Sabtu, 24 Februari 2018 | 00.41 WIB
KiniNEWS>Dunia>Global>Yahudi Pesta dan Berjoged di Masjid Nabi Ibrahim

Yahudi Pesta dan Berjoged di Masjid Nabi Ibrahim

Reporter : M. Zaki | Senin, 18 September 2017 - 17:31 WIB

Hebron, kini.co.id – Dulunya merupakan tempat sakral dan tempat ibadah bagi umat Islam, kini Masjid Ibrahim berubah menjadi tempat pesta para Yahudi di Hebron.

Sebuah video beredar luas di media sosial menunjukkan para Yahudi sedang berpesta dan menari di Masjid yang di bawahnya juga terdapat makam Nabi Ibrahim AS tersebut.

Video ini pun membuat para umat Muslim sedih.

“Ini adalah dalam Masjid Nabi Ibrahim di Hebron dimana ada makam Nabi Ibrahim di bawahnya. Kami @officialmizznina dan jemaah pernah shalat di sini. Sekarang dah kena takeover Yahudi. Siap buat party dalam ni dengan makam semua kat situ,” ujar netter asal Malaysia, @muhammadnohbinsaleh.

Kesedihan yang sama juga menghampiri artis Siti Nurhaliza yang merepost kiriman itu.

Pelantun “Cindai” itu juga mengatakan dirinya pernah shalat di masjid tersebut dan ia bersedih karena tempat itu bahkan menjadi tempat pesta seolah tak memedulikan ada makam Nabi di bawahnya.

“Ya Allah sedihnya, Siti dan keluarga juga sempat shalat dan ziarah di sini. Semoga Allah SWT kembalikan masjid ni kepada umat Muslim di Hebron,” tulisnya.

Seperti diketahui Hebron terkadang disebut pula dengan nama Hebrew. Kota ini terletak di Tepi Barat, Palestina dan sekitar 30 kilometer di selatan Yerusalem.

Di kota ini terdapat makam Nabi Ibrahim AS dan istrinya, Siti Sarah. Karenanya, Hebron merupakan salah satu kota suci bagi Yahudi, karena Nabi Ishak dan Ya’kub dimakamkan di sini.

Juga istri Nabi Ishak yang bernama Ribka, dan istri Nabi Ya’kub, Leah.

Mereka dimakamkam di sebuah gua yang disebut dengan Gua Para Leluhur (Machpelah, Makfilah).

Karena itulah, kaum Yahudi menganggap suci kota ini. Di atas gua, dibangun sebuah tempat yang menyerupai masjid dan disebut dengan nama Masjid Ibrahim.

Sebagaimana Masjid Al Aqsha, Masjid Ibrahim juga merupakan situs yang diperebutkan Israel dan Palestina.

Umat muslim masih bisa beribadah di dalamnya, namun pada hari-hari tertentu Yahudi menutup Masjid tersebut untuk umat Muslim.

Palestina kehilangan hak untuk menguasai kompleks Masjid Ibrahimi pada tahun 1997 saat pembagian kekuasaan Palestina dan Israel.

Kesepakatan ini untuk pertama kalinya telah menjadikan kota al-Khalil milik bersama bangsa Palestina dan Yahudi, sementara al-Haram al-Ibrahimi (Masjid Suci Ibrahimi) masih tetap di kuasai pasukan pendudukan Israel.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Gerilyawan Taliban palak kantor media untuk biayai aksinya
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 13:25 WIB

Gerilyawan Taliban palak kantor media untuk biayai aksinya

Diduga untuk menambah pundi-pundi dalam membiayai aksinya, gerilyawan Taliban mengenakan pajak dengan cara mengancam sejumlah kantor-kantor berita di Afghanistan apabila ...
Setelah Marawi, Daes berpotensi rebut kota lain di Filipina
Peristiwa - Selasa, 20 Februari 2018 - 21:04 WIB

Setelah Marawi, Daes berpotensi rebut kota lain di Filipina

Pentolan Front Pembebasan Islam Moro (MILF), Murad Ebrahim mensinyalir Daes sebutan lain bagi kelompok militan Islamic State (ISIS) yang bercokol ...
900 Gerai KFC di Inggris Tutup, Ini Penyebabnya
Global - Selasa, 20 Februari 2018 - 09:19 WIB

900 Gerai KFC di Inggris Tutup, Ini Penyebabnya

Sebanyak 900 gerai KFC di Inggris terpaksa tutup untuk sementara.Hal itu karena mereka kekurangan bahan utama dari makanan cepat saji ...
AS Siapkan Dana 3,3 Miliar Dolar untuk Militer Israel
Global - Selasa, 13 Februari 2018 - 14:58 WIB

AS Siapkan Dana 3,3 Miliar Dolar untuk Militer Israel

Amerika Serikat menyiapkan dana USD3,3 miliar atau senilai Rp45 triliun untuk militer Israel.Hal itu diumumkan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat ...
Usai Olimpiade, Kim Jong Un Ingin Dialog Hangat dengan Seoul
Global - Selasa, 13 Februari 2018 - 09:32 WIB

Usai Olimpiade, Kim Jong Un Ingin Dialog Hangat dengan Seoul

Hubungan Korea Selatan dan Korea Utara telah lama dingin. Bahkan Korut terprovokasi meluncurkan rudal percobaan karena Amerika Serikat menggelar latihan ...
Siksa dan Bunuh Warga Rohingya, Pasukan Keamanan Myanmar Diadili
Global - Senin, 12 Februari 2018 - 08:26 WIB

Siksa dan Bunuh Warga Rohingya, Pasukan Keamanan Myanmar Diadili

Anggota pasukan keamanan Myanmar terbukti telah menyiksa dan menghilangkan nyawa 10 orang warga Rohingnya di Rakhine.Mereka kini akan menghadapi tindakan ...