Kamis, 22 Februari 2018 | 17.44 WIB
KiniNEWS>Dunia>Global>Ditembak Tentara Israel Saat Bentrok, Pemuda Palestina Tewas

Ditembak Tentara Israel Saat Bentrok, Pemuda Palestina Tewas

Reporter : M. Zaki | Rabu, 17 Januari 2018 - 10:01 WIB

IMG-4881

Seorang warga Palestina melempar batu ke arah pasukan Israel paska Trump mengumumkan Yerusalem sebagai ibukota Israel. Reuters

Qalqiliya, kini.co.id – Tentara Israel melepaskan tembakan saat terjadi bentrok di wilayah Qalqiliya, pada Senin lalu (15/1).

Tembakan itu menyasar seorang pemuda Palestina berusia 28 tahun yang bernama Ahmad Abd al-Jaber Muhammad Salim.

Salim tewas karena mengalami luka kritis di kepalanya akibat tembakan itu.

Saksi mata mengatakan kepada Ma’an bahwa tentara Israel melepaskan tembakan ke arah Salim dari jarak kurang dari 20 meter.

Saksi mata juga menceritakan saat itu tentara Israel bahkan mencegah ambulans Palestina menjangkau Salim dengan menembakkan gas air mata ke ambulans dan paramedis.

Tak lama setelah Salim tertembak, pasukan Israel kemudian menutup jalan utama di Qalqiliya.

Sementara pemuda Palestina melemparkan batu ke kendaraan tentara Israel dan para pemukim Israel di jalan yang melewati kota terdekat Azzun.

“Dia mengalami luka kritis di kepala dengan peluru hidup saat bentrokan di kampung halamannya di Jayyous sebelum dia menyerah karena terluka parah,” ujar saksi mata.

Untuk informasi, Ahmad Abd al-Jaber Muhammad Salim merupakan seorang mahasiswa di Universitas Terbuka al-Quds di Qalqiliya dan sekretaris blokade Front Demokratik untuk Pembebasan Palestina (DFLP).

Ia pernah menjadi tahanan tentara Israel sebelum akhirnya dibebaskan pada 2016 lalu.

Tak lama setelah dia dibebaskan, dia mendaftar di universitas untuk melanjutkan studinya yang terganggu ketika di penjara.

Namun ia tewas di tangan tentara Israel bersama keempat pemuda Palestina lainnya yang juga tertembak oleh sejak awal 2018 ini.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Gerilyawan Taliban palak kantor media untuk biayai aksinya
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 13:25 WIB

Gerilyawan Taliban palak kantor media untuk biayai aksinya

Diduga untuk menambah pundi-pundi dalam membiayai aksinya, gerilyawan Taliban mengenakan pajak dengan cara mengancam sejumlah kantor-kantor berita di Afghanistan apabila ...
Setelah Marawi, Daes berpotensi rebut kota lain di Filipina
Peristiwa - Selasa, 20 Februari 2018 - 21:04 WIB

Setelah Marawi, Daes berpotensi rebut kota lain di Filipina

Pentolan Front Pembebasan Islam Moro (MILF), Murad Ebrahim mensinyalir Daes sebutan lain bagi kelompok militan Islamic State (ISIS) yang bercokol ...
900 Gerai KFC di Inggris Tutup, Ini Penyebabnya
Global - Selasa, 20 Februari 2018 - 09:19 WIB

900 Gerai KFC di Inggris Tutup, Ini Penyebabnya

Sebanyak 900 gerai KFC di Inggris terpaksa tutup untuk sementara.Hal itu karena mereka kekurangan bahan utama dari makanan cepat saji ...
AS Siapkan Dana 3,3 Miliar Dolar untuk Militer Israel
Global - Selasa, 13 Februari 2018 - 14:58 WIB

AS Siapkan Dana 3,3 Miliar Dolar untuk Militer Israel

Amerika Serikat menyiapkan dana USD3,3 miliar atau senilai Rp45 triliun untuk militer Israel.Hal itu diumumkan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat ...
Usai Olimpiade, Kim Jong Un Ingin Dialog Hangat dengan Seoul
Global - Selasa, 13 Februari 2018 - 09:32 WIB

Usai Olimpiade, Kim Jong Un Ingin Dialog Hangat dengan Seoul

Hubungan Korea Selatan dan Korea Utara telah lama dingin. Bahkan Korut terprovokasi meluncurkan rudal percobaan karena Amerika Serikat menggelar latihan ...
Siksa dan Bunuh Warga Rohingya, Pasukan Keamanan Myanmar Diadili
Global - Senin, 12 Februari 2018 - 08:26 WIB

Siksa dan Bunuh Warga Rohingya, Pasukan Keamanan Myanmar Diadili

Anggota pasukan keamanan Myanmar terbukti telah menyiksa dan menghilangkan nyawa 10 orang warga Rohingnya di Rakhine.Mereka kini akan menghadapi tindakan ...