Kamis, 22 Februari 2018 | 17.43 WIB
KiniNEWS>Dunia>Peristiwa>Sebut Hadist Bukan Dasar Islam, Wanita Ini Pede Imami Shalat

Sebut Hadist Bukan Dasar Islam, Wanita Ini Pede Imami Shalat

Reporter : M. Zaki | Rabu, 31 Januari 2018 - 10:41 WIB

IMG-4893

Wanita memimpin shalat Jumat. (Ist)

Kerala, kini.co.id – Seorang wanita di Desa Wandoor Cherukod, negara bagian Kerala, India selatan tak canggung menjadi imam shalat.

Bukan cuma memimpin jamaah perempuan, wanita bernama Jamida Beevi itu juga tak segan memimpin jamaah laki-laki ketika melaksanakan shalat.

Sebelumnya, beredar foto dan berita wanita itu memimpin shalat jumat yang jemaahnya semuanya adalah pria.

Dikutip dari The Guardian, meski dihujat hingga diancam bunuh, Beevi nyatanya tak gentar dan tetap menjadi pemimpin jamaah ketika shalat.

Bukan tanpa alasan, Beevi mengemukakan bahwa tindakannya itu dibenarkan Alquran yang memandang sama semua manusia baik laki-laki maupun perempuan.

Menurutnya diskriminasi dan pembedaan itu hanya dilakukan manusia. Ia pun mengaku tak percaya Hadist sebagai dasar agama Islam.

“Alquran mengatakan bahwa semua manusia setara dan siapapun bisa memimpin shalat. Alquran adalah dasar Islam, bukan hadits, yang diciptakan oleh manusia setelah kematian nabi,” klaimnya.

Meski bukan memimpin shalat di masjid, tindakan Beevi memicu reaksi, media lokal melaporkan ada pihak yang mengancam untuk membunuhnya.

“Ini adalah ekstremis yang tidak dapat mentoleransi reformasi apapun. Saya mendapatkan ancamaan melalui WhatsApp, di Youtube, di Facebook, tapi saya tidak takut,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Jamaat-e-Islami Hind, Abdul Rahman, yang mengelola sekitar 500 masjid di Kerala, mengatakan, tindakan Beevi adalah drama yang disusun dan sebuah tipuan untuk mendapatkan popularitas secara murah sambil mengalihkan perhatian masalah komunitas Muslim.

Menurut Rahman, pembagian tugas antara pria dan wanita bukanlah diskriminasi.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Gerilyawan Taliban palak kantor media untuk biayai aksinya
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 13:25 WIB

Gerilyawan Taliban palak kantor media untuk biayai aksinya

Diduga untuk menambah pundi-pundi dalam membiayai aksinya, gerilyawan Taliban mengenakan pajak dengan cara mengancam sejumlah kantor-kantor berita di Afghanistan apabila ...
Setelah Marawi, Daes berpotensi rebut kota lain di Filipina
Peristiwa - Selasa, 20 Februari 2018 - 21:04 WIB

Setelah Marawi, Daes berpotensi rebut kota lain di Filipina

Pentolan Front Pembebasan Islam Moro (MILF), Murad Ebrahim mensinyalir Daes sebutan lain bagi kelompok militan Islamic State (ISIS) yang bercokol ...
900 Gerai KFC di Inggris Tutup, Ini Penyebabnya
Global - Selasa, 20 Februari 2018 - 09:19 WIB

900 Gerai KFC di Inggris Tutup, Ini Penyebabnya

Sebanyak 900 gerai KFC di Inggris terpaksa tutup untuk sementara.Hal itu karena mereka kekurangan bahan utama dari makanan cepat saji ...
AS Siapkan Dana 3,3 Miliar Dolar untuk Militer Israel
Global - Selasa, 13 Februari 2018 - 14:58 WIB

AS Siapkan Dana 3,3 Miliar Dolar untuk Militer Israel

Amerika Serikat menyiapkan dana USD3,3 miliar atau senilai Rp45 triliun untuk militer Israel.Hal itu diumumkan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat ...
Usai Olimpiade, Kim Jong Un Ingin Dialog Hangat dengan Seoul
Global - Selasa, 13 Februari 2018 - 09:32 WIB

Usai Olimpiade, Kim Jong Un Ingin Dialog Hangat dengan Seoul

Hubungan Korea Selatan dan Korea Utara telah lama dingin. Bahkan Korut terprovokasi meluncurkan rudal percobaan karena Amerika Serikat menggelar latihan ...
Siksa dan Bunuh Warga Rohingya, Pasukan Keamanan Myanmar Diadili
Global - Senin, 12 Februari 2018 - 08:26 WIB

Siksa dan Bunuh Warga Rohingya, Pasukan Keamanan Myanmar Diadili

Anggota pasukan keamanan Myanmar terbukti telah menyiksa dan menghilangkan nyawa 10 orang warga Rohingnya di Rakhine.Mereka kini akan menghadapi tindakan ...