Tuesday, 17 July 2018 | 13.04 WIB
KiniNEWS>Dunia>Peristiwa>Pemerintah Saudi Arabia akhirnya izinkan perempuan menyetir

Pemerintah Saudi Arabia akhirnya izinkan perempuan menyetir

Wednesday, 27 September 2017 - 10:46 WIB

IMG-4731

Perempuan tengah melakukan test drive mobil di kota Madinah, Saudi Arabia. Foto Al-Arabiyah.

Riyadh, kini.co.id – Setelah sempat menjadi polemik berpuluh-puluh tahun terkait larangan bepergian sendirian terutama bagi kaum perempuan dengan menyetir kendaraan, pemerintah Arab Saudi akhirnya merubah peraturan tentang larangan menyetir bagi kaum perempuan itu.

Kini pemerintah Saudi mengizinkan wanita untuk menyetir mobil namun tetap harus disertai keluarga atau mahramnya. Bagi wanita Saudi, ini sebuah kemajuan besar yang sudah dinanti-nantikan sangat lama.

Keputusan membolehkan wanita menyetir mobil ini ditandatangani oleh Raja Saudi Salman bin Abdul Aziz. Keputusan tersebut mengatakan bahwa perempuan akan diizinkan untuk menyetir “sesuai dengan hukum Islam”.

Selama ini Saudi yang menganut mahzad Imam Hanafi dalam hukum fiqh sebelumya satu-satunya negara di dunia yang melarang keras bepergian terutama mengemudi.

Sebuah badan di kementerian telah dibentuk untuk mengawal realisasi peraturan ini. Menurut agenda, kemungkinan peraturan ini akan mulai diterapkan pada Juni 2018.

Perubahan peraturan ini, menurut analis, bagian dari agenda Visi Saudi 2030 yang salah satunya menargetkan reformasi sosial. Termasuk perubahan norma sosial yang dinilai mengekang kebebasan kaum wanita.

Selain mengizinkan wanita menyetir mobil, Saudi juga mengubah peraturan larangan bagi wanita untuk masuk ke stadion olahraga. Sebelumnya, wanita Saudi tidak diperbolehkan masuk stadion, karena dinilai sebagai wilayah kaum pria. Baik untuk menonton konser musik atau olahraga. Namun kini wanita Saudi sudah bisa menonton musik dan olahraga di stadion. Demikian dilansir dari Al Jazeera pada Rabu (27/9).

Selama beberapa tahun terakhir ini, larangan menyetir bagi kaum wanita mendapatkan protes keras dari dalam Saudi maupun aktifis wanita internasional.

Mereka kerap menyuarakan protes melalui media sosial maupun dengan melanggar peraturan tersebut. Akibatnya, beberapa wanita pernah ditangkap karena ketahuan menyetir mobil.

Pada tahun 2016, Alwaleed bin Talal, seorang pangeran Saudi yang berpandangan moderat, menyoroti soal larangan ini. Menurutnya, ini bukan hanya soal hak, tapi juga kebutuhan ekonomi.

Alwaleed kemudian memaparkan biaya yang harus dikeluarkan wanita untuk merekrut supir pribadi atau menggunakan kendaraan umum, yang sangat membebani ekonominya. Miliaran Dollar AS dihabiskan untuk hal itu.

Sejauh ini belum diketahui bagaimana respon para ulama Saudi atas peraturan baru ini. Di Saudi, ulama memiliki peran penting dalam perumusan undang-undang atau peraturan pemerintah.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Global - Sunday, 10 December 2017 - 13:11 WIB

Lebih dari ratusan orang luka-luka akibat protes di Palestina

Bulan Sabit Merah Palestina dalam pernyataan tertulisnya menyebutkan sekitar dua ratus lebih warga Palestina terluka dalam protes terbaru di ...
Global - Saturday, 9 December 2017 - 09:25 WIB

Israel Lancarkan Serangan Udara ke Gaza, Puluhan Luka-luka

Setelah keputusan Presiden AS, Donald Trump soal Yerusalem, hububgan Palestina dan Israel semakin buruk.Sejak Jumat (8/12/2017), Israel mulai menggempur Jalur ...
Global - Saturday, 9 December 2017 - 09:04 WIB

DK PBB Kritik Kecam Donald Trump Terkait Yerusalem

Keputusan sepihak Presiden AS Donald Trump yang menjadikan Yerusalem sebagai Ibukota Israel mendapat kecaman dari PBB.Pasalnya, PBB selama ini mengupayakan ...
Global - Friday, 8 December 2017 - 18:20 WIB

Al- Qaidah serukan pengikutnya berjihad terkait status Yerusalem

Keputusan Pesiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang berkeras menyatakan Kota Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, mendapat kecaman bukan cuma organisasi ...
Global - Friday, 8 December 2017 - 13:41 WIB

Lawan Keputusan Trump, Ini yang Dilakukan Pemerintah Indonesia

Gelombang protes terhadap keputusan Presiden AS Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai Ibukota Israel datang dari berbagai negara di dunia. ...
Global - Friday, 8 December 2017 - 13:33 WIB

Eropa tolak pengakuan Trump soal status Yerusalem

Pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump soal status kota Yerusalem sebagai ibu kota Israel ditentang banyak pihak. Para pemimpin negara ...
Place your ads here...