 - 20:25 WIB

Khawatir dibunuh, perempuan Saudi mengurung diri di Thailand

SEORANG perempuan asal Arab Saudi, Rahaf Mohammed al-Qunun, ditahan di Thailand ketika berencana lari ke Australia untuk meminta suaka. Dia ...
Peristiwa - Senin, 7 Januari 2019 - 10:56 WIB

Sebelum Mundur, Raja Malaysia Nikahi Mantan Miss Moscow

Muhammad Sultan V mendadak menanggalkan jabatannya sebagai Raja Malaysia. Ini merupakan yang pertama kali dalam sejarah. Sebab, sebelumnya tidak ada ...