Senin, 10 Desember 2018 | 19.49 WIB
KiniNEWS>Dunia>Global>Yahudi Pesta dan Berjoged di Masjid Nabi Ibrahim

Yahudi Pesta dan Berjoged di Masjid Nabi Ibrahim

Reporter : M. Zaki | Senin, 18 September 2017 - 17:31 WIB

Hebron, kini.co.id – Dulunya merupakan tempat sakral dan tempat ibadah bagi umat Islam, kini Masjid Ibrahim berubah menjadi tempat pesta para Yahudi di Hebron.

Sebuah video beredar luas di media sosial menunjukkan para Yahudi sedang berpesta dan menari di Masjid yang di bawahnya juga terdapat makam Nabi Ibrahim AS tersebut.

Video ini pun membuat para umat Muslim sedih.

“Ini adalah dalam Masjid Nabi Ibrahim di Hebron dimana ada makam Nabi Ibrahim di bawahnya. Kami @officialmizznina dan jemaah pernah shalat di sini. Sekarang dah kena takeover Yahudi. Siap buat party dalam ni dengan makam semua kat situ,” ujar netter asal Malaysia, @muhammadnohbinsaleh.

Kesedihan yang sama juga menghampiri artis Siti Nurhaliza yang merepost kiriman itu.

Pelantun “Cindai” itu juga mengatakan dirinya pernah shalat di masjid tersebut dan ia bersedih karena tempat itu bahkan menjadi tempat pesta seolah tak memedulikan ada makam Nabi di bawahnya.

“Ya Allah sedihnya, Siti dan keluarga juga sempat shalat dan ziarah di sini. Semoga Allah SWT kembalikan masjid ni kepada umat Muslim di Hebron,” tulisnya.

Seperti diketahui Hebron terkadang disebut pula dengan nama Hebrew. Kota ini terletak di Tepi Barat, Palestina dan sekitar 30 kilometer di selatan Yerusalem.

Di kota ini terdapat makam Nabi Ibrahim AS dan istrinya, Siti Sarah. Karenanya, Hebron merupakan salah satu kota suci bagi Yahudi, karena Nabi Ishak dan Ya’kub dimakamkan di sini.

Juga istri Nabi Ishak yang bernama Ribka, dan istri Nabi Ya’kub, Leah.

Mereka dimakamkam di sebuah gua yang disebut dengan Gua Para Leluhur (Machpelah, Makfilah).

Karena itulah, kaum Yahudi menganggap suci kota ini. Di atas gua, dibangun sebuah tempat yang menyerupai masjid dan disebut dengan nama Masjid Ibrahim.

Sebagaimana Masjid Al Aqsha, Masjid Ibrahim juga merupakan situs yang diperebutkan Israel dan Palestina.

Umat muslim masih bisa beribadah di dalamnya, namun pada hari-hari tertentu Yahudi menutup Masjid tersebut untuk umat Muslim.

Palestina kehilangan hak untuk menguasai kompleks Masjid Ibrahimi pada tahun 1997 saat pembagian kekuasaan Palestina dan Israel.

Kesepakatan ini untuk pertama kalinya telah menjadikan kota al-Khalil milik bersama bangsa Palestina dan Yahudi, sementara al-Haram al-Ibrahimi (Masjid Suci Ibrahimi) masih tetap di kuasai pasukan pendudukan Israel.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Unik - Jumat, 7 Desember 2018 - 22:32 WIB

Remaja bisa dihukum mati di Sudan Selatan

PRAKTIK hukuman mati di Sudan Selatan ternyata juga diterapkan kepada remaja. Menurut lembaga pemantau hak asasi manusia Amnesty International, hukuman ...
Peristiwa - Kamis, 6 Desember 2018 - 16:27 WIB

Sampai hari ini sudah 11 mayat ditemukan di Selat Malaka

BANYAKNYA jenazah yang ditemukan di kawasan perairan Selat Malaka, hingga hari ini, Kamis (6/12/2018) sudah mencapai sebelas. “Mayat di (perairan) ...
Politik - Senin, 3 Desember 2018 - 21:47 WIB

PBNU desak Pemerintah RI pulangkan Dubes Saudi

PENGURUS Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memprotes keras tweet yang diduga milik Dubes Arab Saudi untuk Indonesia, Osama bin Mohammed Abdullah ...
Unik - Minggu, 2 Desember 2018 - 22:54 WIB

Jepang membagi-bagi rumah secara gratis

PEMERINTAH Jepang terpaksa membagi-bagi rumah secara gratis kepada warga akibat banyaknya rumah yang ditinggal kosong pemiliknya di negeri Sakura itu. ...
Finance - Kamis, 29 November 2018 - 16:37 WIB

Di China bisa kredit jaminannya foto dan video bugil

DALAM menggunakan fasilitas kredit, biasanya nasabah diminta untuk memberikan jaminan berupa surat berharga hingga jaminan dengan benda yang memiliki nilai ...
Unik - Kamis, 29 November 2018 - 16:06 WIB

Pemerintah Jepang cegah aksi bunuh diri di peron stasiun dengan cara ini

PEMERINTAH Jepang melakukan aksi pencegahan bunuh diri di peron stasiun kereta di sejumlah kota di negara tersebut. Pasalnya, negara itu ...