Selasa, 23 Januari 2018 | 13.11 WIB
KiniNEWS>Dunia>Global>Obama Sindir Kebiasaan Nge-Tweet Trump soal Islam

Obama Sindir Kebiasaan Nge-Tweet Trump soal Islam

Reporter : M. Zaki | Sabtu, 2 Desember 2017 - 16:11 WIB

IMG-4779

Doland Trump dan Obama (kininews/ist)

Washington, kini.co.id – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memang terkenal keaktifannya di dunia maya khususnya Twitter.

Tak jarang, Trump menuliskan tweet yang berbau provokasi dan menyindir orang lain.

Sikapnya ini pun mengundang kemarahan publik, karena selain ‘marah-marah’, ia pun tak jarang mengubah kebijakan dan menyampaikannya lewat twitter.

Terakhir, cuitan menghasut Trump yang terbaru adalah ketika ia me-retweet video yang diunggah organisasi ekstrem kanan Inggris, Britain First, yang menggambarkan kekerasan yang dilakukan oleh umat Islam.

Kritik meluas karena cuitan tersebut, termasuk teguran dari Perdana Menteri Inggris Theresa May.

Selain dari PM Inggris, mantan Presiden AS, Barrack Obama juga melontarkan kritik atas kebiasaan Trump mengeluarkan tweet hasutan.

“Jangan katakan hal pertama yang muncul di kepala Anda. Miliki sedikit fungsi edit, pikirkan sebelum Anda berbicara, pikirkan sebelum Anda mencuit (di Twitter),” kata Obama di depan publik di New Delhi, India, menurut Washington Post, Sabtu (2/12).

Sementara juru bicara Gedung Putih Sarah Huckabee mengatakan retweet dari Trump tersebut untuk membantu meningkatkan pembicaraan seputar ancaman yang ditimbulkan oleh ekstremisme.

Trump seringkali menerbitkan pengumuman kebijakan terbarunya di Twitter, yang biasanya dilakukan di pagi hari.

Trump diketahui telah mencuitkan dua kali lebih banyak dibandingkan cuitan Obama.

Namun mantan presiden itu mengaku memiliki keunggulan dalam hal pengikut. Ia memiliki 97,4 juta pengikut sedangkan Trump hanya 43,7 juta.

“Tidak ada yang memiliki pengikut lebih banyak daripada orang yang menggunakannya lebih sering,” kata Obama mengunggulkan dirinya.

Sebelumnya, Obama juga pernah menyinggung soal kebiasaan Trump di twitter. Bahkan Obama menyebut orang yang tidak bisa mengendalikan sebuah akun twitter, takkan bisa memegang kode nuklir.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Dua WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf dibebaskan
Global - Minggu, 21 Januari 2018 - 09:24 WIB

Dua WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf dibebaskan

Dua warga negara Indonesia (WNI) yang diculik dan disandera oleh kelompok Abu Sayyaf di perairan Sabah sejak setahun yang lalu ...
Trump Sebut Rusia Tak Bantu AS Atasi Korut
Global - Kamis, 18 Januari 2018 - 13:39 WIB

Trump Sebut Rusia Tak Bantu AS Atasi Korut

Ketegangan di Semenanjung Korea masih terus berlanjut. Alih-alih menuju perdamaian, Presiden AS Donald Trump justru tak berhenti mengeluarkan pernyataan kontroversial ...
Ditembak Tentara Israel Saat Bentrok, Pemuda Palestina Tewas
Global - Rabu, 17 Januari 2018 - 10:01 WIB

Ditembak Tentara Israel Saat Bentrok, Pemuda Palestina Tewas

Tentara Israel melepaskan tembakan saat terjadi bentrok di wilayah Qalqiliya, pada Senin lalu (15/1).Tembakan itu menyasar seorang pemuda Palestina berusia ...
Disebut Trump Lubang Kotoran, Afrika Temui Wakil AS
Global - Senin, 15 Januari 2018 - 11:31 WIB

Disebut Trump Lubang Kotoran, Afrika Temui Wakil AS

Gara-gara komentar Presiden AS Donald Trump yang kasar, Afrika merasa tersinggung.Pasalnya, Trump menyebut Afrika sebagai lubang kotoran pada sebuah pernyataannya ...
Palestina Tolak AS Sebagai Mediator Perdamaian dengan Israel
Global - Senin, 15 Januari 2018 - 10:31 WIB

Palestina Tolak AS Sebagai Mediator Perdamaian dengan Israel

Palestina memastikan tak akan menerima Amerika Serikat (AS) sebagai mediator perdamaian dengan Israel.Hal ini menyusul keputusan Presiden AS Donald Trump ...
Belasan tahun buron, mantan bos Yakuza ditangkap usai foto tatonya viral
Peristiwa - Jumat, 12 Januari 2018 - 16:29 WIB

Belasan tahun buron, mantan bos Yakuza ditangkap usai foto tatonya viral

Mantan bos geng yakuza' asal Jepang yang dituduh membunuh musuhnya sekitar 15 tahun lalu ditangkap di Thailand setelah foto ...