Kamis, 17 Januari 2019 | 01.33 WIB
KiniNEWS>Dunia>Global>Obama Sindir Kebiasaan Nge-Tweet Trump soal Islam

Obama Sindir Kebiasaan Nge-Tweet Trump soal Islam

Reporter : M. Zaki | Sabtu, 2 Desember 2017 - 16:11 WIB

IMG-4779

Doland Trump dan Obama (kininews/ist)

Washington, kini.co.id – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memang terkenal keaktifannya di dunia maya khususnya Twitter.

Tak jarang, Trump menuliskan tweet yang berbau provokasi dan menyindir orang lain.

Sikapnya ini pun mengundang kemarahan publik, karena selain ‘marah-marah’, ia pun tak jarang mengubah kebijakan dan menyampaikannya lewat twitter.

Terakhir, cuitan menghasut Trump yang terbaru adalah ketika ia me-retweet video yang diunggah organisasi ekstrem kanan Inggris, Britain First, yang menggambarkan kekerasan yang dilakukan oleh umat Islam.

Kritik meluas karena cuitan tersebut, termasuk teguran dari Perdana Menteri Inggris Theresa May.

Selain dari PM Inggris, mantan Presiden AS, Barrack Obama juga melontarkan kritik atas kebiasaan Trump mengeluarkan tweet hasutan.

“Jangan katakan hal pertama yang muncul di kepala Anda. Miliki sedikit fungsi edit, pikirkan sebelum Anda berbicara, pikirkan sebelum Anda mencuit (di Twitter),” kata Obama di depan publik di New Delhi, India, menurut Washington Post, Sabtu (2/12).

Sementara juru bicara Gedung Putih Sarah Huckabee mengatakan retweet dari Trump tersebut untuk membantu meningkatkan pembicaraan seputar ancaman yang ditimbulkan oleh ekstremisme.

Trump seringkali menerbitkan pengumuman kebijakan terbarunya di Twitter, yang biasanya dilakukan di pagi hari.

Trump diketahui telah mencuitkan dua kali lebih banyak dibandingkan cuitan Obama.

Namun mantan presiden itu mengaku memiliki keunggulan dalam hal pengikut. Ia memiliki 97,4 juta pengikut sedangkan Trump hanya 43,7 juta.

“Tidak ada yang memiliki pengikut lebih banyak daripada orang yang menggunakannya lebih sering,” kata Obama mengunggulkan dirinya.

Sebelumnya, Obama juga pernah menyinggung soal kebiasaan Trump di twitter. Bahkan Obama menyebut orang yang tidak bisa mengendalikan sebuah akun twitter, takkan bisa memegang kode nuklir.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Peristiwa - Jumat, 11 Januari 2019 - 13:43 WIB

Meninggalkan Dunia Entertain, Kini Meghan Markle Siap Kembali Berakting

Menjadi istri pangeran kerajaan membuat Meghan Markle berkomitmen melepaskan segala keartisannya termasuk berhenti syuting dan menghapus Instagram miliknya.Hal itu karena ...
Politik - Kamis, 10 Januari 2019 - 15:00 WIB

Tiga WN Malaysia ditangkap karena hina mantan Raja

DUA laki-laki dan seorang perempuan ditangkap otoritas Malaysia dengan dugaan menghina mantan Raja Malaysia, Sultan Muhammad V dari Kelantan, sehubungan ...
Global - Selasa, 8 Januari 2019 - 10:14 WIB

Trump Tarik Pasukan, Erdogan Sebut Turki Akan Gantikan AS di Suriah

Presiden AS, Donald Trump berencana menarik pasukannya dari Suriah. Hal itu dilakukan karena AS mengklaim, ISIS telah dimusnahkan, sehingga AS ...
Peristiwa - Selasa, 8 Januari 2019 - 10:00 WIB

Nasib Gembong Pornografi Anak, Tewas Dikeroyok Napi dalam Penjara

Seorang gembong pornografi anak, Christian Maire menjadi narapidana didi Lembaga Permasyarakatan Milan di Michigan.Belum lama ini ia dikabarkan tewas dikeroyok ...
Politik - Senin, 7 Januari 2019 - 20:25 WIB

Khawatir dibunuh, perempuan Saudi mengurung diri di Thailand

SEORANG perempuan asal Arab Saudi, Rahaf Mohammed al-Qunun, ditahan di Thailand ketika berencana lari ke Australia untuk meminta suaka. Dia ...
Peristiwa - Senin, 7 Januari 2019 - 10:56 WIB

Sebelum Mundur, Raja Malaysia Nikahi Mantan Miss Moscow

Muhammad Sultan V mendadak menanggalkan jabatannya sebagai Raja Malaysia. Ini merupakan yang pertama kali dalam sejarah. Sebab, sebelumnya tidak ada ...