Jumat, 15 Desember 2017 | 23.04 WIB
KiniNEWS>Dunia>Politik>Menyusul Inggris juga tolak rencana referendum Kurdi Irak

Menyusul Inggris juga tolak rencana referendum Kurdi Irak

Reporter : Riki AB. | Minggu, 17 September 2017 - 12:01 WIB

IMG-4719

Pendukung Kurdi Irak (KRG) memasang spanduk referendum kemerdekaan Kurdi dari Irak yang akan digelar pada 25 September ini. Foto/REUTERS/Azad Lashkari.

Ankara, kini.co.id – Setelah pemerintah Irak, Turki, AS, Iran, Rusia, Suriah yang menolak rencana referendum Pemerintah Daerah Kurdi Irak (KRG) pada 25 September mendatang.

Sejumlah negara barat yang memiliki kepentingan atas negeri seribu satu malam lainnya juga menolak referendum, kali ini dari pihak Inggris.

Kementrian luar negeri Inggris menyatakan menolak aspirasi pemisahan Kurdi Irak berpisah dari Bagdhdad. Karena dengan referendum yang disuarakan Masoud Barzani, Presiden wilayah Irak Kurdi itu dikhawatirkan akan mempertaruhkan stabilitas wilayah itu.

“Inggris tidak mendukung aspirasi KRG untuk menggelar referendum pada 25 September mendatang,” seperti dilansir Talarabiyah, Sabtu (16/9).

Menurut pihak Inggris referendum berisiko menimbulkan ketegangan baru terutama dalam menghadapi perang melawan Daes atau Islamic State (IS) yang menguasai sebagian wilayah Irak.

Masih kata pihak Kemenlu Inggris, justru mendesak agar Masoud Barzani melakukan perundingan baru antara pihak Erbil dengan Baghdad.

Presiden Wilayah Kurdi Irak, Massoud Barzani pada Kamis (14/9) lalu menyebut akan mempertimbangkan tawaran daan saran dari sejumlah negara itu untuk melakukan referendum pada 25 September nanti.

Berbeda dengan Israel, yang menyatakan dukungannya kepada Kurdi Irak untuk merdeka secara mutlak dari Baghdad. Hal itu disampaikan pihak Telaviv melalui Menteri Kehakiman Ayelet Shaked pada konferensi kontra terorisme baru-baru ini.

“Israel dan negara-negara Barat memiliki kepentingan besar dalam pembentukan negara Kurdistan,” kata Shaked, dalam naskah sambutannya, tanpa menjelaskan kepentingan besar yang dimaksud.

”Saya pikir sudah waktunya bagi AS untuk mendukung prosesnya,” lanjut Shaked, seperti dikutip dari Haaretz, Selasa (12/9).

Pemerintah AS, bersama dengan Rusia, Turki, Iran, Irak dan Suriah, menentang referendum kemerdekaan Kurdi. Alasannya, bisa menimbulkan keguncangan baru di wilayah Timur Tengah.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Hindari Perang Korea, Sekjen PBB Minta Resolusi Dewan Kemanan Dilaksanakan
Global - Kamis, 14 Desember 2017 - 15:21 WIB

Hindari Perang Korea, Sekjen PBB Minta Resolusi Dewan Kemanan Dilaksanakan

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, mengatakan Korea Utara harus melaksanakan resolusi Dewan Keamanan PBB.Hal ini untuk menghindari perang nuklir yang ...
Efek Intervensi Trump, Masyarakat Arab Saudi Ajak Boikot Restoran AS
Global - Kamis, 14 Desember 2017 - 15:01 WIB

Efek Intervensi Trump, Masyarakat Arab Saudi Ajak Boikot Restoran AS

Akibat keputusan Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel, gelombang protes tak berhenti terjadi. Tidak terkecuali di media sosial.Bahkan di ...
Ada Konflik Rohingya, Penghargaan Pemimpin Myanmar Suu Kyi Dicabut
Global - Kamis, 14 Desember 2017 - 13:21 WIB

Ada Konflik Rohingya, Penghargaan Pemimpin Myanmar Suu Kyi Dicabut

Penindasannyang dilakukan militer Myanmar terhadap suku Rohingya di Rakhine membuat dunia marah. Terlebih sebelumnya pemimpin negara itu mendapatkan penghargaan terkait ...
Erdogan kecam langkah AS soal Yerusalem di Pertemuan OKI
Global - Rabu, 13 Desember 2017 - 23:58 WIB

Erdogan kecam langkah AS soal Yerusalem di Pertemuan OKI

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengajak semua negara yang mengikuti hukum internasional untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Palestina “yang ...
KTT OKI sepakati deklarasi Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota Palestina
Global - Rabu, 13 Desember 2017 - 23:49 WIB

KTT OKI sepakati deklarasi Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota Palestina

Pemimpin dari 57 negara Muslim yang hadir pada KTT Luar Biasa OKI di Istanbul, pada hari ini (13/12), menyerukan dunia ...
Lebih dari ratusan orang luka-luka akibat protes di Palestina
Global - Minggu, 10 Desember 2017 - 13:11 WIB

Lebih dari ratusan orang luka-luka akibat protes di Palestina

Bulan Sabit Merah Palestina dalam pernyataan tertulisnya menyebutkan sekitar dua ratus lebih warga Palestina terluka dalam protes terbaru di ...