Selasa, 23 Januari 2018 | 13.02 WIB
KiniNEWS>Dunia>Global>Al- Qaidah serukan pengikutnya berjihad terkait status Yerusalem

Al- Qaidah serukan pengikutnya berjihad terkait status Yerusalem

Jumat, 8 Desember 2017 - 18:20 WIB

IMG-4807

Warga Palestina di Tepi Barat, Gaza melempar batu kepada polisi Israel, Kamis (7/12). Foto: Talarabiyah.

Gaza, kini.co.id – Keputusan Pesiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang berkeras menyatakan Kota Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, mendapat kecaman bukan cuma organisasi dan pemerintah Palestina yang tidak terima dengan klaim itu.

Organisasi yang dilabeli teroris yakni Al Qaidah kini meminta seluruh pengikutnya menyerang AS dan Israel, serta hal-hal yang berkaitan dengan kedua negara itu.

Dilansir dari laman Associated Press, Jumat (8/12), ajakan itu diunggah oleh sayap media Al Qaidah, As-Sahab, di dunia maya dalam bahasa Inggris dan Arab. Mereka mengajak pengikutnya memerangi AS dan Israel, serta menganggap kedua negara itu sebagai ‘Firaun Modern’ yang menjajah kaum muslim di seluruh dunia.

“Cara tercepat dan paling meyakinkan melawan Firaun masa kini, Amerika Serikat, adalah dengan berjihad di jalan Allah S.W.T. Caranya menargetkan kepentingan utama AS, Israel, kaum salibis dan sekutunya di manapun,” demikian pernyataan Al-Qaidah.

Seorang pejabat senior Otoritas Palestina, Jibril Rajub, menyatakan mereka tidak bakal menyambut lawatan Wakil Presiden AS, Mike Pence, bulan ini.

Kemarin, organisasi perjuangan dan partai politik Palestina, Hamas, menyatakan juga menentang status Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Mereka mengajak seluruh rakyat Palestina angkat senjata buat mempertahankan kota suci itu.

“Kami mengajak semua warga Palestina menggelar intifada dan menghadapi musuh Zionis,” kata pemimpin Hamas, Ismail Haniyah, di Jalur Gaza, kemarin.

Sedangkan Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu, menyatakan sangat senang dengan sikap Trump soal Yerusalem. Dia pun mengklaim kalau negara-negara lain yang memiliki hubungan diplomatik dengan mereka bakal mengikuti langkah AS.

“Saya yakin kalau AS memindahkan kedutaan besarnya ke Yerusalem, maka negara lain pun akan ikut. Saya mengontak sejumlah kepala negara dan mereka kebanyakan mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel,” kata Netanyahu.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Dua WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf dibebaskan
Global - Minggu, 21 Januari 2018 - 09:24 WIB

Dua WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf dibebaskan

Dua warga negara Indonesia (WNI) yang diculik dan disandera oleh kelompok Abu Sayyaf di perairan Sabah sejak setahun yang lalu ...
Trump Sebut Rusia Tak Bantu AS Atasi Korut
Global - Kamis, 18 Januari 2018 - 13:39 WIB

Trump Sebut Rusia Tak Bantu AS Atasi Korut

Ketegangan di Semenanjung Korea masih terus berlanjut. Alih-alih menuju perdamaian, Presiden AS Donald Trump justru tak berhenti mengeluarkan pernyataan kontroversial ...
Ditembak Tentara Israel Saat Bentrok, Pemuda Palestina Tewas
Global - Rabu, 17 Januari 2018 - 10:01 WIB

Ditembak Tentara Israel Saat Bentrok, Pemuda Palestina Tewas

Tentara Israel melepaskan tembakan saat terjadi bentrok di wilayah Qalqiliya, pada Senin lalu (15/1).Tembakan itu menyasar seorang pemuda Palestina berusia ...
Disebut Trump Lubang Kotoran, Afrika Temui Wakil AS
Global - Senin, 15 Januari 2018 - 11:31 WIB

Disebut Trump Lubang Kotoran, Afrika Temui Wakil AS

Gara-gara komentar Presiden AS Donald Trump yang kasar, Afrika merasa tersinggung.Pasalnya, Trump menyebut Afrika sebagai lubang kotoran pada sebuah pernyataannya ...
Palestina Tolak AS Sebagai Mediator Perdamaian dengan Israel
Global - Senin, 15 Januari 2018 - 10:31 WIB

Palestina Tolak AS Sebagai Mediator Perdamaian dengan Israel

Palestina memastikan tak akan menerima Amerika Serikat (AS) sebagai mediator perdamaian dengan Israel.Hal ini menyusul keputusan Presiden AS Donald Trump ...
Belasan tahun buron, mantan bos Yakuza ditangkap usai foto tatonya viral
Peristiwa - Jumat, 12 Januari 2018 - 16:29 WIB

Belasan tahun buron, mantan bos Yakuza ditangkap usai foto tatonya viral

Mantan bos geng yakuza' asal Jepang yang dituduh membunuh musuhnya sekitar 15 tahun lalu ditangkap di Thailand setelah foto ...