Minggu, 17 Desember 2017 | 18.52 WIB
KiniNEWS>Dunia>Peristiwa>Pemerintah Saudi Arabia akhirnya izinkan perempuan menyetir

Pemerintah Saudi Arabia akhirnya izinkan perempuan menyetir

Rabu, 27 September 2017 - 10:46 WIB

IMG-4731

Perempuan tengah melakukan test drive mobil di kota Madinah, Saudi Arabia. Foto Al-Arabiyah.

Riyadh, kini.co.id – Setelah sempat menjadi polemik berpuluh-puluh tahun terkait larangan bepergian sendirian terutama bagi kaum perempuan dengan menyetir kendaraan, pemerintah Arab Saudi akhirnya merubah peraturan tentang larangan menyetir bagi kaum perempuan itu.

Kini pemerintah Saudi mengizinkan wanita untuk menyetir mobil namun tetap harus disertai keluarga atau mahramnya. Bagi wanita Saudi, ini sebuah kemajuan besar yang sudah dinanti-nantikan sangat lama.

Keputusan membolehkan wanita menyetir mobil ini ditandatangani oleh Raja Saudi Salman bin Abdul Aziz. Keputusan tersebut mengatakan bahwa perempuan akan diizinkan untuk menyetir “sesuai dengan hukum Islam”.

Selama ini Saudi yang menganut mahzad Imam Hanafi dalam hukum fiqh sebelumya satu-satunya negara di dunia yang melarang keras bepergian terutama mengemudi.

Sebuah badan di kementerian telah dibentuk untuk mengawal realisasi peraturan ini. Menurut agenda, kemungkinan peraturan ini akan mulai diterapkan pada Juni 2018.

Perubahan peraturan ini, menurut analis, bagian dari agenda Visi Saudi 2030 yang salah satunya menargetkan reformasi sosial. Termasuk perubahan norma sosial yang dinilai mengekang kebebasan kaum wanita.

Selain mengizinkan wanita menyetir mobil, Saudi juga mengubah peraturan larangan bagi wanita untuk masuk ke stadion olahraga. Sebelumnya, wanita Saudi tidak diperbolehkan masuk stadion, karena dinilai sebagai wilayah kaum pria. Baik untuk menonton konser musik atau olahraga. Namun kini wanita Saudi sudah bisa menonton musik dan olahraga di stadion. Demikian dilansir dari Al Jazeera pada Rabu (27/9).

Selama beberapa tahun terakhir ini, larangan menyetir bagi kaum wanita mendapatkan protes keras dari dalam Saudi maupun aktifis wanita internasional.

Mereka kerap menyuarakan protes melalui media sosial maupun dengan melanggar peraturan tersebut. Akibatnya, beberapa wanita pernah ditangkap karena ketahuan menyetir mobil.

Pada tahun 2016, Alwaleed bin Talal, seorang pangeran Saudi yang berpandangan moderat, menyoroti soal larangan ini. Menurutnya, ini bukan hanya soal hak, tapi juga kebutuhan ekonomi.

Alwaleed kemudian memaparkan biaya yang harus dikeluarkan wanita untuk merekrut supir pribadi atau menggunakan kendaraan umum, yang sangat membebani ekonominya. Miliaran Dollar AS dihabiskan untuk hal itu.

Sejauh ini belum diketahui bagaimana respon para ulama Saudi atas peraturan baru ini. Di Saudi, ulama memiliki peran penting dalam perumusan undang-undang atau peraturan pemerintah.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Turki umumkan Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota Palestina
Global - Minggu, 17 Desember 2017 - 13:27 WIB

Turki umumkan Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota Palestina

Pemerintah Turki mengambil langkah konkret mengenai isu Yerusalem Timur.Kementerian Luar Negeri Turki lewat situs resminya mengakui Yerusalem Timur sebagai ibu ...
Empat warga Palestina tewas dibunuh tentara Israel
Global - Sabtu, 16 Desember 2017 - 18:31 WIB

Empat warga Palestina tewas dibunuh tentara Israel

Empat warga Palestina tewas dibunuh pasukan Israel dan sekitar 160 orang lainnya terluka, stelah melakukan demonstrasi atas keputusan Amerika Serikat ...
Pasukan Israel tinju wajah wanita tua saat aksi di Yerusalem
Global - Sabtu, 16 Desember 2017 - 17:46 WIB

Pasukan Israel tinju wajah wanita tua saat aksi di Yerusalem

Pasukan polisi Israel meninju wajah seorang wanita tua Palestina saat demonstrasi memanas di dekat Gerbang Damaskus, Yerusalem, pada Jumat (15/12) ...
Pakai Hijab, Mahasiswa di Nigeria Dilarang Ikut Upacara Kelulusan
Global - Sabtu, 16 Desember 2017 - 11:22 WIB

Pakai Hijab, Mahasiswa di Nigeria Dilarang Ikut Upacara Kelulusan

Seorang mahasiswa di Nigeria bernama Amasa Firdaus, ditolak masuk kedalam aula di sekolah hukum Universitas Ilorin, saat upacara kelulusan berlangsung.Mahasiswa ...
Negara Uni Eropa Tolak Keputusan Trump Soal Yerusalem
Global - Sabtu, 16 Desember 2017 - 09:12 WIB

Negara Uni Eropa Tolak Keputusan Trump Soal Yerusalem

Dinilai menimbulkan kekacauan, keputusan Presiden AS Donald Trump menjadikan Yerusalem sebagai ibukota Israel dikecam dunia.Bukan hanya negara-negara Islam, seluruh negara ...
Hindari Perang Korea, Sekjen PBB Minta Resolusi Dewan Kemanan Dilaksanakan
Global - Kamis, 14 Desember 2017 - 15:21 WIB

Hindari Perang Korea, Sekjen PBB Minta Resolusi Dewan Kemanan Dilaksanakan

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, mengatakan Korea Utara harus melaksanakan resolusi Dewan Keamanan PBB.Hal ini untuk menghindari perang nuklir yang ...