Selasa, 23 Januari 2018 | 13.08 WIB
KiniNEWS>Dunia>Global>Terkait Yerusalem, Trump Hentikan Bantuan Dana AS ke Palestina

Terkait Yerusalem, Trump Hentikan Bantuan Dana AS ke Palestina

Reporter : Ary Syahputra | Rabu, 3 Januari 2018 - 10:03 WIB

IMG-4860

Donald Trump. (Ist)

Washington, kini.co.id – Amerika Serikat dibawah pimpinan Donald Trump benar-benar menunjukkan wajah aslinya kepada Palestina dan dunia. Di tengah upaya perdamaian di Palestina-Israel AS telah membuat kegaduhan soal Yerusalem.

Ditentang, AS kini mengancam akan mencabut pendanaan terhadap negara-negara yang menolak keputusan sepihaknya itu, termasuk Palestina.

Presiden AS, Donald Trump mengatakan lewat twitternya akan menghentikan bantuan dana ke sejumlah negara Islam termasuk Pakistan dan Palestina.

Menurutnya, AS tidak perlu lagi membiayai Palestina karena menentang keputusannya terkait Yerusalem.

“Bukan hanya Pakistan yang kami bayar miliaran dolar, tapi juga banyak negara lagi lainnya. Sebagai contoh, kami membayar rakyat Palestina ratusan juta dolar setahun dan tidak mendapatkan penghargaan atau kepedulian. Mereka tidak ingin melakukan negosiasi yang sudah lama tertunda…. Perpanjian damai dengan Israel. Kami telah mengambil Yerusalem, bagian terberat dari negosiasi, tapi Israel, untuk itu, harus membayar lebih. Tapi dengan rakyat Palestina tidak lagi mau berunding damai, mengapa kami harus melakukan pembiayaan masa depan yang besar ini kepada mereka?” lanjut Trump.

Diketahui, Palestina melakukan demonstrasi yang berujung bentrok setelah keputusan Trump secara sepihak mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel.

Keputusan tersebut ditentang dunia dan PBB karena dianggap merugikan Palestina yang bertahun-tahun mempertahankan tanah mereka.

AS sendiri memang mengirimkan bantuan dana kepada Palestina sebesar 300 juta Dolar AS setiap tahun.

Jumlah itu jauh lebih kecil dibandingkan bantuan Paman Sam yang diberikan buat Israel berjumlah 3,1 miliar dolar AS.

Tahun depan bantuan ke otoritas Zionis bahkan mencapai 3,8 miliar dolar AS.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Dua WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf dibebaskan
Global - Minggu, 21 Januari 2018 - 09:24 WIB

Dua WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf dibebaskan

Dua warga negara Indonesia (WNI) yang diculik dan disandera oleh kelompok Abu Sayyaf di perairan Sabah sejak setahun yang lalu ...
Trump Sebut Rusia Tak Bantu AS Atasi Korut
Global - Kamis, 18 Januari 2018 - 13:39 WIB

Trump Sebut Rusia Tak Bantu AS Atasi Korut

Ketegangan di Semenanjung Korea masih terus berlanjut. Alih-alih menuju perdamaian, Presiden AS Donald Trump justru tak berhenti mengeluarkan pernyataan kontroversial ...
Ditembak Tentara Israel Saat Bentrok, Pemuda Palestina Tewas
Global - Rabu, 17 Januari 2018 - 10:01 WIB

Ditembak Tentara Israel Saat Bentrok, Pemuda Palestina Tewas

Tentara Israel melepaskan tembakan saat terjadi bentrok di wilayah Qalqiliya, pada Senin lalu (15/1).Tembakan itu menyasar seorang pemuda Palestina berusia ...
Disebut Trump Lubang Kotoran, Afrika Temui Wakil AS
Global - Senin, 15 Januari 2018 - 11:31 WIB

Disebut Trump Lubang Kotoran, Afrika Temui Wakil AS

Gara-gara komentar Presiden AS Donald Trump yang kasar, Afrika merasa tersinggung.Pasalnya, Trump menyebut Afrika sebagai lubang kotoran pada sebuah pernyataannya ...
Palestina Tolak AS Sebagai Mediator Perdamaian dengan Israel
Global - Senin, 15 Januari 2018 - 10:31 WIB

Palestina Tolak AS Sebagai Mediator Perdamaian dengan Israel

Palestina memastikan tak akan menerima Amerika Serikat (AS) sebagai mediator perdamaian dengan Israel.Hal ini menyusul keputusan Presiden AS Donald Trump ...
Belasan tahun buron, mantan bos Yakuza ditangkap usai foto tatonya viral
Peristiwa - Jumat, 12 Januari 2018 - 16:29 WIB

Belasan tahun buron, mantan bos Yakuza ditangkap usai foto tatonya viral

Mantan bos geng yakuza' asal Jepang yang dituduh membunuh musuhnya sekitar 15 tahun lalu ditangkap di Thailand setelah foto ...