Kamis, 17 Januari 2019 | 02.16 WIB
KiniNEWS>Dunia>Global>Anak-anak Dikirim ke Medan Perang, PBB Diminta Tindak Iran

Anak-anak Dikirim ke Medan Perang, PBB Diminta Tindak Iran

Reporter : M. Zaki | Senin, 27 November 2017 - 11:01 WIB

IMG-4775

Iran rekrut anak-anak untuk berperang. (Ist)

TEHERAN, kini.co.id – Anak-anak seharusnya mendapatkan waktu belajar dan bermain sesuai usianya. Namun berbeda di Iran, dimana anak-anak justru dikirim ke medan perang.

Hal itu terlihat dari sebuah video di sebuah saluran televisi Iran, Sabtu (25/11)

Dalam video itu terlihat kebanggaan Iran mengirimkan anak 13 tahun untuk berperang. Ia akan dikirim ke Kota Abu Kamal, Provinsi Deir al-Zour dimana perang terjadi.

Sementara, seorang pria bersenjata lain di samping anak tersebut mengatakan bahwa dia adalah anak termuda yang ikut dalam peperangan.

Video tersebut pun kemudian menjadi perdebatan di kalangan publik terutama aktivis yang memperhatikan hak-hak anak.

“Anak ini seharusnya bersekolah sekarang dan bermain dan tidak berada di medan perang, di mana orang dewasa terbunuh,” kata seorang aktivis Iran seperti dikutip dari Alarabiya, Senin (27/11).

Bahkan Human Right Watch pada awal Oktober ini menyatakan bahwa usia anak-anak yang direkrut dimulai dari usia 14 tahun.

Anak-anak tersebut berada dalam kelompok bersenjata Afghanistan yang secara eksklusif terdiri dari sekitar 14.000 pejuang yang didukung oleh Teheran, dan berjuang di samping kekuatan rezim Presiden Suriah Bashar Assad dalam konflik Suriah.

Sehingga mereka meminta masyarakat Internasional dan PBB untuk membuka penyelidikan atas masalah tersebut dan menambahkan Iran ke daftar pelaku pelecehan anak.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Peristiwa - Jumat, 11 Januari 2019 - 13:43 WIB

Meninggalkan Dunia Entertain, Kini Meghan Markle Siap Kembali Berakting

Menjadi istri pangeran kerajaan membuat Meghan Markle berkomitmen melepaskan segala keartisannya termasuk berhenti syuting dan menghapus Instagram miliknya.Hal itu karena ...
Politik - Kamis, 10 Januari 2019 - 15:00 WIB

Tiga WN Malaysia ditangkap karena hina mantan Raja

DUA laki-laki dan seorang perempuan ditangkap otoritas Malaysia dengan dugaan menghina mantan Raja Malaysia, Sultan Muhammad V dari Kelantan, sehubungan ...
Global - Selasa, 8 Januari 2019 - 10:14 WIB

Trump Tarik Pasukan, Erdogan Sebut Turki Akan Gantikan AS di Suriah

Presiden AS, Donald Trump berencana menarik pasukannya dari Suriah. Hal itu dilakukan karena AS mengklaim, ISIS telah dimusnahkan, sehingga AS ...
Peristiwa - Selasa, 8 Januari 2019 - 10:00 WIB

Nasib Gembong Pornografi Anak, Tewas Dikeroyok Napi dalam Penjara

Seorang gembong pornografi anak, Christian Maire menjadi narapidana didi Lembaga Permasyarakatan Milan di Michigan.Belum lama ini ia dikabarkan tewas dikeroyok ...
Politik - Senin, 7 Januari 2019 - 20:25 WIB

Khawatir dibunuh, perempuan Saudi mengurung diri di Thailand

SEORANG perempuan asal Arab Saudi, Rahaf Mohammed al-Qunun, ditahan di Thailand ketika berencana lari ke Australia untuk meminta suaka. Dia ...
Peristiwa - Senin, 7 Januari 2019 - 10:56 WIB

Sebelum Mundur, Raja Malaysia Nikahi Mantan Miss Moscow

Muhammad Sultan V mendadak menanggalkan jabatannya sebagai Raja Malaysia. Ini merupakan yang pertama kali dalam sejarah. Sebab, sebelumnya tidak ada ...