Kamis, 22 Februari 2018 | 08.10 WIB
KiniNEWS>Dunia>Global>Turki kutuk serangan yang mematikan di Mesir

Turki kutuk serangan yang mematikan di Mesir

Reporter : M. Zaki | Minggu, 22 Oktober 2017 - 14:04 WIB

IMG-4748

Pusat pemerintahan Turki. TRT

Ankara, kini.co.id – Kementerian Luar Negeri Turki mengutuk sebuah serangan yang mematikan di barat daya ibukota Mesir, Kairo yang menyebabkan 16 polisi tewas pada hari Jumat (20/10).

“Kami sangat sedih bahwa kemarin banyak pasukan keamanan yang telah diserang oleh teroris di kota Giza di Mesir telah kehilangan nyawa mereka dan terluka,”

“Kami mengutuk serangan tersebut dan menyampaikan belasungkawa kami kepada keluarga korban dan orang-orang Mesir dan berharap segera sembuh kepada yang terluka,” tambahnya.

Kementerian Dalam Negeri Mesir pada hari Sabtu (21/10) mengatakan bahwa 16 polisi tewas dan 13 lainnya cedera dalam baku tembak pada hari Jumat dengan militan di barat daya Kairo.

Kementerian tersebut mengatakan dalam sebuah pernyataan di situs resminya bahwa 15 militan tewas atau terluka dalam insiden tersebut, dan sebuah pencarian sedang dilakukan untuk seorang perwira polisi yang hilang.

Belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas bentrokan tersebut di sebuah tempat persembunyian militan di daerah al-Wahat al-Bahriya di provinsi Giza, sekitar 135 kilometer dari Kairo.

Televisi pemerintah mengatakan pada hari Sabtu sebuah peringatan keamanan diumumkan di daerah tersebut untuk memburu militan. Ini menambahkan sapuan keamanan akan berlanjut jauh ke Gurun Barat.

Rincian baku tembak mematikan Jumat masih belum jelas. Kementerian Dalam Negeri mengatakan sebuah baku tembak tersebut terjadi dalam sebuah serangan untuk menangkap sejumlah tersangka militan di daerah tersebut.

Sumber keamanan mengatakan bahwa pasukan tersebut disergap selama penggerebekan tersebut.

Media lokal dan sumber keamanan yang tidak disebutkan namanya telah menempatkan korban tewas pasukan keamanan sekitar 60 orang. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Setelah Marawi, Daes berpotensi rebut kota lain di Filipina
Peristiwa - Selasa, 20 Februari 2018 - 21:04 WIB

Setelah Marawi, Daes berpotensi rebut kota lain di Filipina

Pentolan Front Pembebasan Islam Moro (MILF), Murad Ebrahim mensinyalir Daes sebutan lain bagi kelompok militan Islamic State (ISIS) yang bercokol ...
900 Gerai KFC di Inggris Tutup, Ini Penyebabnya
Global - Selasa, 20 Februari 2018 - 09:19 WIB

900 Gerai KFC di Inggris Tutup, Ini Penyebabnya

Sebanyak 900 gerai KFC di Inggris terpaksa tutup untuk sementara.Hal itu karena mereka kekurangan bahan utama dari makanan cepat saji ...
AS Siapkan Dana 3,3 Miliar Dolar untuk Militer Israel
Global - Selasa, 13 Februari 2018 - 14:58 WIB

AS Siapkan Dana 3,3 Miliar Dolar untuk Militer Israel

Amerika Serikat menyiapkan dana USD3,3 miliar atau senilai Rp45 triliun untuk militer Israel.Hal itu diumumkan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat ...
Usai Olimpiade, Kim Jong Un Ingin Dialog Hangat dengan Seoul
Global - Selasa, 13 Februari 2018 - 09:32 WIB

Usai Olimpiade, Kim Jong Un Ingin Dialog Hangat dengan Seoul

Hubungan Korea Selatan dan Korea Utara telah lama dingin. Bahkan Korut terprovokasi meluncurkan rudal percobaan karena Amerika Serikat menggelar latihan ...
Siksa dan Bunuh Warga Rohingya, Pasukan Keamanan Myanmar Diadili
Global - Senin, 12 Februari 2018 - 08:26 WIB

Siksa dan Bunuh Warga Rohingya, Pasukan Keamanan Myanmar Diadili

Anggota pasukan keamanan Myanmar terbukti telah menyiksa dan menghilangkan nyawa 10 orang warga Rohingnya di Rakhine.Mereka kini akan menghadapi tindakan ...
Miris, Suami Curi Ginjal Istri untuk Lunasi Utang Mahar
Global - Jumat, 9 Februari 2018 - 11:55 WIB

Miris, Suami Curi Ginjal Istri untuk Lunasi Utang Mahar

Nasib malang menimpa seorang perempuan di India bernama Rita. Ia harus menderita sekian lama karena tak tahu ginjalnya telah dicuri ...