Selasa, 23 Januari 2018 | 13.03 WIB
KiniNEWS>Dunia>Global>Veto AS soal Yerusalem di PBB, Indonesia: Sudah bisa ditebak

Veto AS soal Yerusalem di PBB, Indonesia: Sudah bisa ditebak

Reporter : Riki AB. | Selasa, 19 Desember 2017 - 19:20 WIB

IMG-4837

Utusan AS untuk PBB Nikki Haley mengangkat tangannya saat sidang DK-PBB yang membahas resolusi tentang Yerusalem, Senin (18/12). FOTO: Anadolu Agency/Mohammad Elshamy.

Jakarta, kini.co.id – Indonesia sudah bisa menebak langkah Amerika Serikat (AS) memveto resolusi Dewan Kemanan Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) yang menolak penempatan fasilitas diplomasi di kota Yerusalem.

Wakil Menteri Luar Negeri A.M Fachir menegaskan Indonesia tetap bersyukur 14 dari 15 anggota Dewan Keamanan PBB menyetujui resolusi meski diveto AS.

Indonesia akan terus berjuang agar PBB membatalkan keputusan AS dan melindungi Yerusalem.

“Kita akan maju ke sidang khusus majelis umum PBB untuk membahas hal yang sama karena di sana tidak ada veto,” ujar Fachir di Jakarta, Selasa (19/12).

Fachir menjelaskan Indonesia akan menggalang dukungan banyak negara untuk berjuang membatalkan keputusan AS soal Yerusalem.

“Kita akan mulai dari OKI dan Gerakan Non Blok untuk memajukan rancangan resolusi dan Indonesia akan menjadi co-sponsor dalam resolusi tersebut,” jelas Fachri

Tahun lalu, di bawah pemerintahan Presiden Barack Obama, AS memilih abstain dari resolusi PBB yang mengutuk pembangunan pemukiman Israel, sehingga resolusi itu bisa dikeluarkan PBB.

AS adalah sekutu terbesar Israel yang memberikan negara tersebut lebih dari USD 3 miliar bantuan militer per tahun. AS juga terus menggunakan hak veto di DK-PBB untuk melindungi Israel dari kecaman dunia internasional.

AS adalah satu dari lima negara anggota tetap DK-PBB dan memiliki hak untuk menjatuhkan veto pada resolusi dewan yang dikehendakinya.

Sebelumnya dari 15 anggota Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB), 14 di antaranya mendukung draft resolusi soal penolakan pengakuan status Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Hanya AS satu-satunya penolak draft resolusi yang kemudian dilanjutkan dengan mengeluarkan hak veto nya.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Dua WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf dibebaskan
Global - Minggu, 21 Januari 2018 - 09:24 WIB

Dua WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf dibebaskan

Dua warga negara Indonesia (WNI) yang diculik dan disandera oleh kelompok Abu Sayyaf di perairan Sabah sejak setahun yang lalu ...
Trump Sebut Rusia Tak Bantu AS Atasi Korut
Global - Kamis, 18 Januari 2018 - 13:39 WIB

Trump Sebut Rusia Tak Bantu AS Atasi Korut

Ketegangan di Semenanjung Korea masih terus berlanjut. Alih-alih menuju perdamaian, Presiden AS Donald Trump justru tak berhenti mengeluarkan pernyataan kontroversial ...
Ditembak Tentara Israel Saat Bentrok, Pemuda Palestina Tewas
Global - Rabu, 17 Januari 2018 - 10:01 WIB

Ditembak Tentara Israel Saat Bentrok, Pemuda Palestina Tewas

Tentara Israel melepaskan tembakan saat terjadi bentrok di wilayah Qalqiliya, pada Senin lalu (15/1).Tembakan itu menyasar seorang pemuda Palestina berusia ...
Disebut Trump Lubang Kotoran, Afrika Temui Wakil AS
Global - Senin, 15 Januari 2018 - 11:31 WIB

Disebut Trump Lubang Kotoran, Afrika Temui Wakil AS

Gara-gara komentar Presiden AS Donald Trump yang kasar, Afrika merasa tersinggung.Pasalnya, Trump menyebut Afrika sebagai lubang kotoran pada sebuah pernyataannya ...
Palestina Tolak AS Sebagai Mediator Perdamaian dengan Israel
Global - Senin, 15 Januari 2018 - 10:31 WIB

Palestina Tolak AS Sebagai Mediator Perdamaian dengan Israel

Palestina memastikan tak akan menerima Amerika Serikat (AS) sebagai mediator perdamaian dengan Israel.Hal ini menyusul keputusan Presiden AS Donald Trump ...
Belasan tahun buron, mantan bos Yakuza ditangkap usai foto tatonya viral
Peristiwa - Jumat, 12 Januari 2018 - 16:29 WIB

Belasan tahun buron, mantan bos Yakuza ditangkap usai foto tatonya viral

Mantan bos geng yakuza' asal Jepang yang dituduh membunuh musuhnya sekitar 15 tahun lalu ditangkap di Thailand setelah foto ...