Kamis, 17 Januari 2019 | 00.59 WIB
KiniNEWS>Dunia>Politik>Turki khawatir sikap AS yang akan akui Yerussalem milik Israel

Turki khawatir sikap AS yang akan akui Yerussalem milik Israel

Selasa, 5 Desember 2017 - 21:26 WIB

IMG-4785

Warga Palestina mengibarkan bendera di dekat Yerussalem. TRT

Ankara, kini.co.id – Juru Bicara Presiden Turki Ibrahim Kalin meminta otortias Amerika Serikat menahan diri terkait pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Dia mengatakan, penetapan ibu kota tersebut merupakan kebijakan yang mengkhawatirkan.

“Kabar pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel sangat mengkhawatirkan, terlebih bertentangan dengan status keagamaan serta sejarah di kawasan, kesepakatan internasional dan keputusan PBB,” kata Ibrahim Kalin seperti dikutip¬†Anadolu, Selasa (5/12).

Dia mengatakan, setiap langkah yang diambil bersangkutan dengan penetapan itu merupakan kemunduran dari proses perdamaian di Timur Tengah. Hal itu juga akan menciptakan tensi dan konflik baru di kawasan tersebut.

“Kami harap otoritas AS tidak membuat kesalahan karena menjaga status Yerusalem dan Masjid Al-Aqsa merupakan hal penting,” katanya.

Komentar Ibrahim Kalin terlontar setelah niatan Presiden Donald Trump memenuhi janji kampanye untuk memindahkan kedutaan besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Padahal Palestina berniat menjadikan kawasan tersebut sebagai ibu kota mereka di masa depan.

Seorang pejabat senior Palestina meminta Amerika agar menghindari setiap tindakan yang akan mempengaruhi status quo atas Yerusalem.

Menurutnya, tindakan itu akan menjadi pelanggaran dan bertolak-belakang dengan peran Pemerintah AS sebagai penengah proses perdamaian sekaligus menutup pintu perundingan.

Pejabat senior Palestina meminta Amerika agar menghindari setiap tindakan yang akan mempengaruhi status quo atas Yerusalem.

Menurutnya, tindakan itu akan menjadi pelanggaran dan bertolak-belakang dengan peran Pemerintah AS sebagai penengah proses perdamaian sekaligus menutup pintu perundingan.

“Itu akan membatalkan Amerika Serikat dari memainkan peran dalam proses perdamaian dan akan menutup semua pintu bagi perundingan serius, serta akan mendorong seluruh wilayah ini ke dalam ketidak-stabilan dan ketegangan lebih besar,” katanya menambahkan.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Peristiwa - Jumat, 11 Januari 2019 - 13:43 WIB

Meninggalkan Dunia Entertain, Kini Meghan Markle Siap Kembali Berakting

Menjadi istri pangeran kerajaan membuat Meghan Markle berkomitmen melepaskan segala keartisannya termasuk berhenti syuting dan menghapus Instagram miliknya.Hal itu karena ...
Politik - Kamis, 10 Januari 2019 - 15:00 WIB

Tiga WN Malaysia ditangkap karena hina mantan Raja

DUA laki-laki dan seorang perempuan ditangkap otoritas Malaysia dengan dugaan menghina mantan Raja Malaysia, Sultan Muhammad V dari Kelantan, sehubungan ...
Global - Selasa, 8 Januari 2019 - 10:14 WIB

Trump Tarik Pasukan, Erdogan Sebut Turki Akan Gantikan AS di Suriah

Presiden AS, Donald Trump berencana menarik pasukannya dari Suriah. Hal itu dilakukan karena AS mengklaim, ISIS telah dimusnahkan, sehingga AS ...
Peristiwa - Selasa, 8 Januari 2019 - 10:00 WIB

Nasib Gembong Pornografi Anak, Tewas Dikeroyok Napi dalam Penjara

Seorang gembong pornografi anak, Christian Maire menjadi narapidana didi Lembaga Permasyarakatan Milan di Michigan.Belum lama ini ia dikabarkan tewas dikeroyok ...
Politik - Senin, 7 Januari 2019 - 20:25 WIB

Khawatir dibunuh, perempuan Saudi mengurung diri di Thailand

SEORANG perempuan asal Arab Saudi, Rahaf Mohammed al-Qunun, ditahan di Thailand ketika berencana lari ke Australia untuk meminta suaka. Dia ...
Peristiwa - Senin, 7 Januari 2019 - 10:56 WIB

Sebelum Mundur, Raja Malaysia Nikahi Mantan Miss Moscow

Muhammad Sultan V mendadak menanggalkan jabatannya sebagai Raja Malaysia. Ini merupakan yang pertama kali dalam sejarah. Sebab, sebelumnya tidak ada ...