Selasa, 23 Januari 2018 | 13.15 WIB
KiniNEWS>Dunia>Global>Dibocorkan Pembelot, Ini Sumber Kekayaan Sang Diktator Kim Jong Un

Dibocorkan Pembelot, Ini Sumber Kekayaan Sang Diktator Kim Jong Un

Reporter : Riki AB. | Selasa, 9 Januari 2018 - 14:53 WIB

IMG-4872

Kim Jong Un dan Istri. (Ist)

Seoul, kini.co.id – Kim Jong Un terkenal dengan cara kepemimpinannya yang diktator. Ia pun disebut memperkaya diri sendiri dan kaumnya dengan cara yang kejam.

Hingga seorang pembelot membocorkan bagaimana mereka bekerja untuk kemewahan pemimpin negara Korea Utara tersebut.

Seorang pembelot yang berhasil melarikan diri mengatakan Korea Utara membentuk sebuah perusahaan yang bertugas mengumpulkan uang untuk Kim Jong Un. Perusahaan ini diberi nama “Kantor 39″.

Ia mengatakan dana yang dihasilkan oleh perusahaan ini biasa disebut sebagai “dana revolusioner”.

“Kantor 39″ rupanya bertugas menjalankan jaringan perdagangan di seluruh dunia, baik secara resmi maupun tidak resmi.

Tak main-main, hasil dari perdagangan yang dilakukan pun mencapai sekitar USD 500 juta (sekitar Rp 6 triliun) sampai USD 2 miliar (Rp 26 triliun) dan dialirkan langsung ke Korea Utara. Dana itulah yang digunakan untuk mempertahankan kekuasaan Kim Jong Un ditengah-tengah usaha seluruh dunia untuk melumpuhkannya.

Sumber sendiri tadinya bekerja sebagai agen di Daesong Grup, sebuah perusahaan yang menguasai sebagian besar perdagangan Korea Utara. Ia ditugaskan untuk menjual gingseng, batu permata dan emas.

Ia mengatakan sebagian besar pekerja di perusahaan itu membantu mengelola dan menjual emas dari sungai dan tambang di Korea Utara ke pasar internasional. Barang-barang tersebut biasanya diselundupkan ke Tiongkok.

Pembelot tersebut mengungkapkan bahwa mereka sudah mulai putus asa. Sementara itu, “Kantor 39″ harus tetap beroperasi untuk memenuhi kebutuhan mewah Kim Jong Un dan kaumnya.

Oleh karena itu, mereka merubah strategi perdagangan menjadi kejahatan cuber demi terus mengalirkan uang.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Dua WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf dibebaskan
Global - Minggu, 21 Januari 2018 - 09:24 WIB

Dua WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf dibebaskan

Dua warga negara Indonesia (WNI) yang diculik dan disandera oleh kelompok Abu Sayyaf di perairan Sabah sejak setahun yang lalu ...
Trump Sebut Rusia Tak Bantu AS Atasi Korut
Global - Kamis, 18 Januari 2018 - 13:39 WIB

Trump Sebut Rusia Tak Bantu AS Atasi Korut

Ketegangan di Semenanjung Korea masih terus berlanjut. Alih-alih menuju perdamaian, Presiden AS Donald Trump justru tak berhenti mengeluarkan pernyataan kontroversial ...
Ditembak Tentara Israel Saat Bentrok, Pemuda Palestina Tewas
Global - Rabu, 17 Januari 2018 - 10:01 WIB

Ditembak Tentara Israel Saat Bentrok, Pemuda Palestina Tewas

Tentara Israel melepaskan tembakan saat terjadi bentrok di wilayah Qalqiliya, pada Senin lalu (15/1).Tembakan itu menyasar seorang pemuda Palestina berusia ...
Disebut Trump Lubang Kotoran, Afrika Temui Wakil AS
Global - Senin, 15 Januari 2018 - 11:31 WIB

Disebut Trump Lubang Kotoran, Afrika Temui Wakil AS

Gara-gara komentar Presiden AS Donald Trump yang kasar, Afrika merasa tersinggung.Pasalnya, Trump menyebut Afrika sebagai lubang kotoran pada sebuah pernyataannya ...
Palestina Tolak AS Sebagai Mediator Perdamaian dengan Israel
Global - Senin, 15 Januari 2018 - 10:31 WIB

Palestina Tolak AS Sebagai Mediator Perdamaian dengan Israel

Palestina memastikan tak akan menerima Amerika Serikat (AS) sebagai mediator perdamaian dengan Israel.Hal ini menyusul keputusan Presiden AS Donald Trump ...
Belasan tahun buron, mantan bos Yakuza ditangkap usai foto tatonya viral
Peristiwa - Jumat, 12 Januari 2018 - 16:29 WIB

Belasan tahun buron, mantan bos Yakuza ditangkap usai foto tatonya viral

Mantan bos geng yakuza' asal Jepang yang dituduh membunuh musuhnya sekitar 15 tahun lalu ditangkap di Thailand setelah foto ...