Kamis, 22 Februari 2018 | 08.11 WIB
KiniNEWS>Dunia>Peristiwa>Rusia – China teken pengembangan helikopter angkut berat

Rusia – China teken pengembangan helikopter angkut berat

Reporter : Riki AB. | Jumat, 15 September 2017 - 23:32 WIB

IMG-4714

Helikopter angku berat jenis Mi-171E (Mi-8 AMT). Foto Russian Helicopters holding company.

TIANJIN, kini.co.id – Helikopter Rusia dan produsen China Avicopter menyepakati sisi teknis dari proyek helikopter berat bersama mereka, menurut CEO Rusia Helicopter, Andrey Boginsky mengatakan kepada wartawan bahwa pihaknya siap menandatangani kontrak pada akhir tahun.

“Kami telah berhasil mencapai kesepakatan dengan mitra China kami mengenai parameter teknis helikopter angkat berat, sekarang kami memiliki pemahaman yang jelas mengenai karakteristik mesin tersebut,” kata Boginsky di Tianjin, China, Jumat (15/9).

Boginsky menambahkan bahwa mereka membahas biaya proyek tersebut di ajang “China Helicopter Expo” di Tianjin.

Kesepakatan tentang program pengembangan helikopter sipil angkat berat itu ditandatangani pada bulan Juni 2016 lalu saat kunjungan Presiden Rusia Vladimir Putin ke China.

Berdasarkan kesepakatan tersebut, Helikopter Rusia akan melakukan investasi dalam proyek tersebut dan mengembangkan sistem secara terpisah untuk mesin baru tersebut.

China akan bertanggung jawab atas desain dan produksi helikopter tersebut, sedangkan Rusia bertindak sebagai mitra teknis. Helikopter itu sendiri akan diproduksi di China.

Dengan berat lepas landas maksimum 38,2 ton, helikopter tersebut diklaim akan mampu mengangkut hingga 15 ton. Helikopter ini akan memiliki jarak tempuh 630 kilometer dan kecepatan tertinggi 300 kilometer per jam.

Helikopter baru ini termasuk di antara berbagai proyek Rusia-Cina yang juga mencakup rencana untuk pesawat jangkau jarak jauh. Ini adalah bagian dari kesepakatan kerjasama penerbangan senilai $ 13 miliar yang disegel oleh Moskow dan Beijing pada tahun 2014.

Tahun lalu Helikopter Rusia mengumumkan rencana untuk menjual 18 helikopter baru ke China, termasuk Mi-171, Ka-32, dan Ansat.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Setelah Marawi, Daes berpotensi rebut kota lain di Filipina
Peristiwa - Selasa, 20 Februari 2018 - 21:04 WIB

Setelah Marawi, Daes berpotensi rebut kota lain di Filipina

Pentolan Front Pembebasan Islam Moro (MILF), Murad Ebrahim mensinyalir Daes sebutan lain bagi kelompok militan Islamic State (ISIS) yang bercokol ...
900 Gerai KFC di Inggris Tutup, Ini Penyebabnya
Global - Selasa, 20 Februari 2018 - 09:19 WIB

900 Gerai KFC di Inggris Tutup, Ini Penyebabnya

Sebanyak 900 gerai KFC di Inggris terpaksa tutup untuk sementara.Hal itu karena mereka kekurangan bahan utama dari makanan cepat saji ...
AS Siapkan Dana 3,3 Miliar Dolar untuk Militer Israel
Global - Selasa, 13 Februari 2018 - 14:58 WIB

AS Siapkan Dana 3,3 Miliar Dolar untuk Militer Israel

Amerika Serikat menyiapkan dana USD3,3 miliar atau senilai Rp45 triliun untuk militer Israel.Hal itu diumumkan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat ...
Usai Olimpiade, Kim Jong Un Ingin Dialog Hangat dengan Seoul
Global - Selasa, 13 Februari 2018 - 09:32 WIB

Usai Olimpiade, Kim Jong Un Ingin Dialog Hangat dengan Seoul

Hubungan Korea Selatan dan Korea Utara telah lama dingin. Bahkan Korut terprovokasi meluncurkan rudal percobaan karena Amerika Serikat menggelar latihan ...
Siksa dan Bunuh Warga Rohingya, Pasukan Keamanan Myanmar Diadili
Global - Senin, 12 Februari 2018 - 08:26 WIB

Siksa dan Bunuh Warga Rohingya, Pasukan Keamanan Myanmar Diadili

Anggota pasukan keamanan Myanmar terbukti telah menyiksa dan menghilangkan nyawa 10 orang warga Rohingnya di Rakhine.Mereka kini akan menghadapi tindakan ...
Miris, Suami Curi Ginjal Istri untuk Lunasi Utang Mahar
Global - Jumat, 9 Februari 2018 - 11:55 WIB

Miris, Suami Curi Ginjal Istri untuk Lunasi Utang Mahar

Nasib malang menimpa seorang perempuan di India bernama Rita. Ia harus menderita sekian lama karena tak tahu ginjalnya telah dicuri ...