Selasa, 23 Januari 2018 | 13.13 WIB
KiniNEWS>Dunia>Global>Ada Konflik Rohingya, Penghargaan Pemimpin Myanmar Suu Kyi Dicabut

Ada Konflik Rohingya, Penghargaan Pemimpin Myanmar Suu Kyi Dicabut

Reporter : M. Zaki | Kamis, 14 Desember 2017 - 13:21 WIB

IMG-4818

Aung San Suu Kyi (kininews/ist)

Dublin, kini.co.id – Penindasannyang dilakukan militer Myanmar terhadap suku Rohingya di Rakhine membuat dunia marah. Terlebih sebelumnya pemimpin negara itu mendapatkan penghargaan terkait perdamaian.

Akibatnya, salahsatu penghargaan yang diperolehnya dari dewan Dublin yakni Freedom of the City of Dublin dicabut.

Dilansir dari The Guardian, Kamis (14/12) pencabutan penghargaan itu karena Suu Kyi dianggap gagal membela hak minoritas Rohingya di negaranya.

Anggota dewan Cieran Perry, dikutip dari Independen Irlandia mengatakan pencabutan penghargaan itu untuk menghormati seluruh penduduk Myanmar termasuk minoritas.

“Penindasan harian orang-orang Rohingya tidak dapat diizinkan dilanjutkan dan jika pencabutan kehormatan ini memberikan kontribusi dan tekanan pada pemerintah Myanmar untuk menghormati sesama warga negara mereka, maka akan dilakukan,” ujarnya.

Selain itu pencabutan penghargaan ini setelah sebulan sebelumnya musisi Bob Geldof mengembalikan penghargaannya ke balai kota Dublin sebagai bentuk penentangan terhadap Suu Kyi.

Sebagian besar anggota dewan mendukung langkah mencabut penghargaan Freedom of the City of Dublin, dengan 59 suara mendukung, dua menentang dan satu abstain.

Keputusan ini juga datang setelah lebih dari 620 ribu minoritas Muslim Rohingya Myanmar melarikan diri menyeberangi perbatasan ke Bangladesh. Mereka melarikan diri dari tindakan keras oleh tentara yang menurut para pengungsi melakukan pembunuhan, pemerkosaan dan pembakaran.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Dua WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf dibebaskan
Global - Minggu, 21 Januari 2018 - 09:24 WIB

Dua WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf dibebaskan

Dua warga negara Indonesia (WNI) yang diculik dan disandera oleh kelompok Abu Sayyaf di perairan Sabah sejak setahun yang lalu ...
Trump Sebut Rusia Tak Bantu AS Atasi Korut
Global - Kamis, 18 Januari 2018 - 13:39 WIB

Trump Sebut Rusia Tak Bantu AS Atasi Korut

Ketegangan di Semenanjung Korea masih terus berlanjut. Alih-alih menuju perdamaian, Presiden AS Donald Trump justru tak berhenti mengeluarkan pernyataan kontroversial ...
Ditembak Tentara Israel Saat Bentrok, Pemuda Palestina Tewas
Global - Rabu, 17 Januari 2018 - 10:01 WIB

Ditembak Tentara Israel Saat Bentrok, Pemuda Palestina Tewas

Tentara Israel melepaskan tembakan saat terjadi bentrok di wilayah Qalqiliya, pada Senin lalu (15/1).Tembakan itu menyasar seorang pemuda Palestina berusia ...
Disebut Trump Lubang Kotoran, Afrika Temui Wakil AS
Global - Senin, 15 Januari 2018 - 11:31 WIB

Disebut Trump Lubang Kotoran, Afrika Temui Wakil AS

Gara-gara komentar Presiden AS Donald Trump yang kasar, Afrika merasa tersinggung.Pasalnya, Trump menyebut Afrika sebagai lubang kotoran pada sebuah pernyataannya ...
Palestina Tolak AS Sebagai Mediator Perdamaian dengan Israel
Global - Senin, 15 Januari 2018 - 10:31 WIB

Palestina Tolak AS Sebagai Mediator Perdamaian dengan Israel

Palestina memastikan tak akan menerima Amerika Serikat (AS) sebagai mediator perdamaian dengan Israel.Hal ini menyusul keputusan Presiden AS Donald Trump ...
Belasan tahun buron, mantan bos Yakuza ditangkap usai foto tatonya viral
Peristiwa - Jumat, 12 Januari 2018 - 16:29 WIB

Belasan tahun buron, mantan bos Yakuza ditangkap usai foto tatonya viral

Mantan bos geng yakuza' asal Jepang yang dituduh membunuh musuhnya sekitar 15 tahun lalu ditangkap di Thailand setelah foto ...