Selasa, 23 Januari 2018 | 13.13 WIB
KiniNEWS>Dunia>Global>Erdogan kecam langkah AS soal Yerusalem di Pertemuan OKI

Erdogan kecam langkah AS soal Yerusalem di Pertemuan OKI

Rabu, 13 Desember 2017 - 23:58 WIB

IMG-4815

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berpidato dalam sesi pembukaan pertemuan puncak Organisasi Konferensi Islam (OIC) di Pusat Konvensi dan Pameran Internasional Lutfi Kirdar di Istanbul, Turki, Rabu (13/12). FOTO: TRT

Istanbul, kini.co.id – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengajak semua negara yang mengikuti hukum internasional untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Palestina “yang dijajah”.

Erdogan memberi pernyataan itu pada Pertemuan Luar Biasa Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Istanbul, Turki, Rabu (13/12) dilansir Anadolu.

“Saya mengundang negara-negara yang mengikuti hukum internasional, untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota negara Palestina yang ‘berada di bawah jajahan’,” tegas Erdogan.

Sebagai Presiden OKI saat ini, Erdogan mengatakan bahwa keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tentang Yerusalem merupakan ancaman bagi semua umat manusia, termasuk AS.

Erdogan juga menyatakan Israel adalah negara penjajah dan negara teroris atas tindakan penangkapan serta penganiayaan terhadap anak.

“Jika ini bukan penjajah, bukan teroris, apa ada penjelasan lain untuk ini?” ujar Erdogan.

Erdogan berterima kasih kepada seluruh negara yang tidak menerima langkah AS mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

“Hanya Israel yang saat ini menduduki Yerusalem, yang mendukung keputusan tidak sah AS. Kami berterima kasih kepada semua negara yang tidak menerima keputusan tidak sah ini. ”

Erdogan mendesak AS untuk menarik keputusan yang “salah, provokatif dan melanggar hukum” tersebut.

Presiden AS Donald Trump pada Rabu lalu mengumumkan bahwa AS mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan telah memberikan instruksi untuk memindahkan kedubes AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Pernyataan tersebut memicu kecaman keras dari seluruh dunia, termasuk Turki, Uni Eropa dan PBB.

Yerusalem masih menjadi poros konflik Israel-Palestina, karena warga Palestina menginginkan Yerusalem Timur menjadi ibu kota negaranya di masa mendatang.

Selama kampanyenya tahun lalu, Trump telah berulang kali menyatakan akan memindahkan kedutaan besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Dua WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf dibebaskan
Global - Minggu, 21 Januari 2018 - 09:24 WIB

Dua WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf dibebaskan

Dua warga negara Indonesia (WNI) yang diculik dan disandera oleh kelompok Abu Sayyaf di perairan Sabah sejak setahun yang lalu ...
Trump Sebut Rusia Tak Bantu AS Atasi Korut
Global - Kamis, 18 Januari 2018 - 13:39 WIB

Trump Sebut Rusia Tak Bantu AS Atasi Korut

Ketegangan di Semenanjung Korea masih terus berlanjut. Alih-alih menuju perdamaian, Presiden AS Donald Trump justru tak berhenti mengeluarkan pernyataan kontroversial ...
Ditembak Tentara Israel Saat Bentrok, Pemuda Palestina Tewas
Global - Rabu, 17 Januari 2018 - 10:01 WIB

Ditembak Tentara Israel Saat Bentrok, Pemuda Palestina Tewas

Tentara Israel melepaskan tembakan saat terjadi bentrok di wilayah Qalqiliya, pada Senin lalu (15/1).Tembakan itu menyasar seorang pemuda Palestina berusia ...
Disebut Trump Lubang Kotoran, Afrika Temui Wakil AS
Global - Senin, 15 Januari 2018 - 11:31 WIB

Disebut Trump Lubang Kotoran, Afrika Temui Wakil AS

Gara-gara komentar Presiden AS Donald Trump yang kasar, Afrika merasa tersinggung.Pasalnya, Trump menyebut Afrika sebagai lubang kotoran pada sebuah pernyataannya ...
Palestina Tolak AS Sebagai Mediator Perdamaian dengan Israel
Global - Senin, 15 Januari 2018 - 10:31 WIB

Palestina Tolak AS Sebagai Mediator Perdamaian dengan Israel

Palestina memastikan tak akan menerima Amerika Serikat (AS) sebagai mediator perdamaian dengan Israel.Hal ini menyusul keputusan Presiden AS Donald Trump ...
Belasan tahun buron, mantan bos Yakuza ditangkap usai foto tatonya viral
Peristiwa - Jumat, 12 Januari 2018 - 16:29 WIB

Belasan tahun buron, mantan bos Yakuza ditangkap usai foto tatonya viral

Mantan bos geng yakuza' asal Jepang yang dituduh membunuh musuhnya sekitar 15 tahun lalu ditangkap di Thailand setelah foto ...