Selasa, 23 Januari 2018 | 13.12 WIB
KiniNEWS>Dunia>Global>KTT OKI sepakati deklarasi Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota Palestina

KTT OKI sepakati deklarasi Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota Palestina

Rabu, 13 Desember 2017 - 23:49 WIB

IMG-4813

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bersama para pemimpin negara Muslim melakukan sesi foto bersama pada KTT Luar Biasa OKI, di Istanbul, Turki, Rabu (13/12). FOTO: TRT

Istanbul, kini.co.id – Pemimpin dari 57 negara Muslim yang hadir pada KTT Luar Biasa OKI di Istanbul, pada hari ini (13/12), menyerukan dunia agar mengakui negara Palestina dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.

Selain seruan, hasil pertemuan pemimpin-pemimpin dunia Islam itu juga menyatakan penolakan atas kebijakan Amerika Serikat (AS) yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Pertemuan ini juga menghasilkan seruan kepada PBB agar berupaya mengakhiri pendudukan Israel di Palestina dan menyatakan pemerintahan Donald Trump bertanggung jawab atas keputusan yang dinilai ilegal itu.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan satu-satunya pemimpin Muslim yang melontarkan pernyataan keras terhadap kebijakan AS itu. Dilansir dari BBC, di hadapan para pemimpin Muslim, Erdogan bersumpah untuk berdiri tegak menghadapi “kesemena-menaan AS” dan menyebut Israel “negara teror”.

Ia juga mempertontonkan foto Al-Junaidi, remaja berusia 16 tahun yang ‘dikawal’ tentara Zionis untuk dihadirkan di pengadilan militer Israel.

Dari laporan BBC, para pemimpin yang hadir justru bersikap di luar harapan pada pertemuan darurat itu dengan menunjukkan nada dan gestur yang cenderung pro-Trump. Apabila dilihat dari respons para pemimpin tersebut, KTT Luar Biasa OKI ini diprediksi tidak akan merubah kebijakan AS soal status Yerusalem.

Seruan justru datang dari anggota parlemen Knesset (parlemen Israel) perwakilan Arab, Talab Abu Arar. Ia melihat, para pemimpin negara Muslim tidak bisa berhenti pada kecaman dan penolakan semata. Ia melihat, butuh tindakan terukur untuk melawan kebijakan sepihak Donald Trump.

Oleh karenanya, ia menyerukan, negara-negara yang hadir pada pertemuan luar biasa itu mengusir Duta Besar AS di negara masing-masing.

“Kita tahu OKI akan menolak keputusan ini (mengusir Dubes AS),” ucap Talab kepada kantor berita Turki Anadolu Agency.

“Mengutuk dan penolakan terhadap pengakuan AS hanya akan menjadi sia-sia. Para pemimpin Muslim dan Arab harus menekan AS agar mencabut keputusannya. Caranya dengan mengusir para Dubes AS,” ujarnya menekankan.

Dilansir dari Al Jazeera, Presiden Erdogan nampaknya perlu berupaya lebih keras agar para pemimpin Muslim mau mengambil keputusan keras, sekeras pernyataan-pernyataan yang mereka lontarkan dalam merespons kebijakan Donald.

“Pada KTT itu, ada negara-negara yang terbatas pada retorika penolakan karena khawatir (langkah besar) akan mempertaruhkan hubungan mereka dengan AS,” lapor wartawan Al Jazeera dari Istanbul, Mohammed Adow.

Hingga saat ini, protes masih terjadi di sejumlah wilayah pendudukan Palestina. Empat orang dinyatakan menjadi korban jiwa atas aksi protes berujung bentrok dengan pasukan Israel.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Dua WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf dibebaskan
Global - Minggu, 21 Januari 2018 - 09:24 WIB

Dua WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf dibebaskan

Dua warga negara Indonesia (WNI) yang diculik dan disandera oleh kelompok Abu Sayyaf di perairan Sabah sejak setahun yang lalu ...
Trump Sebut Rusia Tak Bantu AS Atasi Korut
Global - Kamis, 18 Januari 2018 - 13:39 WIB

Trump Sebut Rusia Tak Bantu AS Atasi Korut

Ketegangan di Semenanjung Korea masih terus berlanjut. Alih-alih menuju perdamaian, Presiden AS Donald Trump justru tak berhenti mengeluarkan pernyataan kontroversial ...
Ditembak Tentara Israel Saat Bentrok, Pemuda Palestina Tewas
Global - Rabu, 17 Januari 2018 - 10:01 WIB

Ditembak Tentara Israel Saat Bentrok, Pemuda Palestina Tewas

Tentara Israel melepaskan tembakan saat terjadi bentrok di wilayah Qalqiliya, pada Senin lalu (15/1).Tembakan itu menyasar seorang pemuda Palestina berusia ...
Disebut Trump Lubang Kotoran, Afrika Temui Wakil AS
Global - Senin, 15 Januari 2018 - 11:31 WIB

Disebut Trump Lubang Kotoran, Afrika Temui Wakil AS

Gara-gara komentar Presiden AS Donald Trump yang kasar, Afrika merasa tersinggung.Pasalnya, Trump menyebut Afrika sebagai lubang kotoran pada sebuah pernyataannya ...
Palestina Tolak AS Sebagai Mediator Perdamaian dengan Israel
Global - Senin, 15 Januari 2018 - 10:31 WIB

Palestina Tolak AS Sebagai Mediator Perdamaian dengan Israel

Palestina memastikan tak akan menerima Amerika Serikat (AS) sebagai mediator perdamaian dengan Israel.Hal ini menyusul keputusan Presiden AS Donald Trump ...
Belasan tahun buron, mantan bos Yakuza ditangkap usai foto tatonya viral
Peristiwa - Jumat, 12 Januari 2018 - 16:29 WIB

Belasan tahun buron, mantan bos Yakuza ditangkap usai foto tatonya viral

Mantan bos geng yakuza' asal Jepang yang dituduh membunuh musuhnya sekitar 15 tahun lalu ditangkap di Thailand setelah foto ...