Jumat, 22 September 2017 | 13.09 WIB
KiniNEWS>Dunia>Peristiwa>Rusia – China teken pengembangan helikopter angkut berat

Rusia – China teken pengembangan helikopter angkut berat

Reporter : Riki AB. | Jumat, 15 September 2017 - 23:32 WIB

IMG-4714

Helikopter angku berat jenis Mi-171E (Mi-8 AMT). Foto Russian Helicopters holding company.

TIANJIN, kini.co.id – Helikopter Rusia dan produsen China Avicopter menyepakati sisi teknis dari proyek helikopter berat bersama mereka, menurut CEO Rusia Helicopter, Andrey Boginsky mengatakan kepada wartawan bahwa pihaknya siap menandatangani kontrak pada akhir tahun.

“Kami telah berhasil mencapai kesepakatan dengan mitra China kami mengenai parameter teknis helikopter angkat berat, sekarang kami memiliki pemahaman yang jelas mengenai karakteristik mesin tersebut,” kata Boginsky di Tianjin, China, Jumat (15/9).

Boginsky menambahkan bahwa mereka membahas biaya proyek tersebut di ajang “China Helicopter Expo” di Tianjin.

Kesepakatan tentang program pengembangan helikopter sipil angkat berat itu ditandatangani pada bulan Juni 2016 lalu saat kunjungan Presiden Rusia Vladimir Putin ke China.

Berdasarkan kesepakatan tersebut, Helikopter Rusia akan melakukan investasi dalam proyek tersebut dan mengembangkan sistem secara terpisah untuk mesin baru tersebut.

China akan bertanggung jawab atas desain dan produksi helikopter tersebut, sedangkan Rusia bertindak sebagai mitra teknis. Helikopter itu sendiri akan diproduksi di China.

Dengan berat lepas landas maksimum 38,2 ton, helikopter tersebut diklaim akan mampu mengangkut hingga 15 ton. Helikopter ini akan memiliki jarak tempuh 630 kilometer dan kecepatan tertinggi 300 kilometer per jam.

Helikopter baru ini termasuk di antara berbagai proyek Rusia-Cina yang juga mencakup rencana untuk pesawat jangkau jarak jauh. Ini adalah bagian dari kesepakatan kerjasama penerbangan senilai $ 13 miliar yang disegel oleh Moskow dan Beijing pada tahun 2014.

Tahun lalu Helikopter Rusia mengumumkan rencana untuk menjual 18 helikopter baru ke China, termasuk Mi-171, Ka-32, dan Ansat.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Tenda bantuan Indonesia untuk muslim Rohingya berdiri di Bangladesh
Peristiwa - Jumat, 22 September 2017 - 00:06 WIB

Tenda bantuan Indonesia untuk muslim Rohingya berdiri di Bangladesh

Sebagian pengungsi muslim Rohingya di Distrik Cox's Bazar, Bangladesh akhirnya bisa mengakses tenda bantuan dari pemerintah Indonesia, Kamis (21/9)."Hari ini ...
421 Ribu Rohingya Mengungsi, PBB Akhirnya Temukan Pelanggaran HAM
Global - Rabu, 20 September 2017 - 12:02 WIB

421 Ribu Rohingya Mengungsi, PBB Akhirnya Temukan Pelanggaran HAM

Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) dinilai tidak tegas terhadap Myanmar yang telah melakukan pembantaian terhadap ribuan orang yang merupakan etnis Rohingya ...
Raja Arab Kirim USD 15 Juta Bantuan untuk Rohingya
Peristiwa - Rabu, 20 September 2017 - 11:41 WIB

Raja Arab Kirim USD 15 Juta Bantuan untuk Rohingya

Tragedi pembantaian Rohingya di oleh pemerintah Myanmar membuat dunia berduka. Demikian pula Arab Saudi yang merupakan negara dengan mayoritas muslim.Sang ...
Sanksi Diperberat, Korut Makin Menjadi
Global - Selasa, 19 September 2017 - 14:54 WIB

Sanksi Diperberat, Korut Makin Menjadi

Dikecam, ditegur, hingga diberi sanksi ternyata samasekali tak menghentikan aksi Korea Utara (Korut) untuk tetap melakukan program nuklirnya.Dengan bangga, Korut ...
Bantuan Indonesia Tiba di Camp Pengungsi Rohingya Bangladesh
Global - Selasa, 19 September 2017 - 09:27 WIB

Bantuan Indonesia Tiba di Camp Pengungsi Rohingya Bangladesh

Meski dicibir di Tanah Air, bantuan Indonesia nyatanya telah sampai di camp pengungsi Rohingya di Distrik Cox's Bazar, Bangladesh, Senin ...
Yahudi Pesta dan Berjoged di Masjid Nabi Ibrahim
Global - Senin, 18 September 2017 - 17:31 WIB

Yahudi Pesta dan Berjoged di Masjid Nabi Ibrahim

Dulunya merupakan tempat sakral dan tempat ibadah bagi umat Islam, kini Masjid Ibrahim berubah menjadi tempat pesta para Yahudi di ...