Kamis, 22 Februari 2018 | 17.44 WIB
KiniNEWS>Dunia>Peristiwa>Terkena Ledakan Ponsel yang Dicas, Bocah Ini Buta dan Luka

Terkena Ledakan Ponsel yang Dicas, Bocah Ini Buta dan Luka

Reporter : M. Zaki | Senin, 5 Februari 2018 - 14:34 WIB

IMG-4897

Ilustrasi

Guanxi, kini.co.id – Hati-hati memainkan ponsel ketika sedang diisi ulang. Tak sedikit berita ponsel meledak dan melukai pemiliknya ketika dimainkan saat dicas.

Seperti itu juga yang terjadi pada seorang anak Guanxi, China.

Anak yang bernama Mong itu mengalami luka parah di tubuhnya dan mengalami kebutaan akibat ledakan itu.

Awal kejadian adalah ketika sang ayah korban bernama Mong, menaruh ponselnya untuk diisi ulang baterainya di kamar.

Ia tak mengetahui anak laki-lakinya masuk ke kamarnya untuk menyalakan ponsel yang sedang dicas. Ponsel itu pun meledak ketika sang anak berusaha menyalakannya.

Ketika dilihat ke kamar, sang anak tak sadarkan diri dan berlumuran darah, Mong melarikan putranya ke rumah sakit.

Bocah 12 tahun itu dilaporkan bisa diselamatkan setelah melalui operasi selama lima jam. Hanya saja ia mengalami luka berat pada tubuhnya. Jari telunjuk kanannya dilaporkan putus akibat insiden ledakan tersebut. Jari bocah itu sudah hancur dan tak bisa disambungkan kembali.

Selain itu, bocah itu juga mengalami patah tulang rusuk serta terluka parah pada bagian bola mata kanannya.

Kini tangan bocah itu semakin pulih, meskipun begitu dokter masih perlu melakukan operasi kembali untuk mengambil sisa-sisa pecahan layar kaca pada bola mata putra Mong.

Menurut sang ayah, ponsel itu bermerek Hua Tang VT-V59 buatan asli Tiongkok. Setelah memiliki ponsel baru, saudaranya memberikan ponsel itu kepadanya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Gerilyawan Taliban palak kantor media untuk biayai aksinya
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 13:25 WIB

Gerilyawan Taliban palak kantor media untuk biayai aksinya

Diduga untuk menambah pundi-pundi dalam membiayai aksinya, gerilyawan Taliban mengenakan pajak dengan cara mengancam sejumlah kantor-kantor berita di Afghanistan apabila ...
Setelah Marawi, Daes berpotensi rebut kota lain di Filipina
Peristiwa - Selasa, 20 Februari 2018 - 21:04 WIB

Setelah Marawi, Daes berpotensi rebut kota lain di Filipina

Pentolan Front Pembebasan Islam Moro (MILF), Murad Ebrahim mensinyalir Daes sebutan lain bagi kelompok militan Islamic State (ISIS) yang bercokol ...
900 Gerai KFC di Inggris Tutup, Ini Penyebabnya
Global - Selasa, 20 Februari 2018 - 09:19 WIB

900 Gerai KFC di Inggris Tutup, Ini Penyebabnya

Sebanyak 900 gerai KFC di Inggris terpaksa tutup untuk sementara.Hal itu karena mereka kekurangan bahan utama dari makanan cepat saji ...
AS Siapkan Dana 3,3 Miliar Dolar untuk Militer Israel
Global - Selasa, 13 Februari 2018 - 14:58 WIB

AS Siapkan Dana 3,3 Miliar Dolar untuk Militer Israel

Amerika Serikat menyiapkan dana USD3,3 miliar atau senilai Rp45 triliun untuk militer Israel.Hal itu diumumkan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat ...
Usai Olimpiade, Kim Jong Un Ingin Dialog Hangat dengan Seoul
Global - Selasa, 13 Februari 2018 - 09:32 WIB

Usai Olimpiade, Kim Jong Un Ingin Dialog Hangat dengan Seoul

Hubungan Korea Selatan dan Korea Utara telah lama dingin. Bahkan Korut terprovokasi meluncurkan rudal percobaan karena Amerika Serikat menggelar latihan ...
Siksa dan Bunuh Warga Rohingya, Pasukan Keamanan Myanmar Diadili
Global - Senin, 12 Februari 2018 - 08:26 WIB

Siksa dan Bunuh Warga Rohingya, Pasukan Keamanan Myanmar Diadili

Anggota pasukan keamanan Myanmar terbukti telah menyiksa dan menghilangkan nyawa 10 orang warga Rohingnya di Rakhine.Mereka kini akan menghadapi tindakan ...