Kamis, 22 Februari 2018 | 17.42 WIB
KiniNEWS>Dunia>Global>Cina ekspansi jalur Sutera hingga Kutub Utara

Cina ekspansi jalur Sutera hingga Kutub Utara

Sabtu, 27 Januari 2018 - 12:32 WIB

IMG-4884

Ekspansi Cina menggunakan jalur sutra ke kutub Utara. FOTO: Istimewa

Jakarta, kini.co.id – Cina menyatakan akan mendorong perusahaan-perusahaan untuk membangun prasarana dan melakukan pelayaran niaga serta pengiriman barang melintasi Kutub Utara (Arktik).

Rencana ini merupakan prakarsa Presiden Xi Jinping untuk mengembangkan proyek Jalur Sutera yang digagas sebagai program ekonomi jangka panjang. 

“China berharap dapat bekerja sama dengan semua pihak dalam membangun gagasan tersebut melalui pengembangan jalur pengiriman Kutub Utara,” catat dokumen buku putih Jalan Sutra Kutub yang dikeluarkan Kantor Penerangan Dewan Negara Cina, Jumat (26/1) dilansir Antara.

Rencana itu juga bertujuan menghubungkan Negeri Tirai Bambu dengan Eropa, Timur Tengah dan sekitarnya. Pembangunan prasarana besar di lusinan negara ini mencerminkan keinginan Xi supaya Cina mengambil peran kepemimpinan yang lebih menonjol di dunia internasional. 

Meski bukan termasuk negara di kawasan Kutub Utara, China semakin giat di wilayah es itu. Salah satu realisasinya adalah dengan menjadi anggota pengamat Dewan Kutub Utara pada 2013.

Pengiriman melalui jalur pelayaran Kutub Utara dilaporkan akan memangkas waktu hampir 20 hari dari waktu reguler yang menggunakan rute tradisional melalui Terusan Suez. 

Kawasan Arktik juga dipakai untuk menanamkan kepentingan proyek gas alam cair yang selama ini dikelola Rusia. Rusia diperkirakan memasok gas alam cair untuk China senilai empat juta ton per tahun. 

Ketenaran Cina yang semakin meningkat, menurut Wakil Menteri Luar Negeri Kong Xuanyou, memicu kekhawatiran negara di kawasan Kutub Utara. Dasarnya adalah tujuan strategis jangka panjang Cina, termasuk kemungkinan penempatan militer. 

“Beberapa orang mungkin memiliki keraguan atas partisipasi kami dalam pengembangan Kutub Utara, khawatir kita mungkin memiliki niat lain, atau bahwa kita akan menjarah sumber daya atau merusak lingkungan,” kata Xuanyou. 

“Saya yakin kekhawatiran semacam ini sama sekali tidak perlu,” ujarnya. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Gerilyawan Taliban palak kantor media untuk biayai aksinya
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 13:25 WIB

Gerilyawan Taliban palak kantor media untuk biayai aksinya

Diduga untuk menambah pundi-pundi dalam membiayai aksinya, gerilyawan Taliban mengenakan pajak dengan cara mengancam sejumlah kantor-kantor berita di Afghanistan apabila ...
Setelah Marawi, Daes berpotensi rebut kota lain di Filipina
Peristiwa - Selasa, 20 Februari 2018 - 21:04 WIB

Setelah Marawi, Daes berpotensi rebut kota lain di Filipina

Pentolan Front Pembebasan Islam Moro (MILF), Murad Ebrahim mensinyalir Daes sebutan lain bagi kelompok militan Islamic State (ISIS) yang bercokol ...
900 Gerai KFC di Inggris Tutup, Ini Penyebabnya
Global - Selasa, 20 Februari 2018 - 09:19 WIB

900 Gerai KFC di Inggris Tutup, Ini Penyebabnya

Sebanyak 900 gerai KFC di Inggris terpaksa tutup untuk sementara.Hal itu karena mereka kekurangan bahan utama dari makanan cepat saji ...
AS Siapkan Dana 3,3 Miliar Dolar untuk Militer Israel
Global - Selasa, 13 Februari 2018 - 14:58 WIB

AS Siapkan Dana 3,3 Miliar Dolar untuk Militer Israel

Amerika Serikat menyiapkan dana USD3,3 miliar atau senilai Rp45 triliun untuk militer Israel.Hal itu diumumkan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat ...
Usai Olimpiade, Kim Jong Un Ingin Dialog Hangat dengan Seoul
Global - Selasa, 13 Februari 2018 - 09:32 WIB

Usai Olimpiade, Kim Jong Un Ingin Dialog Hangat dengan Seoul

Hubungan Korea Selatan dan Korea Utara telah lama dingin. Bahkan Korut terprovokasi meluncurkan rudal percobaan karena Amerika Serikat menggelar latihan ...
Siksa dan Bunuh Warga Rohingya, Pasukan Keamanan Myanmar Diadili
Global - Senin, 12 Februari 2018 - 08:26 WIB

Siksa dan Bunuh Warga Rohingya, Pasukan Keamanan Myanmar Diadili

Anggota pasukan keamanan Myanmar terbukti telah menyiksa dan menghilangkan nyawa 10 orang warga Rohingnya di Rakhine.Mereka kini akan menghadapi tindakan ...