Kamis, 22 Februari 2018 | 17.43 WIB
KiniNEWS>Dunia>Global>Miris, Suami Curi Ginjal Istri untuk Lunasi Utang Mahar

Miris, Suami Curi Ginjal Istri untuk Lunasi Utang Mahar

Reporter : M. Zaki | Jumat, 9 Februari 2018 - 11:55 WIB

IMG-4904

Penjualan ginjal. (Ilustrasi)

Jakarta, kini.co.id – Nasib malang menimpa seorang perempuan di India bernama Rita. Ia harus menderita sekian lama karena tak tahu ginjalnya telah dicuri oleh suaminya sendiri.

Awalnya, ia mengeluh sakit pada bagian perut di tahun 2016. Kala itu dia mengaku sedang sakit pada bagian perut setelah meminum minuman ringan pemberian sang adik ipar.

Namun sakit itu berlanjut dan tak kunjung membaik. Ia pun memeriksakan diri ke dokter di salahsatu rumahsakit di Kolkata.

Lalu ia dinyatakan menderita radang usus buntu.

Malangnya Rita yang tak tahu ternyata saat itu ginjalnya telah diambil oleh dokter di rumahsakit tersebut.

Alhasil, sakitnya tak kunjung sembuh. Rita mengeluh ke orangtua. Dia dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan. Rita sangat terkejut saat dokter mengatakan bahwa ginjal sebelah kanan tidak tampak.

Begitupun pada tahun 2017 Rita kembali ke rumah sakit. Hasil yang diucapkan juga masih sama masih ginjal sebelah kanan tidak ada.

Ternyata sang suami Biswajit telah mengambil ginjalnya dan menjualnya untuk mendapatkan uang Dowry atau mahar.

Dowry sendiri adalah mahar sejumlah uang kewajiban pihak perempuan untuk membayar ke pihak laki-laki ketika menikah. Mahar itu sudah tertunggak sekian lama, sehingga suaminya mengambil diam-diam ginjal istrinya sebagai ganti.

Nominal dowry yang diajukan tidak sedikit. Kira-kira 200.000 rupee India atau setara Rp 42,3 juta.

Pihak kepolisian langsung mencari pelaku. Menurut Inspektur Polisi Udayshankar Roy, Biswajit telah ditangkap bersama sang adik pada Senin, 5 Februari 2018.

Tim khusus pun telah dibentuk. Tidak hanya akan menjebloskan suami yang tertangkap menjual ginjal sang istri tapi juga pihak rumah sakit di Kolkata.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Gerilyawan Taliban palak kantor media untuk biayai aksinya
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 13:25 WIB

Gerilyawan Taliban palak kantor media untuk biayai aksinya

Diduga untuk menambah pundi-pundi dalam membiayai aksinya, gerilyawan Taliban mengenakan pajak dengan cara mengancam sejumlah kantor-kantor berita di Afghanistan apabila ...
Setelah Marawi, Daes berpotensi rebut kota lain di Filipina
Peristiwa - Selasa, 20 Februari 2018 - 21:04 WIB

Setelah Marawi, Daes berpotensi rebut kota lain di Filipina

Pentolan Front Pembebasan Islam Moro (MILF), Murad Ebrahim mensinyalir Daes sebutan lain bagi kelompok militan Islamic State (ISIS) yang bercokol ...
900 Gerai KFC di Inggris Tutup, Ini Penyebabnya
Global - Selasa, 20 Februari 2018 - 09:19 WIB

900 Gerai KFC di Inggris Tutup, Ini Penyebabnya

Sebanyak 900 gerai KFC di Inggris terpaksa tutup untuk sementara.Hal itu karena mereka kekurangan bahan utama dari makanan cepat saji ...
AS Siapkan Dana 3,3 Miliar Dolar untuk Militer Israel
Global - Selasa, 13 Februari 2018 - 14:58 WIB

AS Siapkan Dana 3,3 Miliar Dolar untuk Militer Israel

Amerika Serikat menyiapkan dana USD3,3 miliar atau senilai Rp45 triliun untuk militer Israel.Hal itu diumumkan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat ...
Usai Olimpiade, Kim Jong Un Ingin Dialog Hangat dengan Seoul
Global - Selasa, 13 Februari 2018 - 09:32 WIB

Usai Olimpiade, Kim Jong Un Ingin Dialog Hangat dengan Seoul

Hubungan Korea Selatan dan Korea Utara telah lama dingin. Bahkan Korut terprovokasi meluncurkan rudal percobaan karena Amerika Serikat menggelar latihan ...
Siksa dan Bunuh Warga Rohingya, Pasukan Keamanan Myanmar Diadili
Global - Senin, 12 Februari 2018 - 08:26 WIB

Siksa dan Bunuh Warga Rohingya, Pasukan Keamanan Myanmar Diadili

Anggota pasukan keamanan Myanmar terbukti telah menyiksa dan menghilangkan nyawa 10 orang warga Rohingnya di Rakhine.Mereka kini akan menghadapi tindakan ...