Selasa, 23 Januari 2018 | 13.07 WIB
KiniNEWS>Dunia>Global>Terus Panasi Iran, AS Bantah Negaranya di Balik Demonstrasi

Terus Panasi Iran, AS Bantah Negaranya di Balik Demonstrasi

Reporter : Fauzan | Kamis, 4 Januari 2018 - 09:21 WIB

IMG-4862

Presiden Iran, Hassan Rouhani. (Ist)

Washington, kini.co.id – Amerika Serikat (AS) terus memberikan dukungan dan dorongan terhadap pengunjukrasa anti pemerintah Iran. Gelombang demonstrasi itu telah berlangsung sejak pekan lalu dan memakan korban jiwa.

Sehingga AS meminta PBB untuk menggelar sidang darurat terkait aksi demontrasi tersebut.

“Kita tidak boleh diam, rakyat Iran menangis untuk kebebasan. Semua orang yang mencintai kebebasan harus mendukung tujuan mereka,” kata Duta Besar AS untuk PBB, Nikki Haley, di markas PBB di New York, seperti dikutip di Anadolu Agency, Rabu (3/1).

Dukungan itu pun datang dari kicauan Presiden AS Donald Trump dan Wakilnya Mike Pence di twitter. Keduanya seolah memanfaatkan gelombang demonstasi untuk menekan pemerintahan Presiden Irak Hussein Rouhani.

Begitupun, Haley menyangkal negaranya ada di balik aksi unjuk rasa Iran.

“Kita semua tahu itu omong kosong belaka. Demonstrasi tersebut benar-benar spontan, hampir di setiap kota di Iran. (Demonstrasi) ini adalah gambaran yang tepat tentang orang-orang yang telah lama tertindas bangkit melawan kediktatoran mereka,” kata Haley.

Menurut laporan media-media setempat, korban tewas dalam aksi unjuk rasa di berbagai kota di Iran telah mencapai 23 orang. Sedangkan 500 pengunjuk rasa juga telah ditangkap kepolisian Iran termasuk 200 orang di Teheran.

Penangkapan juga dilaporkan terjadi di Provinsi Arak, Isfahan dan Robat Karim, serta Azerbaijan Barat.

Media pemerintah Iran juga menayangkan demonstrasi propemerintah di kota-kota di seluruh negeri pada Rabu (3/1).

Demonstrasi tandingan itu dilakukan setelah Ayatollah Ali Khamenei menuding pihak-pihak asing ikut campur dalam aksi protes beberapa hari belakangan dalam pidato pada Selasa (2/1).

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Dua WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf dibebaskan
Global - Minggu, 21 Januari 2018 - 09:24 WIB

Dua WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf dibebaskan

Dua warga negara Indonesia (WNI) yang diculik dan disandera oleh kelompok Abu Sayyaf di perairan Sabah sejak setahun yang lalu ...
Trump Sebut Rusia Tak Bantu AS Atasi Korut
Global - Kamis, 18 Januari 2018 - 13:39 WIB

Trump Sebut Rusia Tak Bantu AS Atasi Korut

Ketegangan di Semenanjung Korea masih terus berlanjut. Alih-alih menuju perdamaian, Presiden AS Donald Trump justru tak berhenti mengeluarkan pernyataan kontroversial ...
Ditembak Tentara Israel Saat Bentrok, Pemuda Palestina Tewas
Global - Rabu, 17 Januari 2018 - 10:01 WIB

Ditembak Tentara Israel Saat Bentrok, Pemuda Palestina Tewas

Tentara Israel melepaskan tembakan saat terjadi bentrok di wilayah Qalqiliya, pada Senin lalu (15/1).Tembakan itu menyasar seorang pemuda Palestina berusia ...
Disebut Trump Lubang Kotoran, Afrika Temui Wakil AS
Global - Senin, 15 Januari 2018 - 11:31 WIB

Disebut Trump Lubang Kotoran, Afrika Temui Wakil AS

Gara-gara komentar Presiden AS Donald Trump yang kasar, Afrika merasa tersinggung.Pasalnya, Trump menyebut Afrika sebagai lubang kotoran pada sebuah pernyataannya ...
Palestina Tolak AS Sebagai Mediator Perdamaian dengan Israel
Global - Senin, 15 Januari 2018 - 10:31 WIB

Palestina Tolak AS Sebagai Mediator Perdamaian dengan Israel

Palestina memastikan tak akan menerima Amerika Serikat (AS) sebagai mediator perdamaian dengan Israel.Hal ini menyusul keputusan Presiden AS Donald Trump ...
Belasan tahun buron, mantan bos Yakuza ditangkap usai foto tatonya viral
Peristiwa - Jumat, 12 Januari 2018 - 16:29 WIB

Belasan tahun buron, mantan bos Yakuza ditangkap usai foto tatonya viral

Mantan bos geng yakuza' asal Jepang yang dituduh membunuh musuhnya sekitar 15 tahun lalu ditangkap di Thailand setelah foto ...