Sabtu, 24 Februari 2018 | 00.52 WIB
KiniNEWS>Dunia>Peristiwa>Menteri kesejahteraan Skotlandia mundur terkait ‘perilaku tak pantas’

Menteri kesejahteraan Skotlandia mundur terkait ‘perilaku tak pantas’

Minggu, 5 November 2017 - 08:01 WIB

London, kini.co.id – Media Inggris melaporkan, Menteri Skotlandia urusan Kesejahteraan Anak, Mark McDonald, pada Sabtu (4/11) mengundurkan diri dari jabatannya terkait tuduhan menyangkut kehidupan pribadinya, yang ia katakan “tidak pantas”.

McDonald, yang juga merupakan anggota parlemen Skotlandia, mengatakan ia mengundurkan diri dari peranannya sebagai menteri serta secara terbuka.

“Meminta maaf kepada siapa pun jika saya membuat marah atau yang menganggap perilaku saya tidak pantas,” kata McDonald seperti yang laporan Sky News.

Seperti diketahui McDonald merupakan salah satu dari dua anggota Partai Nasional Skotlandia yang saat ini sedang diselidiki oleh partai tersebut terkait kemungkinan melakukan tindakan tak senonoh.

Melalui pernyataan, ia mengatakan, “Saya telah memperhatikan bahwa beberapa tindakan saya sebelumnya telah dianggap tidak pantas, yang saya sendiri yakin itu semata-mata hanya kelakar atau upaya untuk bersikap ramah, perilaku saya mungkin sudah membuat orang lain tidak nyaman atau membuat mereka mempertanyakan maksud saya.”ujarnya.

“Dengan mempertimbangkan posisi saya di pemerintahan, saya merasa tidak pantas untuk melanjutkan peranan saya melayani pemerintahan Skotlandia pada saat ini dan saya menyampaikan pengunduran diri saya sebagai menteri,” katanya dalam pernyataan yang dilansir Xinhua-OANA.

Juru bicara pemerintah Skotlandia membenarkan kabar itu, dengan mengatakan bahwa McDonald menyampaikan pengunduran dirinya kepada menteri utama.

“Menteri pendidikan bertanggung jawab atas semua aspek pimpinan departemen pendidikan, termasuk bidang yang dipimpin oleh menteri kesejahteraan anak dan anak usia dini. Menteri utama akan menunjuk menteri baru pada saat yang tepat,” kata juru bicara tersebut.

Pengunduran diri McDonald terjadi di tengah serangkaian tudingan pelecehan seksual terhadap sejumlah politisi Inggris. Mantan Menteri Pertahanan Inggris, Michael Fallon, terpaksa mengundurkan diri pada awal pekan ini.

Dua anggota parlemen asal Partai Buruh, Kelvin Hopkins dan Clive Lewis, sedang berada di bawah penyelidikan.

Anggota parlemen dari kubu Konservatif Charlie Elphicke juga dicopot dari partai terkait “tuduhan serius”.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Gerilyawan Taliban palak kantor media untuk biayai aksinya
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 13:25 WIB

Gerilyawan Taliban palak kantor media untuk biayai aksinya

Diduga untuk menambah pundi-pundi dalam membiayai aksinya, gerilyawan Taliban mengenakan pajak dengan cara mengancam sejumlah kantor-kantor berita di Afghanistan apabila ...
Setelah Marawi, Daes berpotensi rebut kota lain di Filipina
Peristiwa - Selasa, 20 Februari 2018 - 21:04 WIB

Setelah Marawi, Daes berpotensi rebut kota lain di Filipina

Pentolan Front Pembebasan Islam Moro (MILF), Murad Ebrahim mensinyalir Daes sebutan lain bagi kelompok militan Islamic State (ISIS) yang bercokol ...
900 Gerai KFC di Inggris Tutup, Ini Penyebabnya
Global - Selasa, 20 Februari 2018 - 09:19 WIB

900 Gerai KFC di Inggris Tutup, Ini Penyebabnya

Sebanyak 900 gerai KFC di Inggris terpaksa tutup untuk sementara.Hal itu karena mereka kekurangan bahan utama dari makanan cepat saji ...
AS Siapkan Dana 3,3 Miliar Dolar untuk Militer Israel
Global - Selasa, 13 Februari 2018 - 14:58 WIB

AS Siapkan Dana 3,3 Miliar Dolar untuk Militer Israel

Amerika Serikat menyiapkan dana USD3,3 miliar atau senilai Rp45 triliun untuk militer Israel.Hal itu diumumkan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat ...
Usai Olimpiade, Kim Jong Un Ingin Dialog Hangat dengan Seoul
Global - Selasa, 13 Februari 2018 - 09:32 WIB

Usai Olimpiade, Kim Jong Un Ingin Dialog Hangat dengan Seoul

Hubungan Korea Selatan dan Korea Utara telah lama dingin. Bahkan Korut terprovokasi meluncurkan rudal percobaan karena Amerika Serikat menggelar latihan ...
Siksa dan Bunuh Warga Rohingya, Pasukan Keamanan Myanmar Diadili
Global - Senin, 12 Februari 2018 - 08:26 WIB

Siksa dan Bunuh Warga Rohingya, Pasukan Keamanan Myanmar Diadili

Anggota pasukan keamanan Myanmar terbukti telah menyiksa dan menghilangkan nyawa 10 orang warga Rohingnya di Rakhine.Mereka kini akan menghadapi tindakan ...