Jumat, 22 November 2019 | 05.00 WIB
KiniNEWS>Dunia>Politik>Menyusul Inggris juga tolak rencana referendum Kurdi Irak

Menyusul Inggris juga tolak rencana referendum Kurdi Irak

Reporter : Riki AB. | Minggu, 17 September 2017 - 12:01 WIB

IMG-4719

Pendukung Kurdi Irak (KRG) memasang spanduk referendum kemerdekaan Kurdi dari Irak yang akan digelar pada 25 September ini. Foto/REUTERS/Azad Lashkari.

Ankara, kini.co.id – Setelah pemerintah Irak, Turki, AS, Iran, Rusia, Suriah yang menolak rencana referendum Pemerintah Daerah Kurdi Irak (KRG) pada 25 September mendatang.

Sejumlah negara barat yang memiliki kepentingan atas negeri seribu satu malam lainnya juga menolak referendum, kali ini dari pihak Inggris.

Kementrian luar negeri Inggris menyatakan menolak aspirasi pemisahan Kurdi Irak berpisah dari Bagdhdad. Karena dengan referendum yang disuarakan Masoud Barzani, Presiden wilayah Irak Kurdi itu dikhawatirkan akan mempertaruhkan stabilitas wilayah itu.

“Inggris tidak mendukung aspirasi KRG untuk menggelar referendum pada 25 September mendatang,” seperti dilansir Talarabiyah, Sabtu (16/9).

Menurut pihak Inggris referendum berisiko menimbulkan ketegangan baru terutama dalam menghadapi perang melawan Daes atau Islamic State (IS) yang menguasai sebagian wilayah Irak.

Masih kata pihak Kemenlu Inggris, justru mendesak agar Masoud Barzani melakukan perundingan baru antara pihak Erbil dengan Baghdad.

Presiden Wilayah Kurdi Irak, Massoud Barzani pada Kamis (14/9) lalu menyebut akan mempertimbangkan tawaran daan saran dari sejumlah negara itu untuk melakukan referendum pada 25 September nanti.

Berbeda dengan Israel, yang menyatakan dukungannya kepada Kurdi Irak untuk merdeka secara mutlak dari Baghdad. Hal itu disampaikan pihak Telaviv melalui Menteri Kehakiman Ayelet Shaked pada konferensi kontra terorisme baru-baru ini.

“Israel dan negara-negara Barat memiliki kepentingan besar dalam pembentukan negara Kurdistan,” kata Shaked, dalam naskah sambutannya, tanpa menjelaskan kepentingan besar yang dimaksud.

”Saya pikir sudah waktunya bagi AS untuk mendukung prosesnya,” lanjut Shaked, seperti dikutip dari Haaretz, Selasa (12/9).

Pemerintah AS, bersama dengan Rusia, Turki, Iran, Irak dan Suriah, menentang referendum kemerdekaan Kurdi. Alasannya, bisa menimbulkan keguncangan baru di wilayah Timur Tengah.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Unik - Senin, 28 Januari 2019 - 13:55 WIB

India larang SD main game PUBG

PARA pemain PlayerUnknowns BattleGrounds (PUBG) Mobile di India harus menahan diri. Bagi kalangan sekolah dasar (SD), game ini resmi dilarang, ...
Peristiwa - Senin, 21 Januari 2019 - 11:00 WIB

Pintu Membeku, 250 Penumpang United Airlines Terdampar Selama 16 Jam

250 Penumpang United Airlines terdampar selama 16 jam di landasan salah satu bandara yang ada di Kanada. Ini lantaran pintu ...
Peristiwa - Jumat, 18 Januari 2019 - 10:42 WIB

Nelayan Indonesia bersumpah mengetahui lokasi jatuhnya MH370

SEORANG nelayan asal Indonesia bernama Rusli Khusmin secara mendadak mengungkap tragedi hilangnya pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 di Subang Jaya, ...
Peristiwa - Jumat, 18 Januari 2019 - 09:45 WIB

Pangeran Philip, suami Ratu Elizabeth, kecelakaan lalu lintas

SUAMI Ratu Inggris Elizabeth II, Pangeran Philip dikabarkan mengalami kecelakaan lalu lintas di sebuah kawasan, 160 kilometer sebelah utara ...
Peristiwa - Jumat, 18 Januari 2019 - 09:28 WIB

Ustadz Arifin Ilham membaik, segera keluar rumah sakit

USTADZ Arifin Ilham yang dirawat Rumah Sakit Gleneagles, Penang, Malaysia, dalam dua pekan terakhir, dikabarkan semakin membaik. Pihak rumah sakit ...
Peristiwa - Kamis, 17 Januari 2019 - 15:32 WIB

Fakta mengerikan: Ada website jual beli daging manusia

DUNIA maya ternyata pernah menjadi rumah untuk praktik kanibalisme. Di dunia mayalah terdapat situs dan forum yang secara ternag-terangan membahas ...