Minggu, 17 Desember 2017 | 18.44 WIB
KiniNEWS>Dunia>Peristiwa>Mahasiswa Ditahan, PPMI Sebut KBRI Kairo Lemah

Mahasiswa Ditahan, PPMI Sebut KBRI Kairo Lemah

Reporter : M. Zaki | Kamis, 7 Desember 2017 - 10:29 WIB

IMG-4789

Polisi Mesir berjaga-jaga di suatu lokasi. Reuters

Jakarta, kini.co.id – Sebanyak lima mahasiswa asal Indonesia ditangkap otoritas Mesir pada 22 November 2017.

5 mahasiswa tersebut adalah Dodi Firmansyah Damhuri, Muhammad Jafar, Muhammad Fitrah Nur Akbar, Ardinal Khairi, dan Hartopo Abdul Jabar.

Dodi dan Muhammad Jafar langsung dibebaskan karena dapat menunjukkan dokumen keimigrasian yang lengkap.

Sedangkan Fitrah Nur Akbar, Ardinal, dan Hartopo tidak dapat langsung dibebaskan.

Terkait ini, Pihak Perhimpunan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia Mesir (PPMI) menyayangkan respons pihak Kedutaan Besar RI (KBRI) Kairo yang dinilai lambat dalam menangani penangkapan tersebut.

Bahkan, pihak KBRI bersikap tidak ramah dengan memperkeruh suasana dengan menyuruh mahasiswa demo di depan kantor imigrasi mesir.

“Padahal dalam hukum yang berlaku di Mesir saat ini, demonstrasi adalah hal ilegal dan akan dikenakan hukum pidana. Tentu hal ini sangat kontraproduktif dalam penyelesaian permasalahan ini dan berimbas negatif terhadap keamanan mahasiswa Indonesia di Mesir ke depannya,” bunyi pernyataan resmi PPMI Mesir, Kamis (7/12/2017).

Mereka juga memohon kepada Pemerintah Indonesia agar segera dapat melakukan upaya pembebasan kepada satu mahasiswa Indonesia yang hingga saat ini masih ditahan.

Sebab mereka menilai KBRI Kairo sangat lamban dalam menyelesaikan kasus ini. Menurut mereka, KBRI hanya sekali menjenguk mahasiswa tersebut dan tidak ada kabar sampai saat ini.

Otoritas Mesir akhirnya mendeportasi Ardinal Khairi dan Hartopo pada 30 November dengan alasan Keamanan Nasional.

Sementara itu, Muhammad Fitrah Nur Akbar masih ditahan di Kantor Kepolisian Qism Tsani, Kairo tanpa penjelasan.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Turki umumkan Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota Palestina
Global - Minggu, 17 Desember 2017 - 13:27 WIB

Turki umumkan Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota Palestina

Pemerintah Turki mengambil langkah konkret mengenai isu Yerusalem Timur.Kementerian Luar Negeri Turki lewat situs resminya mengakui Yerusalem Timur sebagai ibu ...
Empat warga Palestina tewas dibunuh tentara Israel
Global - Sabtu, 16 Desember 2017 - 18:31 WIB

Empat warga Palestina tewas dibunuh tentara Israel

Empat warga Palestina tewas dibunuh pasukan Israel dan sekitar 160 orang lainnya terluka, stelah melakukan demonstrasi atas keputusan Amerika Serikat ...
Pasukan Israel tinju wajah wanita tua saat aksi di Yerusalem
Global - Sabtu, 16 Desember 2017 - 17:46 WIB

Pasukan Israel tinju wajah wanita tua saat aksi di Yerusalem

Pasukan polisi Israel meninju wajah seorang wanita tua Palestina saat demonstrasi memanas di dekat Gerbang Damaskus, Yerusalem, pada Jumat (15/12) ...
Pakai Hijab, Mahasiswa di Nigeria Dilarang Ikut Upacara Kelulusan
Global - Sabtu, 16 Desember 2017 - 11:22 WIB

Pakai Hijab, Mahasiswa di Nigeria Dilarang Ikut Upacara Kelulusan

Seorang mahasiswa di Nigeria bernama Amasa Firdaus, ditolak masuk kedalam aula di sekolah hukum Universitas Ilorin, saat upacara kelulusan berlangsung.Mahasiswa ...
Negara Uni Eropa Tolak Keputusan Trump Soal Yerusalem
Global - Sabtu, 16 Desember 2017 - 09:12 WIB

Negara Uni Eropa Tolak Keputusan Trump Soal Yerusalem

Dinilai menimbulkan kekacauan, keputusan Presiden AS Donald Trump menjadikan Yerusalem sebagai ibukota Israel dikecam dunia.Bukan hanya negara-negara Islam, seluruh negara ...
Hindari Perang Korea, Sekjen PBB Minta Resolusi Dewan Kemanan Dilaksanakan
Global - Kamis, 14 Desember 2017 - 15:21 WIB

Hindari Perang Korea, Sekjen PBB Minta Resolusi Dewan Kemanan Dilaksanakan

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, mengatakan Korea Utara harus melaksanakan resolusi Dewan Keamanan PBB.Hal ini untuk menghindari perang nuklir yang ...