Kamis, 14 Desember 2017 | 15.09 WIB
KiniNEWS>Dunia>Global>Cuek dengan Sanksi PBB, Korut Bangga dengan Pembangunan Nuklir

Cuek dengan Sanksi PBB, Korut Bangga dengan Pembangunan Nuklir

Reporter : M. Zaki | Senin, 9 Oktober 2017 - 09:42 WIB

IMG-4740

Kim Jong Un dan Istri. (Ist)

Pyongyang, kini.co.id – Meski dihujat dunia dan diberikan sanksi ketat oleh PBB, Kim Jong Un tampaknya samasekali tak terpengaruh.

Alih-alih meredakan aksi uji coba nuklir, ia malah bangga memiliki perkembangan teknologi nuklir sebagai bentuk perlindungan kedaulatan negara Korea Utara di mata dunia khususnya AS.

Kantor berita KCNA, dilansir dari People’s Daily, Senin (9/10/2017) menyebut sang diktator merasa harus memiliki kekuatan nuklir untuk melindungi diri dari ancaman nuklir imperial AS.

“Dia (Kim Jong-un) dengan khidmat menyatakan: Senjata nuklir Korut adalah sesuatu yang sangat berharga yang diperjuangkan rakyatnya untuk mempertahankan takdir dan kedaulatan negara dari ancaman nuklir imperialis AS yang berkepanjangan,” sebut kantor berita tersebut.

Kantor berita itu menyebutkan AS merupakan penghalang yang kuat untuk melindungi perdamaian dengan sungguh-sungguh dan keamanan di Semenanjung Korea dan Asia Timur Laut.

Pria yang disebut tangan besi itu juga mengatakansains dan teknologi negara tersebut dikembangkan dengan pesat dan ekonomi nasional telah tumbuh dengan kekuatan mereka tahun ini meskipun ada sanksi yang meningkat dari imperialis AS dan kekuatan mereka.

“Ketua (Kim Jong-un) menegaskan bahwa situasi yang berlaku dan kenyataan menunjukkan bahwa partai kita (Partai Buruh Korea) benar-benar tepat ketika secara dinamis maju di sepanjang jalan sosialis Juche, berpegang teguh pada garis yang secara bersamaan mendorong maju ekonomi. konstruksi dan pembangunan tenaga nuklir dan bahwa partai kita harus selalu menjaga jalan ini di masa depan juga, ” kata laporan KCNA.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Efek Intervensi Trump, Masyarakat Arab Saudi Ajak Boikot Restoran AS
Global - Kamis, 14 Desember 2017 - 15:01 WIB

Efek Intervensi Trump, Masyarakat Arab Saudi Ajak Boikot Restoran AS

Akibat keputusan Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel, gelombang protes tak berhenti terjadi. Tidak terkecuali di media sosial.Bahkan di ...
Ada Konflik Rohingya, Penghargaan Pemimpin Myanmar Suu Kyi Dicabut
Global - Kamis, 14 Desember 2017 - 13:21 WIB

Ada Konflik Rohingya, Penghargaan Pemimpin Myanmar Suu Kyi Dicabut

Penindasannyang dilakukan militer Myanmar terhadap suku Rohingya di Rakhine membuat dunia marah. Terlebih sebelumnya pemimpin negara itu mendapatkan penghargaan terkait ...
Erdogan kecam langkah AS soal Yerusalem di Pertemuan OKI
Global - Rabu, 13 Desember 2017 - 23:58 WIB

Erdogan kecam langkah AS soal Yerusalem di Pertemuan OKI

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengajak semua negara yang mengikuti hukum internasional untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Palestina “yang ...
KTT OKI sepakati deklarasi Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota Palestina
Global - Rabu, 13 Desember 2017 - 23:49 WIB

KTT OKI sepakati deklarasi Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota Palestina

Pemimpin dari 57 negara Muslim yang hadir pada KTT Luar Biasa OKI di Istanbul, pada hari ini (13/12), menyerukan dunia ...
Lebih dari ratusan orang luka-luka akibat protes di Palestina
Global - Minggu, 10 Desember 2017 - 13:11 WIB

Lebih dari ratusan orang luka-luka akibat protes di Palestina

Bulan Sabit Merah Palestina dalam pernyataan tertulisnya menyebutkan sekitar dua ratus lebih warga Palestina terluka dalam protes terbaru di ...
Israel Lancarkan Serangan Udara ke Gaza, Puluhan Luka-luka
Global - Sabtu, 9 Desember 2017 - 09:25 WIB

Israel Lancarkan Serangan Udara ke Gaza, Puluhan Luka-luka

Setelah keputusan Presiden AS, Donald Trump soal Yerusalem, hububgan Palestina dan Israel semakin buruk.Sejak Jumat (8/12/2017), Israel mulai menggempur Jalur ...