Kamis, 19 Oktober 2017 | 14.21 WIB
KiniNEWS>Dunia>Global>Cuek dengan Sanksi PBB, Korut Bangga dengan Pembangunan Nuklir

Cuek dengan Sanksi PBB, Korut Bangga dengan Pembangunan Nuklir

Reporter : M. Zaki | Senin, 9 Oktober 2017 - 09:42 WIB

IMG-4740

Kim Jong Un dan Istri. (Ist)

Pyongyang, kini.co.id – Meski dihujat dunia dan diberikan sanksi ketat oleh PBB, Kim Jong Un tampaknya samasekali tak terpengaruh.

Alih-alih meredakan aksi uji coba nuklir, ia malah bangga memiliki perkembangan teknologi nuklir sebagai bentuk perlindungan kedaulatan negara Korea Utara di mata dunia khususnya AS.

Kantor berita KCNA, dilansir dari People’s Daily, Senin (9/10/2017) menyebut sang diktator merasa harus memiliki kekuatan nuklir untuk melindungi diri dari ancaman nuklir imperial AS.

“Dia (Kim Jong-un) dengan khidmat menyatakan: Senjata nuklir Korut adalah sesuatu yang sangat berharga yang diperjuangkan rakyatnya untuk mempertahankan takdir dan kedaulatan negara dari ancaman nuklir imperialis AS yang berkepanjangan,” sebut kantor berita tersebut.

Kantor berita itu menyebutkan AS merupakan penghalang yang kuat untuk melindungi perdamaian dengan sungguh-sungguh dan keamanan di Semenanjung Korea dan Asia Timur Laut.

Pria yang disebut tangan besi itu juga mengatakansains dan teknologi negara tersebut dikembangkan dengan pesat dan ekonomi nasional telah tumbuh dengan kekuatan mereka tahun ini meskipun ada sanksi yang meningkat dari imperialis AS dan kekuatan mereka.

“Ketua (Kim Jong-un) menegaskan bahwa situasi yang berlaku dan kenyataan menunjukkan bahwa partai kita (Partai Buruh Korea) benar-benar tepat ketika secara dinamis maju di sepanjang jalan sosialis Juche, berpegang teguh pada garis yang secara bersamaan mendorong maju ekonomi. konstruksi dan pembangunan tenaga nuklir dan bahwa partai kita harus selalu menjaga jalan ini di masa depan juga, ” kata laporan KCNA.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
2 TKI Terhukum Mati Diselamatkan Negara
Global - Sabtu, 14 Oktober 2017 - 14:37 WIB

2 TKI Terhukum Mati Diselamatkan Negara

Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Muhammad Iqbal mengatakan pemerintah Indonesia telah berhasil membebaskan 1 WNI dari hukuman mati di ...
Protes Soal Rudal, Malaysia Stop Impor Barang dari Korut
Global - Sabtu, 14 Oktober 2017 - 09:53 WIB

Protes Soal Rudal, Malaysia Stop Impor Barang dari Korut

Setelah melarang warganya pergi ke Korea Utara, kini Malaysia mengambil langkah tegas dengan menghentikan semua impor barang dari Korut.Hal ini ...
Pesawat Tempur AS Terbang ke Semenanjung Korea
Global - Rabu, 11 Oktober 2017 - 13:01 WIB

Pesawat Tempur AS Terbang ke Semenanjung Korea

Setelah mengecam Korea Utara terkait percobaan rudal balistiknya, kini AS mulai menerbangkan 2 pesawat tempurnya di Semenanjung Korea.Pesawat bomber B-1B ...
Inggris Buru Anak Osama Bin Laden Dalam Keadaan Hidup Atau Mati
Global - Senin, 2 Oktober 2017 - 13:15 WIB

Inggris Buru Anak Osama Bin Laden Dalam Keadaan Hidup Atau Mati

Hamza Bin Laden, adalah anak bungsu dari Osama Bin Laden pemimpin teroris Al Qaeda yang kini diburu oleh pasukan khusus ...
PBB bantah terima petisi referendum Papua Barat
- Sabtu, 30 September 2017 - 12:53 WIB

PBB bantah terima petisi referendum Papua Barat

Komite Dekolonisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menolak laporan petisi rahasia yang menuntut referendum bebas untuk kemerdekaan di Papua Barat.Ketua Komite, Rafael ...
Diculik, Gadis Ini Diperkosa 23 Pria Dalam Kendaraan
Peristiwa - Jumat, 29 September 2017 - 16:35 WIB

Diculik, Gadis Ini Diperkosa 23 Pria Dalam Kendaraan

Sungguh mengerikan nasib yang menimpa seorang gadis asal New Delhi, India ini.Wanita 28 tahun yang namanya dirahasiakan itu diculik beberapa ...