Senin, 10 Desember 2018 | 21.12 WIB
KiniNEWS>Dunia>Global>Al- Qaidah serukan pengikutnya berjihad terkait status Yerusalem

Al- Qaidah serukan pengikutnya berjihad terkait status Yerusalem

Jumat, 8 Desember 2017 - 18:20 WIB

IMG-4807

Warga Palestina di Tepi Barat, Gaza melempar batu kepada polisi Israel, Kamis (7/12). Foto: Talarabiyah.

Gaza, kini.co.id – Keputusan Pesiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang berkeras menyatakan Kota Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, mendapat kecaman bukan cuma organisasi dan pemerintah Palestina yang tidak terima dengan klaim itu.

Organisasi yang dilabeli teroris yakni Al Qaidah kini meminta seluruh pengikutnya menyerang AS dan Israel, serta hal-hal yang berkaitan dengan kedua negara itu.

Dilansir dari laman Associated Press, Jumat (8/12), ajakan itu diunggah oleh sayap media Al Qaidah, As-Sahab, di dunia maya dalam bahasa Inggris dan Arab. Mereka mengajak pengikutnya memerangi AS dan Israel, serta menganggap kedua negara itu sebagai ‘Firaun Modern’ yang menjajah kaum muslim di seluruh dunia.

“Cara tercepat dan paling meyakinkan melawan Firaun masa kini, Amerika Serikat, adalah dengan berjihad di jalan Allah S.W.T. Caranya menargetkan kepentingan utama AS, Israel, kaum salibis dan sekutunya di manapun,” demikian pernyataan Al-Qaidah.

Seorang pejabat senior Otoritas Palestina, Jibril Rajub, menyatakan mereka tidak bakal menyambut lawatan Wakil Presiden AS, Mike Pence, bulan ini.

Kemarin, organisasi perjuangan dan partai politik Palestina, Hamas, menyatakan juga menentang status Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Mereka mengajak seluruh rakyat Palestina angkat senjata buat mempertahankan kota suci itu.

“Kami mengajak semua warga Palestina menggelar intifada dan menghadapi musuh Zionis,” kata pemimpin Hamas, Ismail Haniyah, di Jalur Gaza, kemarin.

Sedangkan Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu, menyatakan sangat senang dengan sikap Trump soal Yerusalem. Dia pun mengklaim kalau negara-negara lain yang memiliki hubungan diplomatik dengan mereka bakal mengikuti langkah AS.

“Saya yakin kalau AS memindahkan kedutaan besarnya ke Yerusalem, maka negara lain pun akan ikut. Saya mengontak sejumlah kepala negara dan mereka kebanyakan mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel,” kata Netanyahu.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Unik - Jumat, 7 Desember 2018 - 22:32 WIB

Remaja bisa dihukum mati di Sudan Selatan

PRAKTIK hukuman mati di Sudan Selatan ternyata juga diterapkan kepada remaja. Menurut lembaga pemantau hak asasi manusia Amnesty International, hukuman ...
Peristiwa - Kamis, 6 Desember 2018 - 16:27 WIB

Sampai hari ini sudah 11 mayat ditemukan di Selat Malaka

BANYAKNYA jenazah yang ditemukan di kawasan perairan Selat Malaka, hingga hari ini, Kamis (6/12/2018) sudah mencapai sebelas. “Mayat di (perairan) ...
Politik - Senin, 3 Desember 2018 - 21:47 WIB

PBNU desak Pemerintah RI pulangkan Dubes Saudi

PENGURUS Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memprotes keras tweet yang diduga milik Dubes Arab Saudi untuk Indonesia, Osama bin Mohammed Abdullah ...
Unik - Minggu, 2 Desember 2018 - 22:54 WIB

Jepang membagi-bagi rumah secara gratis

PEMERINTAH Jepang terpaksa membagi-bagi rumah secara gratis kepada warga akibat banyaknya rumah yang ditinggal kosong pemiliknya di negeri Sakura itu. ...
Finance - Kamis, 29 November 2018 - 16:37 WIB

Di China bisa kredit jaminannya foto dan video bugil

DALAM menggunakan fasilitas kredit, biasanya nasabah diminta untuk memberikan jaminan berupa surat berharga hingga jaminan dengan benda yang memiliki nilai ...
Unik - Kamis, 29 November 2018 - 16:06 WIB

Pemerintah Jepang cegah aksi bunuh diri di peron stasiun dengan cara ini

PEMERINTAH Jepang melakukan aksi pencegahan bunuh diri di peron stasiun kereta di sejumlah kota di negara tersebut. Pasalnya, negara itu ...