Sabtu, 24 Februari 2018 | 00.51 WIB
KiniNEWS>Dunia>Global>Cuek dengan Sanksi PBB, Korut Bangga dengan Pembangunan Nuklir

Cuek dengan Sanksi PBB, Korut Bangga dengan Pembangunan Nuklir

Reporter : M. Zaki | Senin, 9 Oktober 2017 - 09:42 WIB

IMG-4740

Kim Jong Un dan Istri. (Ist)

Pyongyang, kini.co.id – Meski dihujat dunia dan diberikan sanksi ketat oleh PBB, Kim Jong Un tampaknya samasekali tak terpengaruh.

Alih-alih meredakan aksi uji coba nuklir, ia malah bangga memiliki perkembangan teknologi nuklir sebagai bentuk perlindungan kedaulatan negara Korea Utara di mata dunia khususnya AS.

Kantor berita KCNA, dilansir dari People’s Daily, Senin (9/10/2017) menyebut sang diktator merasa harus memiliki kekuatan nuklir untuk melindungi diri dari ancaman nuklir imperial AS.

“Dia (Kim Jong-un) dengan khidmat menyatakan: Senjata nuklir Korut adalah sesuatu yang sangat berharga yang diperjuangkan rakyatnya untuk mempertahankan takdir dan kedaulatan negara dari ancaman nuklir imperialis AS yang berkepanjangan,” sebut kantor berita tersebut.

Kantor berita itu menyebutkan AS merupakan penghalang yang kuat untuk melindungi perdamaian dengan sungguh-sungguh dan keamanan di Semenanjung Korea dan Asia Timur Laut.

Pria yang disebut tangan besi itu juga mengatakansains dan teknologi negara tersebut dikembangkan dengan pesat dan ekonomi nasional telah tumbuh dengan kekuatan mereka tahun ini meskipun ada sanksi yang meningkat dari imperialis AS dan kekuatan mereka.

“Ketua (Kim Jong-un) menegaskan bahwa situasi yang berlaku dan kenyataan menunjukkan bahwa partai kita (Partai Buruh Korea) benar-benar tepat ketika secara dinamis maju di sepanjang jalan sosialis Juche, berpegang teguh pada garis yang secara bersamaan mendorong maju ekonomi. konstruksi dan pembangunan tenaga nuklir dan bahwa partai kita harus selalu menjaga jalan ini di masa depan juga, ” kata laporan KCNA.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Gerilyawan Taliban palak kantor media untuk biayai aksinya
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 13:25 WIB

Gerilyawan Taliban palak kantor media untuk biayai aksinya

Diduga untuk menambah pundi-pundi dalam membiayai aksinya, gerilyawan Taliban mengenakan pajak dengan cara mengancam sejumlah kantor-kantor berita di Afghanistan apabila ...
Setelah Marawi, Daes berpotensi rebut kota lain di Filipina
Peristiwa - Selasa, 20 Februari 2018 - 21:04 WIB

Setelah Marawi, Daes berpotensi rebut kota lain di Filipina

Pentolan Front Pembebasan Islam Moro (MILF), Murad Ebrahim mensinyalir Daes sebutan lain bagi kelompok militan Islamic State (ISIS) yang bercokol ...
900 Gerai KFC di Inggris Tutup, Ini Penyebabnya
Global - Selasa, 20 Februari 2018 - 09:19 WIB

900 Gerai KFC di Inggris Tutup, Ini Penyebabnya

Sebanyak 900 gerai KFC di Inggris terpaksa tutup untuk sementara.Hal itu karena mereka kekurangan bahan utama dari makanan cepat saji ...
AS Siapkan Dana 3,3 Miliar Dolar untuk Militer Israel
Global - Selasa, 13 Februari 2018 - 14:58 WIB

AS Siapkan Dana 3,3 Miliar Dolar untuk Militer Israel

Amerika Serikat menyiapkan dana USD3,3 miliar atau senilai Rp45 triliun untuk militer Israel.Hal itu diumumkan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat ...
Usai Olimpiade, Kim Jong Un Ingin Dialog Hangat dengan Seoul
Global - Selasa, 13 Februari 2018 - 09:32 WIB

Usai Olimpiade, Kim Jong Un Ingin Dialog Hangat dengan Seoul

Hubungan Korea Selatan dan Korea Utara telah lama dingin. Bahkan Korut terprovokasi meluncurkan rudal percobaan karena Amerika Serikat menggelar latihan ...
Siksa dan Bunuh Warga Rohingya, Pasukan Keamanan Myanmar Diadili
Global - Senin, 12 Februari 2018 - 08:26 WIB

Siksa dan Bunuh Warga Rohingya, Pasukan Keamanan Myanmar Diadili

Anggota pasukan keamanan Myanmar terbukti telah menyiksa dan menghilangkan nyawa 10 orang warga Rohingnya di Rakhine.Mereka kini akan menghadapi tindakan ...