Senin, 10 Desember 2018 | 21.08 WIB
KiniNEWS>Dunia>Global>Disindir Trump, Raja Salman Tetap Senang Kerjasama dengan AS

Disindir Trump, Raja Salman Tetap Senang Kerjasama dengan AS

Sabtu, 6 Oktober 2018 - 12:50 WIB

kini.co.id – Presiden AS, Donald Trump menunjukkan kekuatannya dengan menohok negara-negara Islam yang ada si bawah perlindungannya. Seperti diketahui, AS saat ini memiliki kekuatan militer yang dahsyat. AS juga bekerjasama dengan negara lain dalam hal militer.

Baru-baru ini, ia mengeluarkan pernyataan yang menohok kepada Arab Saudi.

“Kami melindungi Arab Saudi. Kalian bisa katakan bahwa mereka kaya. Saya menyukai sang Raja, Raja Salman. Namun saya katakan, ‘Raja, kami melindungi Anda semua – Anda mungkin tidak akan sanggup bertahan selama dua pekan tanpa kami – Anda harus menanggung sendiri militer Anda,” ujar Trump di hadapan media massa di Southaven.

Kata-kata tersebut sempat dianggap kritikan sekaligus sindiran kepada negara islam terkaya tersebut.

Namun begitu, putra mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman memuji hubungan Kerajaan dengan pemerintahan Amerika Serikat (AS).

“Saya suka bekerja sama dengan dia (Trump),” ujar Raja Salman seperti dikutip Bloomberg, Sabtu (6/10).

Menurut dia, dirinya dan Trump telah mencapai berbagai kesepakatan di Timur Tengah, terutama melawan ekstremisme, ideologi ekstrimis, terorisme dan Daesh (akronim bahasa Arab untuk Negara Islam di Irak dan Levant.

Dan, bagi Raja Salman perselisihan merupakan hal yang normal bagi mitra negara.

“Jadi Anda tidak bisa memiliki 100 persen teman yang mengatakan hal-hal baik soal Anda, bahkan di keluarga Anda. Anda bisa salah paham,” ungkapnya.

Trump memang bukan hanya sekali mengeluarkan pernyataan yang tidak diplomatis seperti itu.

Pada awal 2015, Trump pernah pula mengatakan, Saudi harus membayar lebih jika menginginkan perlindungan AS.

Kritik Trump tidak terbatas pada Arab Saudi saja. Dalam pidatonya di sidang Majelis Umum PBB pekan lalu, presiden AS itu dalam nada yang sama memperingatkan negara-negara lain meski tidak disebutkan namanya, untuk mengambil keuntungan dari Amerika Serikat.

Selain itu, ia juga mengecam mitra Washington NATO pada pertemuan puncak Mei di Brussels. Dia menyesalkan bahwa 23 dari 28 negara anggota masih tidak membayar apa yang seharusnya mereka bayar dan apa yang seharusnya mereka bayarkan untuk pertahanan mereka.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Unik - Jumat, 7 Desember 2018 - 22:32 WIB

Remaja bisa dihukum mati di Sudan Selatan

PRAKTIK hukuman mati di Sudan Selatan ternyata juga diterapkan kepada remaja. Menurut lembaga pemantau hak asasi manusia Amnesty International, hukuman ...
Peristiwa - Kamis, 6 Desember 2018 - 16:27 WIB

Sampai hari ini sudah 11 mayat ditemukan di Selat Malaka

BANYAKNYA jenazah yang ditemukan di kawasan perairan Selat Malaka, hingga hari ini, Kamis (6/12/2018) sudah mencapai sebelas. “Mayat di (perairan) ...
Politik - Senin, 3 Desember 2018 - 21:47 WIB

PBNU desak Pemerintah RI pulangkan Dubes Saudi

PENGURUS Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memprotes keras tweet yang diduga milik Dubes Arab Saudi untuk Indonesia, Osama bin Mohammed Abdullah ...
Unik - Minggu, 2 Desember 2018 - 22:54 WIB

Jepang membagi-bagi rumah secara gratis

PEMERINTAH Jepang terpaksa membagi-bagi rumah secara gratis kepada warga akibat banyaknya rumah yang ditinggal kosong pemiliknya di negeri Sakura itu. ...
Finance - Kamis, 29 November 2018 - 16:37 WIB

Di China bisa kredit jaminannya foto dan video bugil

DALAM menggunakan fasilitas kredit, biasanya nasabah diminta untuk memberikan jaminan berupa surat berharga hingga jaminan dengan benda yang memiliki nilai ...
Unik - Kamis, 29 November 2018 - 16:06 WIB

Pemerintah Jepang cegah aksi bunuh diri di peron stasiun dengan cara ini

PEMERINTAH Jepang melakukan aksi pencegahan bunuh diri di peron stasiun kereta di sejumlah kota di negara tersebut. Pasalnya, negara itu ...