Selasa, 23 Januari 2018 | 13.06 WIB
KiniNEWS>Dunia>Peristiwa>Israel perpanjang penahanan Ahed Tamimi

Israel perpanjang penahanan Ahed Tamimi

Sabtu, 30 Desember 2017 - 07:47 WIB

IMG-4853

Ahed al- Tamimi (tengah) gadis Palestina pemberani menjalani sidang, Kamis (29/12) di Pengadilan Israel. FOTO: Talarabiya.

Ramallah, kini.co.id – Pengadilan Israel memperpanjang masa penahanan Ahed al-Tamimi gadis Palestina pemberani dan ibunya Neriman selama lima hari untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

Dalam video yang direkam pekan lalu, dua remaja Palestina, salah seorang di antaranya Ahed, mendorong, menendang dan menampar dua tentara Israel, rekaman yang diambil dengan telepon seluler di desa Nabi Saleh di Tapi Barat, yang diduduki Israel.

Video lainnya menunjukkan Ahed menyuruh dua tentara Israel, yang berdiri di tangga rumah mereka, untuk pergi.

Insiden itu terjadi saat bentrokan terjadi di Tepi Barat Jumat (15/12) lalu menentang pengakuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel

Persidangan Ahed digelar di Pengadilan Militer Ofer di bagian barat kota Ramallah, Kamis (28/12) kemarin ditulis Anadolu.

Atas keberatan pengacara keluarga, pengadilan hanya memutuskan pembebasan sepupu Ahed, Nour untuk 48 jam dengan jaminan uang USD 1.800.

Tentara Israel menangkap Ahed pada Selasa (19/12) di kediamannya di Ramallah.

Sementara ibunya ditahan tentara Israel saat mendatangi unit penahanan di timur Ramallah untuk mencari informasi mengenai putrinya.

Pada Senin (25/12) Pengadilan Militer Ofer memperpanjang masa penahanan keluarga al-Tamimi selama empat hari.

Ahed dianugerahi “Penghargaan Keberanian Hanzala” oleh Pemerintah Turki karena menentang tentara Israel yang menangkap saudara laki-lakinya pada tahun 2012.

Recep Tayyip Erdogan, yang saat itu menjabat sebagai Perdana Menteri Turki, bersama istrinya menemui Ahed untuk menyampaikan kekaguman atas keberaniannya.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Dua WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf dibebaskan
Global - Minggu, 21 Januari 2018 - 09:24 WIB

Dua WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf dibebaskan

Dua warga negara Indonesia (WNI) yang diculik dan disandera oleh kelompok Abu Sayyaf di perairan Sabah sejak setahun yang lalu ...
Trump Sebut Rusia Tak Bantu AS Atasi Korut
Global - Kamis, 18 Januari 2018 - 13:39 WIB

Trump Sebut Rusia Tak Bantu AS Atasi Korut

Ketegangan di Semenanjung Korea masih terus berlanjut. Alih-alih menuju perdamaian, Presiden AS Donald Trump justru tak berhenti mengeluarkan pernyataan kontroversial ...
Ditembak Tentara Israel Saat Bentrok, Pemuda Palestina Tewas
Global - Rabu, 17 Januari 2018 - 10:01 WIB

Ditembak Tentara Israel Saat Bentrok, Pemuda Palestina Tewas

Tentara Israel melepaskan tembakan saat terjadi bentrok di wilayah Qalqiliya, pada Senin lalu (15/1).Tembakan itu menyasar seorang pemuda Palestina berusia ...
Disebut Trump Lubang Kotoran, Afrika Temui Wakil AS
Global - Senin, 15 Januari 2018 - 11:31 WIB

Disebut Trump Lubang Kotoran, Afrika Temui Wakil AS

Gara-gara komentar Presiden AS Donald Trump yang kasar, Afrika merasa tersinggung.Pasalnya, Trump menyebut Afrika sebagai lubang kotoran pada sebuah pernyataannya ...
Palestina Tolak AS Sebagai Mediator Perdamaian dengan Israel
Global - Senin, 15 Januari 2018 - 10:31 WIB

Palestina Tolak AS Sebagai Mediator Perdamaian dengan Israel

Palestina memastikan tak akan menerima Amerika Serikat (AS) sebagai mediator perdamaian dengan Israel.Hal ini menyusul keputusan Presiden AS Donald Trump ...
Belasan tahun buron, mantan bos Yakuza ditangkap usai foto tatonya viral
Peristiwa - Jumat, 12 Januari 2018 - 16:29 WIB

Belasan tahun buron, mantan bos Yakuza ditangkap usai foto tatonya viral

Mantan bos geng yakuza' asal Jepang yang dituduh membunuh musuhnya sekitar 15 tahun lalu ditangkap di Thailand setelah foto ...