Kamis, 22 Februari 2018 | 08.15 WIB
KiniNEWS>Dunia>Global>Hindari Perang Nuklir, Korut Sebut AS Harus Singkirkan Donald Trump

Hindari Perang Nuklir, Korut Sebut AS Harus Singkirkan Donald Trump

Reporter : M. Zaki | Kamis, 9 November 2017 - 09:32 WIB

IMG-4760

Rudal Korut. (Ilustrasi)

Pyongyang, kini.co.id – Ketidaksukaan Korea Utara terhadap kebijakan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump semakin menjadi.

Bukannya gentar terhadap tekanan AS dan PBB, Korut malah mengancam akan menggelar perang nuklir apabila AS tak menyingkirkan Donald Trump.

“AS harus menggulingkan ‘orang tua yang gila’ itu dari kekuasaan dan menarik kembali kebijakan bermusuhan terhadap Korut sekaligus demi terbebas dari jurang malapetaka,” tulis media resmi pemerintah Korut, KCNA, seperti dikutip dari express.co.uk, Kamis (9/11/2017).

Seperti yang diketahui, Trump saat ini sedang berada di Beijing, China. Dimana Trump diduga akan meminta China untuk melakukan tekanan lebih terhadap Korut.

Sebelumnya, ia juga mengunjungi Korea Selatan dan Jepang. Di Korsel, Trump menegaskan tidak akan takut dengan ancaman Korut.

Ia menegaskan tidak akan terintimidasi dengan sikap Korut.

Dalam kesempatan yang sama, Trump mengimbau seluruh negara untuk meningkatkan tekanan ekonomi dan diplomatik terhadap Korut.

Dilansir dari CNN, seorang pejabat Korut menyebut apa yang dilakukan AS telah meningkatkan ketegangan ke tingkat tertinggi sejak Perang Korea berakhir dengan gencatan senjata pada tahun 1953.

“Amerika Serikat mengancam kami dengan kapal induk dan pengebom strategis. Mereka menantang kami dengan provokasi paling kejam dan merendahkan, tapi kami akan melawan ancaman tersebut dengan memperkuat keadilan untuk menyingkirkan akar penyebab agresi dan perang,” ucapnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Setelah Marawi, Daes berpotensi rebut kota lain di Filipina
Peristiwa - Selasa, 20 Februari 2018 - 21:04 WIB

Setelah Marawi, Daes berpotensi rebut kota lain di Filipina

Pentolan Front Pembebasan Islam Moro (MILF), Murad Ebrahim mensinyalir Daes sebutan lain bagi kelompok militan Islamic State (ISIS) yang bercokol ...
900 Gerai KFC di Inggris Tutup, Ini Penyebabnya
Global - Selasa, 20 Februari 2018 - 09:19 WIB

900 Gerai KFC di Inggris Tutup, Ini Penyebabnya

Sebanyak 900 gerai KFC di Inggris terpaksa tutup untuk sementara.Hal itu karena mereka kekurangan bahan utama dari makanan cepat saji ...
AS Siapkan Dana 3,3 Miliar Dolar untuk Militer Israel
Global - Selasa, 13 Februari 2018 - 14:58 WIB

AS Siapkan Dana 3,3 Miliar Dolar untuk Militer Israel

Amerika Serikat menyiapkan dana USD3,3 miliar atau senilai Rp45 triliun untuk militer Israel.Hal itu diumumkan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat ...
Usai Olimpiade, Kim Jong Un Ingin Dialog Hangat dengan Seoul
Global - Selasa, 13 Februari 2018 - 09:32 WIB

Usai Olimpiade, Kim Jong Un Ingin Dialog Hangat dengan Seoul

Hubungan Korea Selatan dan Korea Utara telah lama dingin. Bahkan Korut terprovokasi meluncurkan rudal percobaan karena Amerika Serikat menggelar latihan ...
Siksa dan Bunuh Warga Rohingya, Pasukan Keamanan Myanmar Diadili
Global - Senin, 12 Februari 2018 - 08:26 WIB

Siksa dan Bunuh Warga Rohingya, Pasukan Keamanan Myanmar Diadili

Anggota pasukan keamanan Myanmar terbukti telah menyiksa dan menghilangkan nyawa 10 orang warga Rohingnya di Rakhine.Mereka kini akan menghadapi tindakan ...
Miris, Suami Curi Ginjal Istri untuk Lunasi Utang Mahar
Global - Jumat, 9 Februari 2018 - 11:55 WIB

Miris, Suami Curi Ginjal Istri untuk Lunasi Utang Mahar

Nasib malang menimpa seorang perempuan di India bernama Rita. Ia harus menderita sekian lama karena tak tahu ginjalnya telah dicuri ...