Minggu, 17 Desember 2017 | 18.41 WIB
KiniNEWS>Dunia>Global>Keputusan Trump Akui Yerusalem Berpotensi Bangkitkan Kelompok Radikal

Keputusan Trump Akui Yerusalem Berpotensi Bangkitkan Kelompok Radikal

Reporter : M. Zaki | Jumat, 8 Desember 2017 - 09:23 WIB

IMG-4799

Donald Trump. (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Pengamat terorisme dari The Community of Ideologi Al Islamic Analyst (CIIA), Ustadz Harits Abu Ulya menilai keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengakui Jerusalem sebagai Ibu Kota Israel, berpotensi menjadi stimulan bagi lahirnya kemarahan dunia Islam.

“Selain melukai nalar dan hati umat Islam sedunia. Itu mempertajam eksistensi penjajahan Israel atas tanah Palestina. Kemarahan juga tidak terkecuali bisa datang dari kelompok yang dianggap radikal,” kata Harits dalam keterangan tertulisnya, Kamis (7/12).

Harits khawatir kemarahan dengan segala wujud ekspresi itu cepat atau lambat bakal hadir di penjuru dunia, khususnya di Palestina sendiri. Targetnya, tentu saja simbol Amerika Serikat.

Ia juga mengingatkan Pemerintah Indonesia untuk siaga. Selain negara dengan berpenduduk Islam terbesar di dunia, Indonesia juga masih menjadi tempat kelompok Islam radikal bercokol.

“Di Indonesia, potensi umat Islam akan bereaksi keras juga terbuka lebar,” kata Harits.

“Kebijakan Trump ini sulit dan bisa menjadi bom waktu yang bisa mengoyak kedamaian yang menjadi impian banyak pihak, terutama di Indonesia,” tambahnya.

Kuncinya, ada pada arah kebijakan pemerintahan Jokowi dalam merespons isu Jerusalem ini. Harits berpendapat, Indonesia harus merespons isu ini dengan tepat, hati-hati, dan tidak mengurangi ketegasan terhadap hal yang prinsipil.

Dengan cara ini, diharapkan mampu mengakomodasi suara umat Islam di Indonesia serta mereduksi reaksi-reaksi yang tidak diharapkan, seperti kekerasan atau bahkan teror. 

“Pemerintah diharapkan mampu mengakomodasi aspirasi umat Islam Indonesia dan itu otomatis bisa mereduksi aksi-aksi anarkis, bahkan teror dari komponen tertentu yang masih tidak puas dengan situasi saat ini,” ujar Harits.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Turki umumkan Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota Palestina
Global - Minggu, 17 Desember 2017 - 13:27 WIB

Turki umumkan Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota Palestina

Pemerintah Turki mengambil langkah konkret mengenai isu Yerusalem Timur.Kementerian Luar Negeri Turki lewat situs resminya mengakui Yerusalem Timur sebagai ibu ...
Empat warga Palestina tewas dibunuh tentara Israel
Global - Sabtu, 16 Desember 2017 - 18:31 WIB

Empat warga Palestina tewas dibunuh tentara Israel

Empat warga Palestina tewas dibunuh pasukan Israel dan sekitar 160 orang lainnya terluka, stelah melakukan demonstrasi atas keputusan Amerika Serikat ...
Pasukan Israel tinju wajah wanita tua saat aksi di Yerusalem
Global - Sabtu, 16 Desember 2017 - 17:46 WIB

Pasukan Israel tinju wajah wanita tua saat aksi di Yerusalem

Pasukan polisi Israel meninju wajah seorang wanita tua Palestina saat demonstrasi memanas di dekat Gerbang Damaskus, Yerusalem, pada Jumat (15/12) ...
Pakai Hijab, Mahasiswa di Nigeria Dilarang Ikut Upacara Kelulusan
Global - Sabtu, 16 Desember 2017 - 11:22 WIB

Pakai Hijab, Mahasiswa di Nigeria Dilarang Ikut Upacara Kelulusan

Seorang mahasiswa di Nigeria bernama Amasa Firdaus, ditolak masuk kedalam aula di sekolah hukum Universitas Ilorin, saat upacara kelulusan berlangsung.Mahasiswa ...
Negara Uni Eropa Tolak Keputusan Trump Soal Yerusalem
Global - Sabtu, 16 Desember 2017 - 09:12 WIB

Negara Uni Eropa Tolak Keputusan Trump Soal Yerusalem

Dinilai menimbulkan kekacauan, keputusan Presiden AS Donald Trump menjadikan Yerusalem sebagai ibukota Israel dikecam dunia.Bukan hanya negara-negara Islam, seluruh negara ...
Hindari Perang Korea, Sekjen PBB Minta Resolusi Dewan Kemanan Dilaksanakan
Global - Kamis, 14 Desember 2017 - 15:21 WIB

Hindari Perang Korea, Sekjen PBB Minta Resolusi Dewan Kemanan Dilaksanakan

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, mengatakan Korea Utara harus melaksanakan resolusi Dewan Keamanan PBB.Hal ini untuk menghindari perang nuklir yang ...