Kamis, 22 Februari 2018 | 17.44 WIB
KiniNEWS>Dunia>Global>Palestina Tolak AS Sebagai Mediator Perdamaian dengan Israel

Palestina Tolak AS Sebagai Mediator Perdamaian dengan Israel

Reporter : M. Zaki | Senin, 15 Januari 2018 - 10:31 WIB

IMG-4878

Presiden Palestina Mahmoud Abbas. (Ist)

Ramallah, kini.co.id – Palestina memastikan tak akan menerima Amerika Serikat (AS) sebagai mediator perdamaian dengan Israel.

Hal ini menyusul keputusan Presiden AS Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel. Keputusan itu menyulut amarah Palestina dan negara Islam lainnya.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas menyatakan hanya akan menerima perundingan damai dengan Israel yang dilakukan melalui mediasi internasional. Abbas mengecualikan AS dalam mediasi internasional yang ia maksud.

“Biarkan mediasi ini dilakukan komunitas internasional yang terdiri dari beberapa negara. Bila AS saja, kami tidak terima,” ucap Abbas.

Dalam pertemuan dua hari badan tertinggi penentu kebijakan Palestina, Dewan Inti Palestina, Abbas dengan tegas menyatakan tidak akan menerima upaya apapun yang AS lakukan bagi Palestina dan tidak akan mau bergabung dalam forum mediasi yang disertai kriminalisasi.

Selain itu, pejabat Palestina juga menolak bertemu wakil Presiden AS Mike Pence saat ia dijadwalkan berkunjung ke Mesir, Yordania, dan Israel bulan ini.

Diketahui, sejak 2002 kuartet AS, Rusia, Uni Eropa, dan PBB terus mendorong perdamaian Israel-Palestina, tapi selalu gagal. Rekognisi Trump atas Jerusalem Timur sebagai ibukota Israel makin memicu protes Palestina.

Pembicaraan damai yang dimediasi AS bahkan terhenti sejak 2014.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Gerilyawan Taliban palak kantor media untuk biayai aksinya
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 13:25 WIB

Gerilyawan Taliban palak kantor media untuk biayai aksinya

Diduga untuk menambah pundi-pundi dalam membiayai aksinya, gerilyawan Taliban mengenakan pajak dengan cara mengancam sejumlah kantor-kantor berita di Afghanistan apabila ...
Setelah Marawi, Daes berpotensi rebut kota lain di Filipina
Peristiwa - Selasa, 20 Februari 2018 - 21:04 WIB

Setelah Marawi, Daes berpotensi rebut kota lain di Filipina

Pentolan Front Pembebasan Islam Moro (MILF), Murad Ebrahim mensinyalir Daes sebutan lain bagi kelompok militan Islamic State (ISIS) yang bercokol ...
900 Gerai KFC di Inggris Tutup, Ini Penyebabnya
Global - Selasa, 20 Februari 2018 - 09:19 WIB

900 Gerai KFC di Inggris Tutup, Ini Penyebabnya

Sebanyak 900 gerai KFC di Inggris terpaksa tutup untuk sementara.Hal itu karena mereka kekurangan bahan utama dari makanan cepat saji ...
AS Siapkan Dana 3,3 Miliar Dolar untuk Militer Israel
Global - Selasa, 13 Februari 2018 - 14:58 WIB

AS Siapkan Dana 3,3 Miliar Dolar untuk Militer Israel

Amerika Serikat menyiapkan dana USD3,3 miliar atau senilai Rp45 triliun untuk militer Israel.Hal itu diumumkan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat ...
Usai Olimpiade, Kim Jong Un Ingin Dialog Hangat dengan Seoul
Global - Selasa, 13 Februari 2018 - 09:32 WIB

Usai Olimpiade, Kim Jong Un Ingin Dialog Hangat dengan Seoul

Hubungan Korea Selatan dan Korea Utara telah lama dingin. Bahkan Korut terprovokasi meluncurkan rudal percobaan karena Amerika Serikat menggelar latihan ...
Siksa dan Bunuh Warga Rohingya, Pasukan Keamanan Myanmar Diadili
Global - Senin, 12 Februari 2018 - 08:26 WIB

Siksa dan Bunuh Warga Rohingya, Pasukan Keamanan Myanmar Diadili

Anggota pasukan keamanan Myanmar terbukti telah menyiksa dan menghilangkan nyawa 10 orang warga Rohingnya di Rakhine.Mereka kini akan menghadapi tindakan ...