Senin, 10 Desember 2018 | 19.40 WIB
KiniNEWS>Dunia>Global>Eropa tolak pengakuan Trump soal status Yerusalem

Eropa tolak pengakuan Trump soal status Yerusalem

Jumat, 8 Desember 2017 - 13:33 WIB

IMG-4803

Seorang warga Palestina melempar batu ke arah pasukan Israel paska Trump mengumumkan Yerusalem sebagai ibukota Israel. Reuters

Ghuangzu, kini.co.id – Pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump soal status kota Yerusalem sebagai ibu kota Israel ditentang banyak pihak. Para pemimpin negara Arab, Eropa, bahkan Paus Fransiskus menolak pengakuan tersebut.

Meski Eropa terbilang sebagai sekutu AS, namun para pemimpin menilai keputusan Trump bisa menimbulkan kegemparan dan memicu kemarahan warga Palestina serta para pendukung mereka.

Inggris menyebut langkah diambil Trump sama sekali tidak membantu merealisasikan solusi konflik dua negara yang diusulkan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Presiden Prancis Emmanuel Macron menyesalkan keputusan Trump. Tak ketinggalan, Jerman dengan jelas menyatakan bahwa pihak mereka tidak mendukung keputusan Trump.

Sementara itu, Kanada dengan tegas menyatakan bahwa Kedutaan Besar Kanada di Israel akan tetap bertahan di Tel Aviv. Hal itu disampaikan oleh Perdana Menteri Justin Trudeau.

“Kami tidak akan memindahkan kedutaan Kanada dari Tel Aviv,” kata Trudeau saat berkunjung ke Guangzhou, China, dikutip dari laman Alaraby, Jumat (8/12).

Posisi Kanada terhadap status kota Yerusalem kembali ditegaskan oleh Menteri Luar Negeri Kanada Chrystia Freeland.

“Kami sangat berkomitmen terhadap tujuan perdamaian yang komprehensif, adil dan abadi di Timur Tengah, termasuk pembentukan negara Palestina yang hidup berdampingan dalam kedamaian dan keamanan dengan Israel,” tegasnya.

Menyikapi keputusan Trump ini, sebanyak delapan negara, termasuk Inggris, Prancis, dan Italia mendesak agar dilakukan pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Unik - Jumat, 7 Desember 2018 - 22:32 WIB

Remaja bisa dihukum mati di Sudan Selatan

PRAKTIK hukuman mati di Sudan Selatan ternyata juga diterapkan kepada remaja. Menurut lembaga pemantau hak asasi manusia Amnesty International, hukuman ...
Peristiwa - Kamis, 6 Desember 2018 - 16:27 WIB

Sampai hari ini sudah 11 mayat ditemukan di Selat Malaka

BANYAKNYA jenazah yang ditemukan di kawasan perairan Selat Malaka, hingga hari ini, Kamis (6/12/2018) sudah mencapai sebelas. “Mayat di (perairan) ...
Politik - Senin, 3 Desember 2018 - 21:47 WIB

PBNU desak Pemerintah RI pulangkan Dubes Saudi

PENGURUS Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memprotes keras tweet yang diduga milik Dubes Arab Saudi untuk Indonesia, Osama bin Mohammed Abdullah ...
Unik - Minggu, 2 Desember 2018 - 22:54 WIB

Jepang membagi-bagi rumah secara gratis

PEMERINTAH Jepang terpaksa membagi-bagi rumah secara gratis kepada warga akibat banyaknya rumah yang ditinggal kosong pemiliknya di negeri Sakura itu. ...
Finance - Kamis, 29 November 2018 - 16:37 WIB

Di China bisa kredit jaminannya foto dan video bugil

DALAM menggunakan fasilitas kredit, biasanya nasabah diminta untuk memberikan jaminan berupa surat berharga hingga jaminan dengan benda yang memiliki nilai ...
Unik - Kamis, 29 November 2018 - 16:06 WIB

Pemerintah Jepang cegah aksi bunuh diri di peron stasiun dengan cara ini

PEMERINTAH Jepang melakukan aksi pencegahan bunuh diri di peron stasiun kereta di sejumlah kota di negara tersebut. Pasalnya, negara itu ...