Sabtu, 24 Februari 2018 | 00.52 WIB
KiniNEWS>Dunia>Global>Filipina Amankan WNI Istri Petinggi Kelompok Maute

Filipina Amankan WNI Istri Petinggi Kelompok Maute

Reporter : M. Zaki | Senin, 6 November 2017 - 10:35 WIB

IMG-4758

Kepolisian Filipina menyatakan telah membekuk Minhati Madrais, istri Omarkhayam Maute salah satu petinggi ISIS di Filipina yang sempat menguasai Kota Marawi. (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Kepolisian Filipina menyatakan telah membekuk Minhati Madrais, istri Omarkhayam Maute salah satu petinggi ISIS di Filipina yang sempat menguasai Kota Marawi.

Madrais, asal Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dilaporkan ditangkap setelah kepolisian merazia rumahnya di Iligan City, Mindanao utara, pada Minggu (5/11) pagi waktu setempat.

Terkait penangkapan Minhati, Mabes Polri merilis foto-foto Minhati, Senin (6/11).

Minhati nampak menjalani sesi dokumentasi sebagai tahanan. Dalam foto tersebut, Minhati mengenakan baju tahanan orenye dengan memegang sebuah papan bertuliskan namanya serta tanggal dirinya ditangkap.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Rikwanto mengatakan, Minhati ditangkap bersama 6 anaknya di 8017 Steele Makers Village, Tubod Iligan City pada pukul 09.30 waktu setempat.

“Saat ini Minhati bersama anaknya berada di kantor polisi Iligan City untuk menjalani pemeriksaan,” kata Rikwanto dalam keterangannya kepada awak media.

Sejumlah barang bukti disita dalam penangkapan tersebut seperti 4 tutup peledak (blasting cap), 2 tali peledak (detonating cord) dan 1 sekering (time fuse).

Seperti diketahui Minhati Madrais, berangkat ke Filipina pada tahun 2015, setelah sebelumnya dinikahi Omarkhayam di Bekasi.

“Menurut catatan Imigrasi Filipina, tiba di Manila tahun 2015. Visa 30 hari telah diperpanjang, expired 30 Januari 2017,” tambah Rikwanto.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Gerilyawan Taliban palak kantor media untuk biayai aksinya
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 13:25 WIB

Gerilyawan Taliban palak kantor media untuk biayai aksinya

Diduga untuk menambah pundi-pundi dalam membiayai aksinya, gerilyawan Taliban mengenakan pajak dengan cara mengancam sejumlah kantor-kantor berita di Afghanistan apabila ...
Setelah Marawi, Daes berpotensi rebut kota lain di Filipina
Peristiwa - Selasa, 20 Februari 2018 - 21:04 WIB

Setelah Marawi, Daes berpotensi rebut kota lain di Filipina

Pentolan Front Pembebasan Islam Moro (MILF), Murad Ebrahim mensinyalir Daes sebutan lain bagi kelompok militan Islamic State (ISIS) yang bercokol ...
900 Gerai KFC di Inggris Tutup, Ini Penyebabnya
Global - Selasa, 20 Februari 2018 - 09:19 WIB

900 Gerai KFC di Inggris Tutup, Ini Penyebabnya

Sebanyak 900 gerai KFC di Inggris terpaksa tutup untuk sementara.Hal itu karena mereka kekurangan bahan utama dari makanan cepat saji ...
AS Siapkan Dana 3,3 Miliar Dolar untuk Militer Israel
Global - Selasa, 13 Februari 2018 - 14:58 WIB

AS Siapkan Dana 3,3 Miliar Dolar untuk Militer Israel

Amerika Serikat menyiapkan dana USD3,3 miliar atau senilai Rp45 triliun untuk militer Israel.Hal itu diumumkan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat ...
Usai Olimpiade, Kim Jong Un Ingin Dialog Hangat dengan Seoul
Global - Selasa, 13 Februari 2018 - 09:32 WIB

Usai Olimpiade, Kim Jong Un Ingin Dialog Hangat dengan Seoul

Hubungan Korea Selatan dan Korea Utara telah lama dingin. Bahkan Korut terprovokasi meluncurkan rudal percobaan karena Amerika Serikat menggelar latihan ...
Siksa dan Bunuh Warga Rohingya, Pasukan Keamanan Myanmar Diadili
Global - Senin, 12 Februari 2018 - 08:26 WIB

Siksa dan Bunuh Warga Rohingya, Pasukan Keamanan Myanmar Diadili

Anggota pasukan keamanan Myanmar terbukti telah menyiksa dan menghilangkan nyawa 10 orang warga Rohingnya di Rakhine.Mereka kini akan menghadapi tindakan ...