Kamis, 19 Oktober 2017 | 19.54 WIB
KiniNEWS>Dunia>Global>Sanksi Diperberat, Korut Makin Menjadi

Sanksi Diperberat, Korut Makin Menjadi

Reporter : Riki AB. | Selasa, 19 September 2017 - 14:54 WIB

IMG-4724

Ilustrasi

Pyongyang, kini.co.id – Dikecam, ditegur, hingga diberi sanksi ternyata samasekali tak menghentikan aksi Korea Utara (Korut) untuk tetap melakukan program nuklirnya.

Dengan bangga, Korut tetap menantang Amerika Serikat dengan meluncurkan misil-misil mereka dan membahayakan dunia internasional.

Teranyar, pada 15 September lalu, Korut melontarkan misil hingga melewati langit Jepang dan jatuh di perairan Samudra Pasifik dekat pulau Guam.

Sanksi yang lebih berat yakni pemutusan hubungan diplomatik bisnis dengan Korut kini ditanggapi Meksiko, Peru, Kuwait dan yang terbaru Spanyol.

Mereka mengusir duta besar Korut dari negara mereka.

Tak mundur, Korut malah mengatakan sanksi itu hanya membuat mereka meningkatkan program nuklir mereka.

“Langkah keras dari PBB beserta AS bersama sekutunya untuk menjatuhkan sanksi dan tekanan kepada DPRK (Democratic People’s Republic of Korea) hanya akan membuat kami mempercepat dan meningkatkan kekuatan nuklir negara kami,” ujar Menteri Luar Negeri Korea Utara yang dikutip oleh media corong pemerintahan Kim Jong-un, KCNA.

Dalam sanksi tersebut disebutkan larangan impor minyak dan ekspor tekstil.

Selain itu Namun, sanksi pembatasan itu dikritik karena dianggap tidak efektif, sebab Korut masih bisa berdagang dengan negara lain.

Satu-satunya sekutu Pyongyang yaitu China adalah negara yang bertanggung jawab atas pertumbuhan ekonomi Korut yang tahun lalu mencapai 3,9 persen.

Saksi tersebut juga dinilai sangat kejam dan tidak berperikemanusiaan oleh Korut.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
2 TKI Terhukum Mati Diselamatkan Negara
Global - Sabtu, 14 Oktober 2017 - 14:37 WIB

2 TKI Terhukum Mati Diselamatkan Negara

Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Muhammad Iqbal mengatakan pemerintah Indonesia telah berhasil membebaskan 1 WNI dari hukuman mati di ...
Protes Soal Rudal, Malaysia Stop Impor Barang dari Korut
Global - Sabtu, 14 Oktober 2017 - 09:53 WIB

Protes Soal Rudal, Malaysia Stop Impor Barang dari Korut

Setelah melarang warganya pergi ke Korea Utara, kini Malaysia mengambil langkah tegas dengan menghentikan semua impor barang dari Korut.Hal ini ...
Pesawat Tempur AS Terbang ke Semenanjung Korea
Global - Rabu, 11 Oktober 2017 - 13:01 WIB

Pesawat Tempur AS Terbang ke Semenanjung Korea

Setelah mengecam Korea Utara terkait percobaan rudal balistiknya, kini AS mulai menerbangkan 2 pesawat tempurnya di Semenanjung Korea.Pesawat bomber B-1B ...
Cuek dengan Sanksi PBB, Korut Bangga dengan Pembangunan Nuklir
Global - Senin, 9 Oktober 2017 - 09:42 WIB

Cuek dengan Sanksi PBB, Korut Bangga dengan Pembangunan Nuklir

Meski dihujat dunia dan diberikan sanksi ketat oleh PBB, Kim Jong Un tampaknya samasekali tak terpengaruh.Alih-alih meredakan aksi uji coba ...
Inggris Buru Anak Osama Bin Laden Dalam Keadaan Hidup Atau Mati
Global - Senin, 2 Oktober 2017 - 13:15 WIB

Inggris Buru Anak Osama Bin Laden Dalam Keadaan Hidup Atau Mati

Hamza Bin Laden, adalah anak bungsu dari Osama Bin Laden pemimpin teroris Al Qaeda yang kini diburu oleh pasukan khusus ...
PBB bantah terima petisi referendum Papua Barat
- Sabtu, 30 September 2017 - 12:53 WIB

PBB bantah terima petisi referendum Papua Barat

Komite Dekolonisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menolak laporan petisi rahasia yang menuntut referendum bebas untuk kemerdekaan di Papua Barat.Ketua Komite, Rafael ...