Kamis, 17 Januari 2019 | 01.53 WIB
KiniNEWS>Dunia>Peristiwa>Rusia – China teken pengembangan helikopter angkut berat

Rusia – China teken pengembangan helikopter angkut berat

Reporter : Riki AB. | Jumat, 15 September 2017 - 23:32 WIB

IMG-4714

Helikopter angku berat jenis Mi-171E (Mi-8 AMT). Foto Russian Helicopters holding company.

TIANJIN, kini.co.id – Helikopter Rusia dan produsen China Avicopter menyepakati sisi teknis dari proyek helikopter berat bersama mereka, menurut CEO Rusia Helicopter, Andrey Boginsky mengatakan kepada wartawan bahwa pihaknya siap menandatangani kontrak pada akhir tahun.

“Kami telah berhasil mencapai kesepakatan dengan mitra China kami mengenai parameter teknis helikopter angkat berat, sekarang kami memiliki pemahaman yang jelas mengenai karakteristik mesin tersebut,” kata Boginsky di Tianjin, China, Jumat (15/9).

Boginsky menambahkan bahwa mereka membahas biaya proyek tersebut di ajang “China Helicopter Expo” di Tianjin.

Kesepakatan tentang program pengembangan helikopter sipil angkat berat itu ditandatangani pada bulan Juni 2016 lalu saat kunjungan Presiden Rusia Vladimir Putin ke China.

Berdasarkan kesepakatan tersebut, Helikopter Rusia akan melakukan investasi dalam proyek tersebut dan mengembangkan sistem secara terpisah untuk mesin baru tersebut.

China akan bertanggung jawab atas desain dan produksi helikopter tersebut, sedangkan Rusia bertindak sebagai mitra teknis. Helikopter itu sendiri akan diproduksi di China.

Dengan berat lepas landas maksimum 38,2 ton, helikopter tersebut diklaim akan mampu mengangkut hingga 15 ton. Helikopter ini akan memiliki jarak tempuh 630 kilometer dan kecepatan tertinggi 300 kilometer per jam.

Helikopter baru ini termasuk di antara berbagai proyek Rusia-Cina yang juga mencakup rencana untuk pesawat jangkau jarak jauh. Ini adalah bagian dari kesepakatan kerjasama penerbangan senilai $ 13 miliar yang disegel oleh Moskow dan Beijing pada tahun 2014.

Tahun lalu Helikopter Rusia mengumumkan rencana untuk menjual 18 helikopter baru ke China, termasuk Mi-171, Ka-32, dan Ansat.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Peristiwa - Jumat, 11 Januari 2019 - 13:43 WIB

Meninggalkan Dunia Entertain, Kini Meghan Markle Siap Kembali Berakting

Menjadi istri pangeran kerajaan membuat Meghan Markle berkomitmen melepaskan segala keartisannya termasuk berhenti syuting dan menghapus Instagram miliknya.Hal itu karena ...
Politik - Kamis, 10 Januari 2019 - 15:00 WIB

Tiga WN Malaysia ditangkap karena hina mantan Raja

DUA laki-laki dan seorang perempuan ditangkap otoritas Malaysia dengan dugaan menghina mantan Raja Malaysia, Sultan Muhammad V dari Kelantan, sehubungan ...
Global - Selasa, 8 Januari 2019 - 10:14 WIB

Trump Tarik Pasukan, Erdogan Sebut Turki Akan Gantikan AS di Suriah

Presiden AS, Donald Trump berencana menarik pasukannya dari Suriah. Hal itu dilakukan karena AS mengklaim, ISIS telah dimusnahkan, sehingga AS ...
Peristiwa - Selasa, 8 Januari 2019 - 10:00 WIB

Nasib Gembong Pornografi Anak, Tewas Dikeroyok Napi dalam Penjara

Seorang gembong pornografi anak, Christian Maire menjadi narapidana didi Lembaga Permasyarakatan Milan di Michigan.Belum lama ini ia dikabarkan tewas dikeroyok ...
Politik - Senin, 7 Januari 2019 - 20:25 WIB

Khawatir dibunuh, perempuan Saudi mengurung diri di Thailand

SEORANG perempuan asal Arab Saudi, Rahaf Mohammed al-Qunun, ditahan di Thailand ketika berencana lari ke Australia untuk meminta suaka. Dia ...
Peristiwa - Senin, 7 Januari 2019 - 10:56 WIB

Sebelum Mundur, Raja Malaysia Nikahi Mantan Miss Moscow

Muhammad Sultan V mendadak menanggalkan jabatannya sebagai Raja Malaysia. Ini merupakan yang pertama kali dalam sejarah. Sebab, sebelumnya tidak ada ...