Selasa, 23 Januari 2018 | 13.06 WIB
KiniNEWS>Dunia>Global>Bebas Keliling Dunia, Transgender Tak Boleh Berhaji dan Umroh

Bebas Keliling Dunia, Transgender Tak Boleh Berhaji dan Umroh

Reporter : M. Zaki | Senin, 18 Desember 2017 - 08:34 WIB

IMG-4832

Jamaah haji Indonesia. (Ist)

Islamabad, kini.co.id – Komunitas transender di Pakistan merasa didiskriminasi karena tak bisa melakukan ibadah haji dan umroh.

Pasalnya di paspor mereka tertulis X dalam kolom jenis kelamin yang berarti transgender.

Di satu sisi, tanda X di kolom jenis kelamin merupakan pengakuan pemerintah terhadap status mereka, namun di satu sisi mereka menganggap itu memberangus hak ibadah mereka.

“Saya mengetahui permohonan visa ditolak hanya karena saya adalah orang transgender. Sungguh mengejutkan,” kata seorang anggota komunitas transgender Shakeel Ahmed dilansir dari The Express Tribune, Senin (18/12/2017).

Ia berencana melakukan perjalanan ibadah umrah ke Tanah Suci. Ia melepaskan karir menarinya dan bergabung dengan Tablighi Jamaat demi melepas kerinduan pada Kabah di Tanah Suci.

Namun, permohonan visa yang mencantumkan X di kolom jenis kelamin, ditolak. Simbol X dalam CNIC dan paspornya menunjukkan jenis kelamin non-biner.

Sementara, aktivis transgender Farzana Jan menilai, simbol itu menjadi pengakuan sah pemerintah terhadap transgender.

Namun, menurut dia, pencantuman simbol itu merampas hak masyarakat beribadah, seperti haji dan umrah.

“Saya bisa berkeliling dunia sambil memiliki paspor dengan X di kolom gender, tapi saya tidak bisa melakukan haji atau umrah. Ini menyedihkan,” ujar Jan.

Seorang pejabat senior di Kementerian Agama yang tidak ingin disebutkan namanya, mengatakan, direktoratnya belum mendapat petunjuk pemerintah memasukkan pilihan X dalam kolom gender di formulir haji.

Ia mengatakan mereka bisa berhaji jika dalam paspornya dicantumkan jenis kelamin laki-laki atau perempuan, bukan X.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Dua WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf dibebaskan
Global - Minggu, 21 Januari 2018 - 09:24 WIB

Dua WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf dibebaskan

Dua warga negara Indonesia (WNI) yang diculik dan disandera oleh kelompok Abu Sayyaf di perairan Sabah sejak setahun yang lalu ...
Trump Sebut Rusia Tak Bantu AS Atasi Korut
Global - Kamis, 18 Januari 2018 - 13:39 WIB

Trump Sebut Rusia Tak Bantu AS Atasi Korut

Ketegangan di Semenanjung Korea masih terus berlanjut. Alih-alih menuju perdamaian, Presiden AS Donald Trump justru tak berhenti mengeluarkan pernyataan kontroversial ...
Ditembak Tentara Israel Saat Bentrok, Pemuda Palestina Tewas
Global - Rabu, 17 Januari 2018 - 10:01 WIB

Ditembak Tentara Israel Saat Bentrok, Pemuda Palestina Tewas

Tentara Israel melepaskan tembakan saat terjadi bentrok di wilayah Qalqiliya, pada Senin lalu (15/1).Tembakan itu menyasar seorang pemuda Palestina berusia ...
Disebut Trump Lubang Kotoran, Afrika Temui Wakil AS
Global - Senin, 15 Januari 2018 - 11:31 WIB

Disebut Trump Lubang Kotoran, Afrika Temui Wakil AS

Gara-gara komentar Presiden AS Donald Trump yang kasar, Afrika merasa tersinggung.Pasalnya, Trump menyebut Afrika sebagai lubang kotoran pada sebuah pernyataannya ...
Palestina Tolak AS Sebagai Mediator Perdamaian dengan Israel
Global - Senin, 15 Januari 2018 - 10:31 WIB

Palestina Tolak AS Sebagai Mediator Perdamaian dengan Israel

Palestina memastikan tak akan menerima Amerika Serikat (AS) sebagai mediator perdamaian dengan Israel.Hal ini menyusul keputusan Presiden AS Donald Trump ...
Belasan tahun buron, mantan bos Yakuza ditangkap usai foto tatonya viral
Peristiwa - Jumat, 12 Januari 2018 - 16:29 WIB

Belasan tahun buron, mantan bos Yakuza ditangkap usai foto tatonya viral

Mantan bos geng yakuza' asal Jepang yang dituduh membunuh musuhnya sekitar 15 tahun lalu ditangkap di Thailand setelah foto ...