Kamis, 22 Februari 2018 | 17.43 WIB
KiniNEWS>Dunia>Peristiwa>Korban tewas bom ambulans di Kabul capai 103 orang

Korban tewas bom ambulans di Kabul capai 103 orang

Senin, 29 Januari 2018 - 09:08 WIB

IMG-4886

Korban ledakan bom ambulans di Kabul, Afghanistan. FOTO: Reuters

Kabul, kini.co.id – Jumlah korban tewas dalam ledakan bom ambulans di Kabul, Afghanistan, Sabtu (27/1) terus bertambah.

Saat ini 103 orang dilaporkan tewas setelah sebelumnya 95 orang. Sedangkan korban luka juga bertambah menjadi 235 orang.

“Bom mobil besar mengguncang ibu kota Afghanistan, Sabtu pagi, menewaskan 103 orang dan melukai 235 lainnya,” demikian pernyataan Menteri Dalam Negeri, Wais Barmak, seperti dilansirABC News, Senin (29/1).

Taliban mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Bom ambulans ini tercatat sebagai salah satu serangan paling mematikan di Afghanistan pada tahun ini.

Polisi di Kabul menyatakan ledakan tersebut terjadi di dekat pintu masuk gedung Kementerian Dalam Negeri, berada di jalan raya yang selalu ramai oleh warga sebagai tempat berbelanja.

“Saya berada di toko, saya mendengar ledakan besar,” kata seorang penjaga toko yang menjadi saksi mata, kepada¬†ABC News, Haji Wali.

“Saya keluar dan membantu orang-orang terluka. Ada banyak orang terluka, orang-orang masih berbaring di jalan setapak dekat pertokoan,” kata Wali.

Menurut Associated Press, wakil juru bicara Kementerian Dalam Negeri Nasrat Rahim mengatakan penyerang tersebut menggunakan ambulans untuk melewati satu pos pemeriksaan keamanan dengan mengatakan kepada polisi bahwa dia sedang mengantar pasien ke rumah sakit terdekat. Dia meledakkan bahan peledak di pos pemeriksaan kedua.

Saksi mata di lokasi menyebut masih banyak korban yang belum dievakuasi dari lokasi kejadian.

“Saya membantu dan memindahkan sekitar 50 sampai 60 orang yang terluka. Saya baru saja kembali tapi ada banyak mayat yang masih terbaring di sana. Kami tidak bisa memindahkannya,” kata seorang pria yang berada di jalan, Parwaiz Ihsan.

Melalui akun Twitter-nya, Kepala Eksekutif Afghanistan, Abdullah, mengecam serangan tersebut sebagai ‘tindakan gila, tidak manusiawi, keji dan kejahatan perang’. Dia juga mendesak masyarakat internasional untuk mengambil tindakan lebih lanjut melawan terorisme.

Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Afghanistan, John Bass, juga mengecam serangan tersebut. Dia menggambarkan peristiwa itu sebagai “pemboman yang tidak masuk akal dan pengecut.”

“Pemerintahan saya dan saya berdiri bersama orang-orang pemberani di Afghanistan,” kata Bass dalam sebuah pernyataan. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Gerilyawan Taliban palak kantor media untuk biayai aksinya
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 13:25 WIB

Gerilyawan Taliban palak kantor media untuk biayai aksinya

Diduga untuk menambah pundi-pundi dalam membiayai aksinya, gerilyawan Taliban mengenakan pajak dengan cara mengancam sejumlah kantor-kantor berita di Afghanistan apabila ...
Setelah Marawi, Daes berpotensi rebut kota lain di Filipina
Peristiwa - Selasa, 20 Februari 2018 - 21:04 WIB

Setelah Marawi, Daes berpotensi rebut kota lain di Filipina

Pentolan Front Pembebasan Islam Moro (MILF), Murad Ebrahim mensinyalir Daes sebutan lain bagi kelompok militan Islamic State (ISIS) yang bercokol ...
900 Gerai KFC di Inggris Tutup, Ini Penyebabnya
Global - Selasa, 20 Februari 2018 - 09:19 WIB

900 Gerai KFC di Inggris Tutup, Ini Penyebabnya

Sebanyak 900 gerai KFC di Inggris terpaksa tutup untuk sementara.Hal itu karena mereka kekurangan bahan utama dari makanan cepat saji ...
AS Siapkan Dana 3,3 Miliar Dolar untuk Militer Israel
Global - Selasa, 13 Februari 2018 - 14:58 WIB

AS Siapkan Dana 3,3 Miliar Dolar untuk Militer Israel

Amerika Serikat menyiapkan dana USD3,3 miliar atau senilai Rp45 triliun untuk militer Israel.Hal itu diumumkan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat ...
Usai Olimpiade, Kim Jong Un Ingin Dialog Hangat dengan Seoul
Global - Selasa, 13 Februari 2018 - 09:32 WIB

Usai Olimpiade, Kim Jong Un Ingin Dialog Hangat dengan Seoul

Hubungan Korea Selatan dan Korea Utara telah lama dingin. Bahkan Korut terprovokasi meluncurkan rudal percobaan karena Amerika Serikat menggelar latihan ...
Siksa dan Bunuh Warga Rohingya, Pasukan Keamanan Myanmar Diadili
Global - Senin, 12 Februari 2018 - 08:26 WIB

Siksa dan Bunuh Warga Rohingya, Pasukan Keamanan Myanmar Diadili

Anggota pasukan keamanan Myanmar terbukti telah menyiksa dan menghilangkan nyawa 10 orang warga Rohingnya di Rakhine.Mereka kini akan menghadapi tindakan ...