Kamis, 19 April 2018 | 16.22 WIB
KiniNEWS>Dunia>Peristiwa>Rusia – China teken pengembangan helikopter angkut berat

Rusia – China teken pengembangan helikopter angkut berat

Reporter : Riki AB. | Jumat, 15 September 2017 - 23:32 WIB

IMG-4714

Helikopter angku berat jenis Mi-171E (Mi-8 AMT). Foto Russian Helicopters holding company.

TIANJIN, kini.co.id – Helikopter Rusia dan produsen China Avicopter menyepakati sisi teknis dari proyek helikopter berat bersama mereka, menurut CEO Rusia Helicopter, Andrey Boginsky mengatakan kepada wartawan bahwa pihaknya siap menandatangani kontrak pada akhir tahun.

“Kami telah berhasil mencapai kesepakatan dengan mitra China kami mengenai parameter teknis helikopter angkat berat, sekarang kami memiliki pemahaman yang jelas mengenai karakteristik mesin tersebut,” kata Boginsky di Tianjin, China, Jumat (15/9).

Boginsky menambahkan bahwa mereka membahas biaya proyek tersebut di ajang “China Helicopter Expo” di Tianjin.

Kesepakatan tentang program pengembangan helikopter sipil angkat berat itu ditandatangani pada bulan Juni 2016 lalu saat kunjungan Presiden Rusia Vladimir Putin ke China.

Berdasarkan kesepakatan tersebut, Helikopter Rusia akan melakukan investasi dalam proyek tersebut dan mengembangkan sistem secara terpisah untuk mesin baru tersebut.

China akan bertanggung jawab atas desain dan produksi helikopter tersebut, sedangkan Rusia bertindak sebagai mitra teknis. Helikopter itu sendiri akan diproduksi di China.

Dengan berat lepas landas maksimum 38,2 ton, helikopter tersebut diklaim akan mampu mengangkut hingga 15 ton. Helikopter ini akan memiliki jarak tempuh 630 kilometer dan kecepatan tertinggi 300 kilometer per jam.

Helikopter baru ini termasuk di antara berbagai proyek Rusia-Cina yang juga mencakup rencana untuk pesawat jangkau jarak jauh. Ini adalah bagian dari kesepakatan kerjasama penerbangan senilai $ 13 miliar yang disegel oleh Moskow dan Beijing pada tahun 2014.

Tahun lalu Helikopter Rusia mengumumkan rencana untuk menjual 18 helikopter baru ke China, termasuk Mi-171, Ka-32, dan Ansat.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Lebih dari ratusan orang luka-luka akibat protes di Palestina
Global - Minggu, 10 Desember 2017 - 13:11 WIB

Lebih dari ratusan orang luka-luka akibat protes di Palestina

Bulan Sabit Merah Palestina dalam pernyataan tertulisnya menyebutkan sekitar dua ratus lebih warga Palestina terluka dalam protes terbaru di ...
Israel Lancarkan Serangan Udara ke Gaza, Puluhan Luka-luka
Global - Sabtu, 9 Desember 2017 - 09:25 WIB

Israel Lancarkan Serangan Udara ke Gaza, Puluhan Luka-luka

Setelah keputusan Presiden AS, Donald Trump soal Yerusalem, hububgan Palestina dan Israel semakin buruk.Sejak Jumat (8/12/2017), Israel mulai menggempur Jalur ...
DK PBB Kritik Kecam Donald Trump Terkait Yerusalem
Global - Sabtu, 9 Desember 2017 - 09:04 WIB

DK PBB Kritik Kecam Donald Trump Terkait Yerusalem

Keputusan sepihak Presiden AS Donald Trump yang menjadikan Yerusalem sebagai Ibukota Israel mendapat kecaman dari PBB.Pasalnya, PBB selama ini mengupayakan ...
Al- Qaidah serukan pengikutnya berjihad terkait status Yerusalem
Global - Jumat, 8 Desember 2017 - 18:20 WIB

Al- Qaidah serukan pengikutnya berjihad terkait status Yerusalem

Keputusan Pesiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang berkeras menyatakan Kota Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, mendapat kecaman bukan cuma organisasi ...
Lawan Keputusan Trump, Ini yang Dilakukan Pemerintah Indonesia
Global - Jumat, 8 Desember 2017 - 13:41 WIB

Lawan Keputusan Trump, Ini yang Dilakukan Pemerintah Indonesia

Gelombang protes terhadap keputusan Presiden AS Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai Ibukota Israel datang dari berbagai negara di dunia. ...
Eropa tolak pengakuan Trump soal status Yerusalem
Global - Jumat, 8 Desember 2017 - 13:33 WIB

Eropa tolak pengakuan Trump soal status Yerusalem

Pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump soal status kota Yerusalem sebagai ibu kota Israel ditentang banyak pihak. Para pemimpin negara ...