Selasa, 23 Juli 2019 | 04.18 WIB
KiniNEWS>Dunia>Global>Al- Qaidah serukan pengikutnya berjihad terkait status Yerusalem

Al- Qaidah serukan pengikutnya berjihad terkait status Yerusalem

Jumat, 8 Desember 2017 - 18:20 WIB

IMG-4807

Warga Palestina di Tepi Barat, Gaza melempar batu kepada polisi Israel, Kamis (7/12). Foto: Talarabiyah.

Gaza, kini.co.id – Keputusan Pesiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang berkeras menyatakan Kota Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, mendapat kecaman bukan cuma organisasi dan pemerintah Palestina yang tidak terima dengan klaim itu.

Organisasi yang dilabeli teroris yakni Al Qaidah kini meminta seluruh pengikutnya menyerang AS dan Israel, serta hal-hal yang berkaitan dengan kedua negara itu.

Dilansir dari laman Associated Press, Jumat (8/12), ajakan itu diunggah oleh sayap media Al Qaidah, As-Sahab, di dunia maya dalam bahasa Inggris dan Arab. Mereka mengajak pengikutnya memerangi AS dan Israel, serta menganggap kedua negara itu sebagai ‘Firaun Modern’ yang menjajah kaum muslim di seluruh dunia.

“Cara tercepat dan paling meyakinkan melawan Firaun masa kini, Amerika Serikat, adalah dengan berjihad di jalan Allah S.W.T. Caranya menargetkan kepentingan utama AS, Israel, kaum salibis dan sekutunya di manapun,” demikian pernyataan Al-Qaidah.

Seorang pejabat senior Otoritas Palestina, Jibril Rajub, menyatakan mereka tidak bakal menyambut lawatan Wakil Presiden AS, Mike Pence, bulan ini.

Kemarin, organisasi perjuangan dan partai politik Palestina, Hamas, menyatakan juga menentang status Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Mereka mengajak seluruh rakyat Palestina angkat senjata buat mempertahankan kota suci itu.

“Kami mengajak semua warga Palestina menggelar intifada dan menghadapi musuh Zionis,” kata pemimpin Hamas, Ismail Haniyah, di Jalur Gaza, kemarin.

Sedangkan Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu, menyatakan sangat senang dengan sikap Trump soal Yerusalem. Dia pun mengklaim kalau negara-negara lain yang memiliki hubungan diplomatik dengan mereka bakal mengikuti langkah AS.

“Saya yakin kalau AS memindahkan kedutaan besarnya ke Yerusalem, maka negara lain pun akan ikut. Saya mengontak sejumlah kepala negara dan mereka kebanyakan mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel,” kata Netanyahu.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Unik - Senin, 28 Januari 2019 - 13:55 WIB

India larang SD main game PUBG

PARA pemain PlayerUnknowns BattleGrounds (PUBG) Mobile di India harus menahan diri. Bagi kalangan sekolah dasar (SD), game ini resmi dilarang, ...
Peristiwa - Senin, 21 Januari 2019 - 11:00 WIB

Pintu Membeku, 250 Penumpang United Airlines Terdampar Selama 16 Jam

250 Penumpang United Airlines terdampar selama 16 jam di landasan salah satu bandara yang ada di Kanada. Ini lantaran pintu ...
Peristiwa - Jumat, 18 Januari 2019 - 10:42 WIB

Nelayan Indonesia bersumpah mengetahui lokasi jatuhnya MH370

SEORANG nelayan asal Indonesia bernama Rusli Khusmin secara mendadak mengungkap tragedi hilangnya pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 di Subang Jaya, ...
Peristiwa - Jumat, 18 Januari 2019 - 09:45 WIB

Pangeran Philip, suami Ratu Elizabeth, kecelakaan lalu lintas

SUAMI Ratu Inggris Elizabeth II, Pangeran Philip dikabarkan mengalami kecelakaan lalu lintas di sebuah kawasan, 160 kilometer sebelah utara ...
Peristiwa - Jumat, 18 Januari 2019 - 09:28 WIB

Ustadz Arifin Ilham membaik, segera keluar rumah sakit

USTADZ Arifin Ilham yang dirawat Rumah Sakit Gleneagles, Penang, Malaysia, dalam dua pekan terakhir, dikabarkan semakin membaik. Pihak rumah sakit ...
Peristiwa - Kamis, 17 Januari 2019 - 15:32 WIB

Fakta mengerikan: Ada website jual beli daging manusia

DUNIA maya ternyata pernah menjadi rumah untuk praktik kanibalisme. Di dunia mayalah terdapat situs dan forum yang secara ternag-terangan membahas ...