Sabtu, 25 November 2017 | 07.04 WIB
KiniNEWS>Dunia>Peristiwa>Rusia – China teken pengembangan helikopter angkut berat

Rusia – China teken pengembangan helikopter angkut berat

Reporter : Riki AB. | Jumat, 15 September 2017 - 23:32 WIB

IMG-4714

Helikopter angku berat jenis Mi-171E (Mi-8 AMT). Foto Russian Helicopters holding company.

TIANJIN, kini.co.id – Helikopter Rusia dan produsen China Avicopter menyepakati sisi teknis dari proyek helikopter berat bersama mereka, menurut CEO Rusia Helicopter, Andrey Boginsky mengatakan kepada wartawan bahwa pihaknya siap menandatangani kontrak pada akhir tahun.

“Kami telah berhasil mencapai kesepakatan dengan mitra China kami mengenai parameter teknis helikopter angkat berat, sekarang kami memiliki pemahaman yang jelas mengenai karakteristik mesin tersebut,” kata Boginsky di Tianjin, China, Jumat (15/9).

Boginsky menambahkan bahwa mereka membahas biaya proyek tersebut di ajang “China Helicopter Expo” di Tianjin.

Kesepakatan tentang program pengembangan helikopter sipil angkat berat itu ditandatangani pada bulan Juni 2016 lalu saat kunjungan Presiden Rusia Vladimir Putin ke China.

Berdasarkan kesepakatan tersebut, Helikopter Rusia akan melakukan investasi dalam proyek tersebut dan mengembangkan sistem secara terpisah untuk mesin baru tersebut.

China akan bertanggung jawab atas desain dan produksi helikopter tersebut, sedangkan Rusia bertindak sebagai mitra teknis. Helikopter itu sendiri akan diproduksi di China.

Dengan berat lepas landas maksimum 38,2 ton, helikopter tersebut diklaim akan mampu mengangkut hingga 15 ton. Helikopter ini akan memiliki jarak tempuh 630 kilometer dan kecepatan tertinggi 300 kilometer per jam.

Helikopter baru ini termasuk di antara berbagai proyek Rusia-Cina yang juga mencakup rencana untuk pesawat jangkau jarak jauh. Ini adalah bagian dari kesepakatan kerjasama penerbangan senilai $ 13 miliar yang disegel oleh Moskow dan Beijing pada tahun 2014.

Tahun lalu Helikopter Rusia mengumumkan rencana untuk menjual 18 helikopter baru ke China, termasuk Mi-171, Ka-32, dan Ansat.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Serangan di Sinai, Dubes: Tak ada WNI yang jadi korban
Peristiwa - Sabtu, 25 November 2017 - 02:16 WIB

Serangan di Sinai, Dubes: Tak ada WNI yang jadi korban

Dipastikan tak ada warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban serangan teror bom di Sinai, Mesir, Jumat (24/11) waktu setempat. ...
Serangan saat Shalat Jumat, 184 oang Tewas di Sinai
Peristiwa - Sabtu, 25 November 2017 - 02:10 WIB

Serangan saat Shalat Jumat, 184 oang Tewas di Sinai

Sedikitnya 184 orang tewas dalam serangan bom dan tembakan di sebuah masjid di Semenanjung Sinai, utara Mesir. Serangan tersebut terjadi ...
Mugabe menolak diasingkan
Politik - Jumat, 24 November 2017 - 01:56 WIB

Mugabe menolak diasingkan

Mantan orang kuat di Zimbabwe, Robert Mugabe, mendapatkan kekebalan (imunitas) dari tuntutan hukum dan jaminan keselamatan sebagai bagian dari kesepakatan ...
Deretan kebaikan Hitler yang tidak banyak orang tau
Peristiwa - Selasa, 21 November 2017 - 08:55 WIB

Deretan kebaikan Hitler yang tidak banyak orang tau

Seumpama dibikin daftar orang yang paling dibenci sepanjang sejarah, maka sosok yang berada di peringkat pertama adalah Hitler. Ya, bagaimana ...
Perempuan Rohingya Diperkosa, HNW Minta Pimpinan Militer Myanmar Dihukum
Global - Jumat, 17 November 2017 - 14:24 WIB

Perempuan Rohingya Diperkosa, HNW Minta Pimpinan Militer Myanmar Dihukum

Lembaga pembela HAM menuding militer Myanmar melakukan kampanye genosida etnis Rohingya.Selain melakukan kekerasan, militer Myanmar juga dituduh melakukan pemerkosaan terhadap ...
Gempa Irak-Iran Renggut 452 Nyawa
Peristiwa - Selasa, 14 November 2017 - 08:27 WIB

Gempa Irak-Iran Renggut 452 Nyawa

Gempa berkekuatan 7,3 skala richter dengan kedalaman yang melanda perbatasan Irak dan Iran, Minggu (12/11/2017) menelan ratusan korban jiwa.Sejauh ini, ...