Selasa, 16 Oktober 2018 | 20.04 WIB
KiniNEWS>Dunia>Global>Disindir Trump, Raja Salman Tetap Senang Kerjasama dengan AS

Disindir Trump, Raja Salman Tetap Senang Kerjasama dengan AS

Sabtu, 6 Oktober 2018 - 12:50 WIB

kini.co.id – Presiden AS, Donald Trump menunjukkan kekuatannya dengan menohok negara-negara Islam yang ada si bawah perlindungannya. Seperti diketahui, AS saat ini memiliki kekuatan militer yang dahsyat. AS juga bekerjasama dengan negara lain dalam hal militer.

Baru-baru ini, ia mengeluarkan pernyataan yang menohok kepada Arab Saudi.

“Kami melindungi Arab Saudi. Kalian bisa katakan bahwa mereka kaya. Saya menyukai sang Raja, Raja Salman. Namun saya katakan, ‘Raja, kami melindungi Anda semua – Anda mungkin tidak akan sanggup bertahan selama dua pekan tanpa kami – Anda harus menanggung sendiri militer Anda,” ujar Trump di hadapan media massa di Southaven.

Kata-kata tersebut sempat dianggap kritikan sekaligus sindiran kepada negara islam terkaya tersebut.

Namun begitu, putra mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman memuji hubungan Kerajaan dengan pemerintahan Amerika Serikat (AS).

“Saya suka bekerja sama dengan dia (Trump),” ujar Raja Salman seperti dikutip Bloomberg, Sabtu (6/10).

Menurut dia, dirinya dan Trump telah mencapai berbagai kesepakatan di Timur Tengah, terutama melawan ekstremisme, ideologi ekstrimis, terorisme dan Daesh (akronim bahasa Arab untuk Negara Islam di Irak dan Levant.

Dan, bagi Raja Salman perselisihan merupakan hal yang normal bagi mitra negara.

“Jadi Anda tidak bisa memiliki 100 persen teman yang mengatakan hal-hal baik soal Anda, bahkan di keluarga Anda. Anda bisa salah paham,” ungkapnya.

Trump memang bukan hanya sekali mengeluarkan pernyataan yang tidak diplomatis seperti itu.

Pada awal 2015, Trump pernah pula mengatakan, Saudi harus membayar lebih jika menginginkan perlindungan AS.

Kritik Trump tidak terbatas pada Arab Saudi saja. Dalam pidatonya di sidang Majelis Umum PBB pekan lalu, presiden AS itu dalam nada yang sama memperingatkan negara-negara lain meski tidak disebutkan namanya, untuk mengambil keuntungan dari Amerika Serikat.

Selain itu, ia juga mengecam mitra Washington NATO pada pertemuan puncak Mei di Brussels. Dia menyesalkan bahwa 23 dari 28 negara anggota masih tidak membayar apa yang seharusnya mereka bayar dan apa yang seharusnya mereka bayarkan untuk pertahanan mereka.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Peristiwa - Selasa, 16 Oktober 2018 - 11:22 WIB

Bukan Jadi Duta, Selebriti Cina Ini Ditahan Karena Dianggap Hina Lagu Kebangsaan

Seorang selebriti online di Cina ditahan gegara dianggap menghina lagu kebangsaan. Wanita cantik bernama Yang Kaili itu ditahan selama 5 ...
Peristiwa - Senin, 15 Oktober 2018 - 18:00 WIB

Seorang wanita tewas jatuh dari lantai 27 saat selfie

SANDRA Manuela, perempuan asal Panama, tewas terjatuh dari lantai 27 sebuah apartemen di Panama. Dia tewa ketika hendak berswafoto (selfie). ...
- Senin, 15 Oktober 2018 - 16:01 WIB

Kerajaan Inggris Umumkan Kehamilan Meghan Markle

Keluarga kerajaan Inggris tengah diselimuti perasaan bahagia. Pasalnya Meghan Markle, Istri dari Pangeran Harry sedang mengandung buah hati pertamanya.Kabar bahagia ...
Global - Sabtu, 13 Oktober 2018 - 11:10 WIB

Hadiri Pernikahan Putri Eugenie, Sepatu Bolong Pangeran Harry jadi Sorotan

Pernikahan kerajaan (royal wedding) di Inggris memang selalu menjadi sorotan dunia. Hari ini, pernikahan Putri Eugenie of York menikah dengan ...
Finance - Kamis, 11 Oktober 2018 - 15:52 WIB

Terkaya di Cina, Berapa Harta Jack Ma?

Hurun China Rich List menempatkan CEO Alibaba Group Jack Ma sebagai orang paling kaya di Cina.Dilansir dari CRI, radio resmi ...
Finance - Rabu, 10 Oktober 2018 - 11:23 WIB

Hari ketiga Konferensi IMF-WB diwarnai pertemuan BI-FED

Rangkaian pertemuan tahunan International Monetary Fund (IMF)-World Bank 2018 di Bali telah memasuki hari ketiga. Banyak seminar dan diskusi yang ...