Kamis, 19 Oktober 2017 | 19.54 WIB
KiniNEWS>Dunia>Global>Yahudi Pesta dan Berjoged di Masjid Nabi Ibrahim

Yahudi Pesta dan Berjoged di Masjid Nabi Ibrahim

Reporter : M. Zaki | Senin, 18 September 2017 - 17:31 WIB

Hebron, kini.co.id – Dulunya merupakan tempat sakral dan tempat ibadah bagi umat Islam, kini Masjid Ibrahim berubah menjadi tempat pesta para Yahudi di Hebron.

Sebuah video beredar luas di media sosial menunjukkan para Yahudi sedang berpesta dan menari di Masjid yang di bawahnya juga terdapat makam Nabi Ibrahim AS tersebut.

Video ini pun membuat para umat Muslim sedih.

“Ini adalah dalam Masjid Nabi Ibrahim di Hebron dimana ada makam Nabi Ibrahim di bawahnya. Kami @officialmizznina dan jemaah pernah shalat di sini. Sekarang dah kena takeover Yahudi. Siap buat party dalam ni dengan makam semua kat situ,” ujar netter asal Malaysia, @muhammadnohbinsaleh.

Kesedihan yang sama juga menghampiri artis Siti Nurhaliza yang merepost kiriman itu.

Pelantun “Cindai” itu juga mengatakan dirinya pernah shalat di masjid tersebut dan ia bersedih karena tempat itu bahkan menjadi tempat pesta seolah tak memedulikan ada makam Nabi di bawahnya.

“Ya Allah sedihnya, Siti dan keluarga juga sempat shalat dan ziarah di sini. Semoga Allah SWT kembalikan masjid ni kepada umat Muslim di Hebron,” tulisnya.

Seperti diketahui Hebron terkadang disebut pula dengan nama Hebrew. Kota ini terletak di Tepi Barat, Palestina dan sekitar 30 kilometer di selatan Yerusalem.

Di kota ini terdapat makam Nabi Ibrahim AS dan istrinya, Siti Sarah. Karenanya, Hebron merupakan salah satu kota suci bagi Yahudi, karena Nabi Ishak dan Ya’kub dimakamkan di sini.

Juga istri Nabi Ishak yang bernama Ribka, dan istri Nabi Ya’kub, Leah.

Mereka dimakamkam di sebuah gua yang disebut dengan Gua Para Leluhur (Machpelah, Makfilah).

Karena itulah, kaum Yahudi menganggap suci kota ini. Di atas gua, dibangun sebuah tempat yang menyerupai masjid dan disebut dengan nama Masjid Ibrahim.

Sebagaimana Masjid Al Aqsha, Masjid Ibrahim juga merupakan situs yang diperebutkan Israel dan Palestina.

Umat muslim masih bisa beribadah di dalamnya, namun pada hari-hari tertentu Yahudi menutup Masjid tersebut untuk umat Muslim.

Palestina kehilangan hak untuk menguasai kompleks Masjid Ibrahimi pada tahun 1997 saat pembagian kekuasaan Palestina dan Israel.

Kesepakatan ini untuk pertama kalinya telah menjadikan kota al-Khalil milik bersama bangsa Palestina dan Yahudi, sementara al-Haram al-Ibrahimi (Masjid Suci Ibrahimi) masih tetap di kuasai pasukan pendudukan Israel.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
2 TKI Terhukum Mati Diselamatkan Negara
Global - Sabtu, 14 Oktober 2017 - 14:37 WIB

2 TKI Terhukum Mati Diselamatkan Negara

Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Muhammad Iqbal mengatakan pemerintah Indonesia telah berhasil membebaskan 1 WNI dari hukuman mati di ...
Protes Soal Rudal, Malaysia Stop Impor Barang dari Korut
Global - Sabtu, 14 Oktober 2017 - 09:53 WIB

Protes Soal Rudal, Malaysia Stop Impor Barang dari Korut

Setelah melarang warganya pergi ke Korea Utara, kini Malaysia mengambil langkah tegas dengan menghentikan semua impor barang dari Korut.Hal ini ...
Pesawat Tempur AS Terbang ke Semenanjung Korea
Global - Rabu, 11 Oktober 2017 - 13:01 WIB

Pesawat Tempur AS Terbang ke Semenanjung Korea

Setelah mengecam Korea Utara terkait percobaan rudal balistiknya, kini AS mulai menerbangkan 2 pesawat tempurnya di Semenanjung Korea.Pesawat bomber B-1B ...
Cuek dengan Sanksi PBB, Korut Bangga dengan Pembangunan Nuklir
Global - Senin, 9 Oktober 2017 - 09:42 WIB

Cuek dengan Sanksi PBB, Korut Bangga dengan Pembangunan Nuklir

Meski dihujat dunia dan diberikan sanksi ketat oleh PBB, Kim Jong Un tampaknya samasekali tak terpengaruh.Alih-alih meredakan aksi uji coba ...
Inggris Buru Anak Osama Bin Laden Dalam Keadaan Hidup Atau Mati
Global - Senin, 2 Oktober 2017 - 13:15 WIB

Inggris Buru Anak Osama Bin Laden Dalam Keadaan Hidup Atau Mati

Hamza Bin Laden, adalah anak bungsu dari Osama Bin Laden pemimpin teroris Al Qaeda yang kini diburu oleh pasukan khusus ...
PBB bantah terima petisi referendum Papua Barat
- Sabtu, 30 September 2017 - 12:53 WIB

PBB bantah terima petisi referendum Papua Barat

Komite Dekolonisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menolak laporan petisi rahasia yang menuntut referendum bebas untuk kemerdekaan di Papua Barat.Ketua Komite, Rafael ...