Kamis, 22 Februari 2018 | 17.43 WIB
KiniNEWS>Dunia>Peristiwa>Pakai Longi, Presiden Jokowi jadi imam salat Presiden Afghanistan

Pakai Longi, Presiden Jokowi jadi imam salat Presiden Afghanistan

Selasa, 30 Januari 2018 - 13:56 WIB

IMG-4891

Presiden Jokowi saat menjadi imam sholat Dhuhur bersama Presiden Afganistan dalam kunjungannya, Senin (29/1). FOTO: Istimewa

Kabul, kini.co.id – Presiden Joko Widodo menjadi imam salat dzuhur di sebuah masjid dalam kunjungan kenegaraannya di Kabul, Afghanistan, Senin (29/1).

Pada kesempatan itu, Presiden Jokowi didaulat menjadi imam salat dengan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani menjadi makmum bersama jamaah yang lain.

Sebelum menunaikan salat, keduanya sempat bertukar kopiah khas masing-masing negara.

Presiden Jokowi sempat dipakaikan turban atau kopiah khas Afghanistan, sementara Presiden Jokowi memberikan peci khas Indonesia dan membantu memakaikannya kepada Presiden Ghani.

Presiden Ghani yang sebelumnya mengenakan pakol pun segera melepasnya untuk kemudian mengenakan peci yang diberikan Presiden Jokowi.

“Thank you (terima kasih),” kata Ghani kemudian keduanya saling tersenyum dan berpelukan.

“Presiden Jokowi menerima longi, topi panjang yang menjuntai dan juga mengenakan chapan, jubah khas Afganistan. Juntaian longi ini bila dibentangkan mencapai 7 meter. Sementara Presiden Ashraf Ghani mengganti pakulnya dengan peci berwarna hitam yang langsung dikenakan oleh Presiden Jokowi,” demikian keterangan Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin diterima Antara di Jakarta pada Selasa (30/1).

Hal itu menunjukkan betapa akrab dan hangatnya hubungan kedua kepala negara saat kunjungan Presiden Jokowi ke Afghanistan yang tengah dilanda musibah konflik dalam negeri.

Sebelumnya, pada saat kedatangan di Bandara Internasional Hamid Karzai, Kabul, Afghanistan, Presiden Jokowi dan Ibu Iriana bergerak menembus salju dan angin dingin sepanjang jalan menuju Istana Presiden Ashraf Ghani yang ditempuh selama 10 menit.

Presiden pun langsung disambut dengan pelukan hangat Presiden Ashraf Ghani, sehingga tampak seperti dua sahabat yang sudah lama tak berjumpa.

Melengkapi  rangkaian kunjungannya ke lima negara Asia Selatan, yaitu Sri Lanka, India, Pakistan, Bangladesh, dan Afghanistan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ibu Negara Iriana Jokowi bertolak menuju Kabul,  Afghanistan, dari Bandar Udara International Hazrat Shahjalal, Dhaka, Bangladesh, sekitar pukul 09.15 waktu setempat atau pukul 10.15 WIB.

Keberangkatan Presiden dilepas oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) Bangladesh Abul Hassan Mahmood Ali dan Duta Besar Luar Biasa Berkuasa Penuh (Dubes LBBP) Republik Indonesia untuk Bangladesh Rina P. Soemarno.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Gerilyawan Taliban palak kantor media untuk biayai aksinya
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 13:25 WIB

Gerilyawan Taliban palak kantor media untuk biayai aksinya

Diduga untuk menambah pundi-pundi dalam membiayai aksinya, gerilyawan Taliban mengenakan pajak dengan cara mengancam sejumlah kantor-kantor berita di Afghanistan apabila ...
Setelah Marawi, Daes berpotensi rebut kota lain di Filipina
Peristiwa - Selasa, 20 Februari 2018 - 21:04 WIB

Setelah Marawi, Daes berpotensi rebut kota lain di Filipina

Pentolan Front Pembebasan Islam Moro (MILF), Murad Ebrahim mensinyalir Daes sebutan lain bagi kelompok militan Islamic State (ISIS) yang bercokol ...
900 Gerai KFC di Inggris Tutup, Ini Penyebabnya
Global - Selasa, 20 Februari 2018 - 09:19 WIB

900 Gerai KFC di Inggris Tutup, Ini Penyebabnya

Sebanyak 900 gerai KFC di Inggris terpaksa tutup untuk sementara.Hal itu karena mereka kekurangan bahan utama dari makanan cepat saji ...
AS Siapkan Dana 3,3 Miliar Dolar untuk Militer Israel
Global - Selasa, 13 Februari 2018 - 14:58 WIB

AS Siapkan Dana 3,3 Miliar Dolar untuk Militer Israel

Amerika Serikat menyiapkan dana USD3,3 miliar atau senilai Rp45 triliun untuk militer Israel.Hal itu diumumkan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat ...
Usai Olimpiade, Kim Jong Un Ingin Dialog Hangat dengan Seoul
Global - Selasa, 13 Februari 2018 - 09:32 WIB

Usai Olimpiade, Kim Jong Un Ingin Dialog Hangat dengan Seoul

Hubungan Korea Selatan dan Korea Utara telah lama dingin. Bahkan Korut terprovokasi meluncurkan rudal percobaan karena Amerika Serikat menggelar latihan ...
Siksa dan Bunuh Warga Rohingya, Pasukan Keamanan Myanmar Diadili
Global - Senin, 12 Februari 2018 - 08:26 WIB

Siksa dan Bunuh Warga Rohingya, Pasukan Keamanan Myanmar Diadili

Anggota pasukan keamanan Myanmar terbukti telah menyiksa dan menghilangkan nyawa 10 orang warga Rohingnya di Rakhine.Mereka kini akan menghadapi tindakan ...