Kamis, 22 Februari 2018 | 17.43 WIB
KiniNEWS>Dunia>Politik>Presiden Jokowi tetap lanjutkan kunjungan ke Afganistan

Presiden Jokowi tetap lanjutkan kunjungan ke Afganistan

Reporter : M. Zaki | Senin, 29 Januari 2018 - 10:54 WIB

IMG-4889

Presiden Jokowi bersama Presiden Afghanistan Mohammad Ashraf Ghani. FOTO: Setkab

Jakarta, kini.co.id – Presiden Jokowi dipastikan tetap melanjutkan kunjungan ke Afghanistan, Senin (29/1), meski baru terjadi serangan bom di Kabul, Sabtu (27/1).

Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana Jokowi meninggalkan Bangladesh untuk melanjutkan kunjungan kenegaraan ke Afghanistan pada Senin.

Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 yang membawa Presiden dan Ibu Negara Iriana lepas landas pada pukul 09.20 waktu setempat dari Bandara Internasional Hazrat Shahjalal di Dhaka, Bangladesh, menurut Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin

Sementara itu kepastian lawatan Jokowi ini ke Afganistan juga disampaikan oleh Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung lewat akun Twitter-nya @pramonoanung.

Meski banyak yang meminta agar Jokowi menunda kedatangannya, namun Pramono menyebut Jokowi tidak takut untuk bertandang ke Afghanistan.

“Presiden @jokowi hari ini ke Cox ‘s Bazar, tempat pengungsi Rohingnya dan Besuk tetap akan ke Afganistan, walau banyak yang menyarankan untuk menunda kunjungannya karena adanya ledakan bom di Kabul. Presiden ngga ada takutnya #Bismillah” tulis Pramono.

Sebelumnya diberitakan,  jumlah korban tewas dalam ledakan bom ambulans di Kabul hingga saat ini mencapai 103 orang dilaporkan tewas setelah sebelumnya 95 orang. Korban luka juga bertambah bertambah menjadi 235 orang.

“Bom mobil besar mengguncang ibu kota Afghanistan, Sabtu pagi, menewaskan 103 orang dan melukai 235 lainnya,” demikian pernyataan Menteri Dalam Negeri, Wais Barmak.

Taliban mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Bom ambulans ini tercatat sebagai salah satu serangan paling mematikan di Afghanistan pada tahun ini. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Gerilyawan Taliban palak kantor media untuk biayai aksinya
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 13:25 WIB

Gerilyawan Taliban palak kantor media untuk biayai aksinya

Diduga untuk menambah pundi-pundi dalam membiayai aksinya, gerilyawan Taliban mengenakan pajak dengan cara mengancam sejumlah kantor-kantor berita di Afghanistan apabila ...
Setelah Marawi, Daes berpotensi rebut kota lain di Filipina
Peristiwa - Selasa, 20 Februari 2018 - 21:04 WIB

Setelah Marawi, Daes berpotensi rebut kota lain di Filipina

Pentolan Front Pembebasan Islam Moro (MILF), Murad Ebrahim mensinyalir Daes sebutan lain bagi kelompok militan Islamic State (ISIS) yang bercokol ...
900 Gerai KFC di Inggris Tutup, Ini Penyebabnya
Global - Selasa, 20 Februari 2018 - 09:19 WIB

900 Gerai KFC di Inggris Tutup, Ini Penyebabnya

Sebanyak 900 gerai KFC di Inggris terpaksa tutup untuk sementara.Hal itu karena mereka kekurangan bahan utama dari makanan cepat saji ...
AS Siapkan Dana 3,3 Miliar Dolar untuk Militer Israel
Global - Selasa, 13 Februari 2018 - 14:58 WIB

AS Siapkan Dana 3,3 Miliar Dolar untuk Militer Israel

Amerika Serikat menyiapkan dana USD3,3 miliar atau senilai Rp45 triliun untuk militer Israel.Hal itu diumumkan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat ...
Usai Olimpiade, Kim Jong Un Ingin Dialog Hangat dengan Seoul
Global - Selasa, 13 Februari 2018 - 09:32 WIB

Usai Olimpiade, Kim Jong Un Ingin Dialog Hangat dengan Seoul

Hubungan Korea Selatan dan Korea Utara telah lama dingin. Bahkan Korut terprovokasi meluncurkan rudal percobaan karena Amerika Serikat menggelar latihan ...
Siksa dan Bunuh Warga Rohingya, Pasukan Keamanan Myanmar Diadili
Global - Senin, 12 Februari 2018 - 08:26 WIB

Siksa dan Bunuh Warga Rohingya, Pasukan Keamanan Myanmar Diadili

Anggota pasukan keamanan Myanmar terbukti telah menyiksa dan menghilangkan nyawa 10 orang warga Rohingnya di Rakhine.Mereka kini akan menghadapi tindakan ...