Selasa, 23 Januari 2018 | 13.07 WIB
KiniNEWS>Dunia>Global>Cuitannya Bikin Gaduh, Twitter Tak Berani Tutup Akun Trump

Cuitannya Bikin Gaduh, Twitter Tak Berani Tutup Akun Trump

Reporter : M. Zaki | Sabtu, 6 Januari 2018 - 09:45 WIB

IMG-4866

Presiden AS, Donald Trump. (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Presiden AS, Donald Trump terkenal dengan hobinya bercuit di Twitter. Bukan hanya kebijakan baru yang dituliskannya, tetapi juga sering pernyataan kontroversial yang membuat publik gaduh.

Salahsatunya terkait pernyataan soal nuklir Amerika yang jauh lebih dahsyat dari Korea Utara.

Selain itu, Trump juga pernah berkomentar rasis sehingga publik protes.

Warganet juga ramai-ramai melaporkan akun Trump dan mendesak Twitter Inc menutupnya.

Namun, perusahaan pimpinan Jack Dorsey itu sepertinya tak punya nyali untuk menutup akun pemimpin negara adidaya tersebut.

Twitter berdalih jika pihaknya menutup akun Trump, berarti mereka menutup akses berita dan informasi dari pemimpin dunia untuk khalayak ramai.

“Memblokir atau menghapus akun milik seorang pemimpin dunia dari Twitter berarti menyembunyikan informasi yang seharusnya dapat dilihat dan diperdebatkan oleh banyak orang,” kata Twitter, dalam sebuah postingan di blog korporasi.

Sebelumnya, Twitter juga mengungkap sejumlah faktor yang menjadi bahan pertimbangan Twitter sebelum menghapus sebuah cicitan. Pertimbangan itu antara lain aspek nilai berita dan berkaitan dengan kepentingan publik.

Sementara, Akun @realDonaldTrump telah memicu perdebatan sengit di Twitter setelah Trump menulis bahwa ia memiliki tombol nuklir yang kekuatannya jauh lebih besar dibanding milik pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un. Cicitan kontroversial Trump itu pun mendapat kritikan dari banyak pihak.

Ia dianggap telah menebar ancaman lewat media sosial. Trump juga dituding telah menyalahi aturan Twitter terkait ancaman kekerasan. Sejumlah warganet pun akhirnya memprotes aksi Trump tersebut ke markas besar Twitter.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Dua WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf dibebaskan
Global - Minggu, 21 Januari 2018 - 09:24 WIB

Dua WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf dibebaskan

Dua warga negara Indonesia (WNI) yang diculik dan disandera oleh kelompok Abu Sayyaf di perairan Sabah sejak setahun yang lalu ...
Trump Sebut Rusia Tak Bantu AS Atasi Korut
Global - Kamis, 18 Januari 2018 - 13:39 WIB

Trump Sebut Rusia Tak Bantu AS Atasi Korut

Ketegangan di Semenanjung Korea masih terus berlanjut. Alih-alih menuju perdamaian, Presiden AS Donald Trump justru tak berhenti mengeluarkan pernyataan kontroversial ...
Ditembak Tentara Israel Saat Bentrok, Pemuda Palestina Tewas
Global - Rabu, 17 Januari 2018 - 10:01 WIB

Ditembak Tentara Israel Saat Bentrok, Pemuda Palestina Tewas

Tentara Israel melepaskan tembakan saat terjadi bentrok di wilayah Qalqiliya, pada Senin lalu (15/1).Tembakan itu menyasar seorang pemuda Palestina berusia ...
Disebut Trump Lubang Kotoran, Afrika Temui Wakil AS
Global - Senin, 15 Januari 2018 - 11:31 WIB

Disebut Trump Lubang Kotoran, Afrika Temui Wakil AS

Gara-gara komentar Presiden AS Donald Trump yang kasar, Afrika merasa tersinggung.Pasalnya, Trump menyebut Afrika sebagai lubang kotoran pada sebuah pernyataannya ...
Palestina Tolak AS Sebagai Mediator Perdamaian dengan Israel
Global - Senin, 15 Januari 2018 - 10:31 WIB

Palestina Tolak AS Sebagai Mediator Perdamaian dengan Israel

Palestina memastikan tak akan menerima Amerika Serikat (AS) sebagai mediator perdamaian dengan Israel.Hal ini menyusul keputusan Presiden AS Donald Trump ...
Belasan tahun buron, mantan bos Yakuza ditangkap usai foto tatonya viral
Peristiwa - Jumat, 12 Januari 2018 - 16:29 WIB

Belasan tahun buron, mantan bos Yakuza ditangkap usai foto tatonya viral

Mantan bos geng yakuza' asal Jepang yang dituduh membunuh musuhnya sekitar 15 tahun lalu ditangkap di Thailand setelah foto ...