Kamis, 19 Oktober 2017 | 14.19 WIB
KiniNEWS>Dunia>Peristiwa>Pemerintah Saudi Arabia akhirnya izinkan perempuan menyetir

Pemerintah Saudi Arabia akhirnya izinkan perempuan menyetir

Rabu, 27 September 2017 - 10:46 WIB

IMG-4731

Perempuan tengah melakukan test drive mobil di kota Madinah, Saudi Arabia. Foto Al-Arabiyah.

Riyadh, kini.co.id – Setelah sempat menjadi polemik berpuluh-puluh tahun terkait larangan bepergian sendirian terutama bagi kaum perempuan dengan menyetir kendaraan, pemerintah Arab Saudi akhirnya merubah peraturan tentang larangan menyetir bagi kaum perempuan itu.

Kini pemerintah Saudi mengizinkan wanita untuk menyetir mobil namun tetap harus disertai keluarga atau mahramnya. Bagi wanita Saudi, ini sebuah kemajuan besar yang sudah dinanti-nantikan sangat lama.

Keputusan membolehkan wanita menyetir mobil ini ditandatangani oleh Raja Saudi Salman bin Abdul Aziz. Keputusan tersebut mengatakan bahwa perempuan akan diizinkan untuk menyetir “sesuai dengan hukum Islam”.

Selama ini Saudi yang menganut mahzad Imam Hanafi dalam hukum fiqh sebelumya satu-satunya negara di dunia yang melarang keras bepergian terutama mengemudi.

Sebuah badan di kementerian telah dibentuk untuk mengawal realisasi peraturan ini. Menurut agenda, kemungkinan peraturan ini akan mulai diterapkan pada Juni 2018.

Perubahan peraturan ini, menurut analis, bagian dari agenda Visi Saudi 2030 yang salah satunya menargetkan reformasi sosial. Termasuk perubahan norma sosial yang dinilai mengekang kebebasan kaum wanita.

Selain mengizinkan wanita menyetir mobil, Saudi juga mengubah peraturan larangan bagi wanita untuk masuk ke stadion olahraga. Sebelumnya, wanita Saudi tidak diperbolehkan masuk stadion, karena dinilai sebagai wilayah kaum pria. Baik untuk menonton konser musik atau olahraga. Namun kini wanita Saudi sudah bisa menonton musik dan olahraga di stadion. Demikian dilansir dari Al Jazeera pada Rabu (27/9).

Selama beberapa tahun terakhir ini, larangan menyetir bagi kaum wanita mendapatkan protes keras dari dalam Saudi maupun aktifis wanita internasional.

Mereka kerap menyuarakan protes melalui media sosial maupun dengan melanggar peraturan tersebut. Akibatnya, beberapa wanita pernah ditangkap karena ketahuan menyetir mobil.

Pada tahun 2016, Alwaleed bin Talal, seorang pangeran Saudi yang berpandangan moderat, menyoroti soal larangan ini. Menurutnya, ini bukan hanya soal hak, tapi juga kebutuhan ekonomi.

Alwaleed kemudian memaparkan biaya yang harus dikeluarkan wanita untuk merekrut supir pribadi atau menggunakan kendaraan umum, yang sangat membebani ekonominya. Miliaran Dollar AS dihabiskan untuk hal itu.

Sejauh ini belum diketahui bagaimana respon para ulama Saudi atas peraturan baru ini. Di Saudi, ulama memiliki peran penting dalam perumusan undang-undang atau peraturan pemerintah.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
2 TKI Terhukum Mati Diselamatkan Negara
Global - Sabtu, 14 Oktober 2017 - 14:37 WIB

2 TKI Terhukum Mati Diselamatkan Negara

Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Muhammad Iqbal mengatakan pemerintah Indonesia telah berhasil membebaskan 1 WNI dari hukuman mati di ...
Protes Soal Rudal, Malaysia Stop Impor Barang dari Korut
Global - Sabtu, 14 Oktober 2017 - 09:53 WIB

Protes Soal Rudal, Malaysia Stop Impor Barang dari Korut

Setelah melarang warganya pergi ke Korea Utara, kini Malaysia mengambil langkah tegas dengan menghentikan semua impor barang dari Korut.Hal ini ...
Pesawat Tempur AS Terbang ke Semenanjung Korea
Global - Rabu, 11 Oktober 2017 - 13:01 WIB

Pesawat Tempur AS Terbang ke Semenanjung Korea

Setelah mengecam Korea Utara terkait percobaan rudal balistiknya, kini AS mulai menerbangkan 2 pesawat tempurnya di Semenanjung Korea.Pesawat bomber B-1B ...
Cuek dengan Sanksi PBB, Korut Bangga dengan Pembangunan Nuklir
Global - Senin, 9 Oktober 2017 - 09:42 WIB

Cuek dengan Sanksi PBB, Korut Bangga dengan Pembangunan Nuklir

Meski dihujat dunia dan diberikan sanksi ketat oleh PBB, Kim Jong Un tampaknya samasekali tak terpengaruh.Alih-alih meredakan aksi uji coba ...
Inggris Buru Anak Osama Bin Laden Dalam Keadaan Hidup Atau Mati
Global - Senin, 2 Oktober 2017 - 13:15 WIB

Inggris Buru Anak Osama Bin Laden Dalam Keadaan Hidup Atau Mati

Hamza Bin Laden, adalah anak bungsu dari Osama Bin Laden pemimpin teroris Al Qaeda yang kini diburu oleh pasukan khusus ...
PBB bantah terima petisi referendum Papua Barat
- Sabtu, 30 September 2017 - 12:53 WIB

PBB bantah terima petisi referendum Papua Barat

Komite Dekolonisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menolak laporan petisi rahasia yang menuntut referendum bebas untuk kemerdekaan di Papua Barat.Ketua Komite, Rafael ...