Kamis, 17 Januari 2019 | 01.16 WIB
KiniNEWS>Dunia>Peristiwa>Seorang wanita tewas jatuh dari lantai 27 saat selfie

Seorang wanita tewas jatuh dari lantai 27 saat selfie

Senin, 15 Oktober 2018 - 18:00 WIB

IMG-4849

Sandra Manuela Da Costa Macedo duduk di balkon apartemennya di Luxor Tower, Panama City, Sabtu (13/10/2018), sebelum akhirnya terjatuh dan tewas usai melakukan selfie. (Foto: Istimewa)

PANAMA, kini.co.id – SANDRA Manuela, perempuan asal Panama, tewas terjatuh dari lantai 27 sebuah apartemen di Panama. Dia tewa ketika hendak berswafoto (selfie).

Dari video yang beredar terlihat perempuan bernama Sandra Manuela Da Costa Macedo duduk di balkon apartemennya di Luxor Tower, Panama City, Sabtu (13/10/2018).

Macedo kehilangan keseimbangan dan terjatuh saat berfoto menggunakan tongkat narsis (tongsis). “Dia gila. Lihat, lihat dia. Lihat, dia terjatuh,” teriak si perekam video. Paramedis datang setelah penghuni melapor pukul 10.00 waktu setempat.

Media lokal memberitakan, Macedo sudah tewas ketika paramedis datang. Polisi menyatakan mereka segera menginvestigasi insiden tersebut. Otoritas penegak hukum fokus kepada teori bahwa embusan angin diduga menjadi penyebab perempuan berusia 27 tahun itu terjatuh dan tewas.

Dinas Pemadam Kebakaran Panama mengunggah sebuah kicauan di Twitter berisi imbauan agar warga tidak menciptakan risiko hanya karena selfie. “Lebih penting kehilangan semenit dalam hidup Anda daripada Anda kehilangan hidup hanya dalam 1 menit,” terang dinas pemadam kebakaran.

Sebuah studi yang dilakukan Institut Ilmu Medis India di New Delhi memaparkan 259 orang tewas ketika melakukan selfie antara Oktober 2011 hingga November 2017. Studi itu menjabarkan 72 persen korban tewas merupakan pria, dan tenggelam jadi penyebab kematian nomor satu saat melakukan selfie.

259 meninggal gara-gara selfie

Insiden netizen yang meninggal ketika membidik selfie sudah sering menjadi pemberitaan media massa. Kronologisnya beragam, ada yang jatuh ke jurang lantaran mencoba selfie di ujung tebing, hingga tersambar kereta ketika berpose di pinggir rel.

Namun, selama ini belum ada yang secara detil menghitung jumlah peristiwa “selfie berujung kematian”. Asosiasi peneliti All India Institute of Medical Science akhirnya melakukan survei untuk menakar risiko selfie tanpa memerhatikan situasi sekitar. Hasilnya, dalam kurun waktu enam tahun, ada 259 orang di seluruh dunia meninggal akibat selfie. Peneliti mengatakan angka itu hanya yang tercatat, di mana sangat mungkin ada beberapa kasus yang tak terekam angka.

Korban didominasi oleh kaum Adam dengan rentang usia 10 hingga 30 tahun, yakni mencapai 85 persen. Adapun negara yang penduduknya paling banyak meninggal karena selfie adalah India, lantas secara berurutan Rusia, Amerika Serikat, dan Pakistan.

“Yang membuat saya khawatir adalah fakta bahwa skenario kematian ini sebenarnya bisa dihindari,” kata kepala peneliti, Agam Bansal. Ia prihatin karena banyak orang yang rela melakukan selfie berisiko hanya demi meningkatkan eksistensi di media sosial. “Like” menjadi sangat berharga bagi masyarakat di era keterhubungan seperti sekarang. “Masyarakat ingin selfie yang sempurna agar banyak yang like di Facebook, Twitter, atau media sosial lain. Saya rasa semua itu tak pantas ditukar dengan nyawa,” kata dia, sebagaimana dihimpun KompasTekno, Minggu (7/10/2018), dari Washington Post.

Skenario selfie paling berbahaya Bukan cuma mengakumulasikan angka, All India Institute of Medical Science juga mengkategorisasikan skenario selfie yang paling memakan korban. Kasus tewas gara-gara selfie paling banyak terjadi di laut.

Setidaknya ada 70 insiden selfie yang menyebabkan korban tenggelam, baik karena tersapu gelombang, hingga perahu terbalik. Selanjutnya, ada 51 kematian saat selfie yang terjadi di area transportasi. Umumnya lokasinya di stasiun kereta api, di mana korban tak memerhatikan kereta datang karena sibuk selfie di pinggir rel.

Selain itu, skenario selfie lainnya yang paling banyak menelan korban adalah jatuh dari ketinggian. Ada 48 kasus kematian sembari selfie yang masuk kategori ini. Skenario-skenario lainnya yang umum menyebabkan hilangnya nyawa seketika ketika selfie adalah kebakaran, sengatan listrik, senjata api, dan binatang.

Karena banyaknya jiwa yang melayang akibat selfie, maka beberapa negara menetapkan upaya pencegahan. Misalnya saja di Rusia, pemerintah setempat meluncurkan kampanye “ Selfie Aman”. Formatnya berupa platform yang menjabarkan data interaktif untuk memperingati masyarakat soal ide-ide buruk dalam membidik selfie.

Slogannya berbunyi “bahkan satu juta like di media sosial tak setara dengan nyawa”. Pada 2016 lalu, pemerintah India juga mengeluarkan zona terlarang untuk selfie. Ada 16 lokasi di berbagai kota yang masuk zona tersebut, berdasarkan data kematian akibat selfie yang terjadi.

Editor: Emerson

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Peristiwa - Jumat, 11 Januari 2019 - 13:43 WIB

Meninggalkan Dunia Entertain, Kini Meghan Markle Siap Kembali Berakting

Menjadi istri pangeran kerajaan membuat Meghan Markle berkomitmen melepaskan segala keartisannya termasuk berhenti syuting dan menghapus Instagram miliknya.Hal itu karena ...
Politik - Kamis, 10 Januari 2019 - 15:00 WIB

Tiga WN Malaysia ditangkap karena hina mantan Raja

DUA laki-laki dan seorang perempuan ditangkap otoritas Malaysia dengan dugaan menghina mantan Raja Malaysia, Sultan Muhammad V dari Kelantan, sehubungan ...
Global - Selasa, 8 Januari 2019 - 10:14 WIB

Trump Tarik Pasukan, Erdogan Sebut Turki Akan Gantikan AS di Suriah

Presiden AS, Donald Trump berencana menarik pasukannya dari Suriah. Hal itu dilakukan karena AS mengklaim, ISIS telah dimusnahkan, sehingga AS ...
Peristiwa - Selasa, 8 Januari 2019 - 10:00 WIB

Nasib Gembong Pornografi Anak, Tewas Dikeroyok Napi dalam Penjara

Seorang gembong pornografi anak, Christian Maire menjadi narapidana didi Lembaga Permasyarakatan Milan di Michigan.Belum lama ini ia dikabarkan tewas dikeroyok ...
Politik - Senin, 7 Januari 2019 - 20:25 WIB

Khawatir dibunuh, perempuan Saudi mengurung diri di Thailand

SEORANG perempuan asal Arab Saudi, Rahaf Mohammed al-Qunun, ditahan di Thailand ketika berencana lari ke Australia untuk meminta suaka. Dia ...
Peristiwa - Senin, 7 Januari 2019 - 10:56 WIB

Sebelum Mundur, Raja Malaysia Nikahi Mantan Miss Moscow

Muhammad Sultan V mendadak menanggalkan jabatannya sebagai Raja Malaysia. Ini merupakan yang pertama kali dalam sejarah. Sebab, sebelumnya tidak ada ...