Jumat, 15 Desember 2017 | 23.08 WIB
KiniNEWS>Dunia>Global>Sanksi Diperberat, Korut Makin Menjadi

Sanksi Diperberat, Korut Makin Menjadi

Reporter : Riki AB. | Selasa, 19 September 2017 - 14:54 WIB

IMG-4724

Ilustrasi

Pyongyang, kini.co.id – Dikecam, ditegur, hingga diberi sanksi ternyata samasekali tak menghentikan aksi Korea Utara (Korut) untuk tetap melakukan program nuklirnya.

Dengan bangga, Korut tetap menantang Amerika Serikat dengan meluncurkan misil-misil mereka dan membahayakan dunia internasional.

Teranyar, pada 15 September lalu, Korut melontarkan misil hingga melewati langit Jepang dan jatuh di perairan Samudra Pasifik dekat pulau Guam.

Sanksi yang lebih berat yakni pemutusan hubungan diplomatik bisnis dengan Korut kini ditanggapi Meksiko, Peru, Kuwait dan yang terbaru Spanyol.

Mereka mengusir duta besar Korut dari negara mereka.

Tak mundur, Korut malah mengatakan sanksi itu hanya membuat mereka meningkatkan program nuklir mereka.

“Langkah keras dari PBB beserta AS bersama sekutunya untuk menjatuhkan sanksi dan tekanan kepada DPRK (Democratic People’s Republic of Korea) hanya akan membuat kami mempercepat dan meningkatkan kekuatan nuklir negara kami,” ujar Menteri Luar Negeri Korea Utara yang dikutip oleh media corong pemerintahan Kim Jong-un, KCNA.

Dalam sanksi tersebut disebutkan larangan impor minyak dan ekspor tekstil.

Selain itu Namun, sanksi pembatasan itu dikritik karena dianggap tidak efektif, sebab Korut masih bisa berdagang dengan negara lain.

Satu-satunya sekutu Pyongyang yaitu China adalah negara yang bertanggung jawab atas pertumbuhan ekonomi Korut yang tahun lalu mencapai 3,9 persen.

Saksi tersebut juga dinilai sangat kejam dan tidak berperikemanusiaan oleh Korut.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Hindari Perang Korea, Sekjen PBB Minta Resolusi Dewan Kemanan Dilaksanakan
Global - Kamis, 14 Desember 2017 - 15:21 WIB

Hindari Perang Korea, Sekjen PBB Minta Resolusi Dewan Kemanan Dilaksanakan

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, mengatakan Korea Utara harus melaksanakan resolusi Dewan Keamanan PBB.Hal ini untuk menghindari perang nuklir yang ...
Efek Intervensi Trump, Masyarakat Arab Saudi Ajak Boikot Restoran AS
Global - Kamis, 14 Desember 2017 - 15:01 WIB

Efek Intervensi Trump, Masyarakat Arab Saudi Ajak Boikot Restoran AS

Akibat keputusan Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel, gelombang protes tak berhenti terjadi. Tidak terkecuali di media sosial.Bahkan di ...
Ada Konflik Rohingya, Penghargaan Pemimpin Myanmar Suu Kyi Dicabut
Global - Kamis, 14 Desember 2017 - 13:21 WIB

Ada Konflik Rohingya, Penghargaan Pemimpin Myanmar Suu Kyi Dicabut

Penindasannyang dilakukan militer Myanmar terhadap suku Rohingya di Rakhine membuat dunia marah. Terlebih sebelumnya pemimpin negara itu mendapatkan penghargaan terkait ...
Erdogan kecam langkah AS soal Yerusalem di Pertemuan OKI
Global - Rabu, 13 Desember 2017 - 23:58 WIB

Erdogan kecam langkah AS soal Yerusalem di Pertemuan OKI

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengajak semua negara yang mengikuti hukum internasional untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Palestina “yang ...
KTT OKI sepakati deklarasi Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota Palestina
Global - Rabu, 13 Desember 2017 - 23:49 WIB

KTT OKI sepakati deklarasi Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota Palestina

Pemimpin dari 57 negara Muslim yang hadir pada KTT Luar Biasa OKI di Istanbul, pada hari ini (13/12), menyerukan dunia ...
Lebih dari ratusan orang luka-luka akibat protes di Palestina
Global - Minggu, 10 Desember 2017 - 13:11 WIB

Lebih dari ratusan orang luka-luka akibat protes di Palestina

Bulan Sabit Merah Palestina dalam pernyataan tertulisnya menyebutkan sekitar dua ratus lebih warga Palestina terluka dalam protes terbaru di ...