Selasa, 23 Januari 2018 | 13.14 WIB
KiniNEWS>Dunia>Peristiwa>Belasan tahun buron, mantan bos Yakuza ditangkap usai foto tatonya viral

Belasan tahun buron, mantan bos Yakuza ditangkap usai foto tatonya viral

Jumat, 12 Januari 2018 - 16:29 WIB

IMG-4876

Shigeharu Shirai, mantan bos Yakuza Jepang ditangkap polisi Thailand usai foto tatonya viral. FOTO: AFP.

Thailand, kini.co.id – Mantan bos geng yakuza’ asal Jepang yang dituduh membunuh musuhnya sekitar 15 tahun lalu ditangkap di Thailand setelah foto tentang tato di seluruh tubuhnya beredar di media sosial.

Shigeharu Shirai, yang saat ini berusia 72 tahun itu selama belasan tahun tinggal di sebuah kota kecil yang tenang, Lopburi, di sebelah utara ibu kota Bangkok.

Menikah dengan perempuan Thailand, dia sepertinya sudah tak banyak berbeda dibanding warga setempat dengan pergi ke pasar, main catur bersama mereka, dan memperlihatkan tatonya.

Numun akibat tatonya yang kemudian dia jadi bisa dikenali lagi dan ditangkap, Rabu (10/01) malam waktu Thailand.

Foto tubuhnya yang penuh dengan tato berwarna-warni itu disebar lewat internet dan terlihat oleh pihak berwenang di Jepang. Mereka juga melihat jari kelingking kirinya tidak ada lagi, yang merupakan ciri Shirai lainnya.

Diambil oleh warga setempat, foto tato di tubuh Shirai itu kemudian disebar sampai 10.000 kali lebih di internet sebelum terpantau oleh polisi Jepang.

“Tersangka mengakui bahwa dia dulu adalah pemimpin salah satu cabang yakuza, Kodokai,” kata juru bicara Kepolisian Thaiand, Jenderal Wirachai Songmetta, seperti dikutip kantor berita AFP.

Jenderal Songmetta menambahkan bahwa Kodokai berkaitan dengan salah satu kelompok yakuza terbesar di Jepang, Yamaguchi-gumi.

Shirai didakwa memasuki Thailand secara gelap dan dideportasi ke Jepang untuk menghadapi dakwaan pembunuhan.

Selama tinggal di Lopburi, dia tidak tampil secara mencolok -namun mungkin lupa dengan tatonya- dan menerima uang dua sampai tiga kali dalam setahun dari pria Jepang yang mendatanginya.

Polisi menambahkan walau tidak mengakui pembunuhan yang dituduhkan padanya, dia mengakui bahwa korban, bos dari kelompok saingannya, ‘suka mem-¬†bully¬†-nya’.

Tujuh anggota Kodokai dilaporkan sudah ditangkap dan diganjar hukuman penjara 12 hingga 17 tahun terkait pembunuhan tersebut.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Dua WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf dibebaskan
Global - Minggu, 21 Januari 2018 - 09:24 WIB

Dua WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf dibebaskan

Dua warga negara Indonesia (WNI) yang diculik dan disandera oleh kelompok Abu Sayyaf di perairan Sabah sejak setahun yang lalu ...
Trump Sebut Rusia Tak Bantu AS Atasi Korut
Global - Kamis, 18 Januari 2018 - 13:39 WIB

Trump Sebut Rusia Tak Bantu AS Atasi Korut

Ketegangan di Semenanjung Korea masih terus berlanjut. Alih-alih menuju perdamaian, Presiden AS Donald Trump justru tak berhenti mengeluarkan pernyataan kontroversial ...
Ditembak Tentara Israel Saat Bentrok, Pemuda Palestina Tewas
Global - Rabu, 17 Januari 2018 - 10:01 WIB

Ditembak Tentara Israel Saat Bentrok, Pemuda Palestina Tewas

Tentara Israel melepaskan tembakan saat terjadi bentrok di wilayah Qalqiliya, pada Senin lalu (15/1).Tembakan itu menyasar seorang pemuda Palestina berusia ...
Disebut Trump Lubang Kotoran, Afrika Temui Wakil AS
Global - Senin, 15 Januari 2018 - 11:31 WIB

Disebut Trump Lubang Kotoran, Afrika Temui Wakil AS

Gara-gara komentar Presiden AS Donald Trump yang kasar, Afrika merasa tersinggung.Pasalnya, Trump menyebut Afrika sebagai lubang kotoran pada sebuah pernyataannya ...
Palestina Tolak AS Sebagai Mediator Perdamaian dengan Israel
Global - Senin, 15 Januari 2018 - 10:31 WIB

Palestina Tolak AS Sebagai Mediator Perdamaian dengan Israel

Palestina memastikan tak akan menerima Amerika Serikat (AS) sebagai mediator perdamaian dengan Israel.Hal ini menyusul keputusan Presiden AS Donald Trump ...
Ada Petisi Penolakan, Trump Batal Datang ke Inggris
Global - Jumat, 12 Januari 2018 - 09:16 WIB

Ada Petisi Penolakan, Trump Batal Datang ke Inggris

Akibat tindakannya yang kontroversial di media sosial, Presiden AS Donald Trump mendapat penolakan dari sejumlah warga Inggris.Bahkan ada petisi penolakan ...