Jumat, 22 September 2017 | 20.16 WIB
KiniNEWS>Dunia>Politik>Halimah: Saya Presiden untuk semua orang

Halimah: Saya Presiden untuk semua orang

Reporter : Riki AB. | Rabu, 13 September 2017 - 19:28 WIB

IMG-4708

Halimah Yacob, Presiden Singaputra terpilih. Foto TRT

SINGAPURA, kini.co.id – Halimah Yacob, Presiden Singaputra terpilih berjanji akan menjadi Presiden bagi semua orang terlepas dari apa suku, agama dan bahasa mereka.

Seperti dilansir channelnewsasia, Halima mengaku meski tidak ada pemilihan, namun komitmennya untuk melayani tetap sama tanpa sedikitpun mengurangi semangatya.

“Saya tahu sebagian kalangan meragukan tentang pemilihan presiden, tapi saya adalah seorang presiden untuk semua orang dan saya akan melayani semuanya tanpa ragu-ragu,” ujarnya, Rabu (13/9).

Halimah resmi ditetapkan sebagai Presiden ke-8 Singapura oleh Returning Officer Ng Wai Choong,Rabu (13/9). Dengan penetapan tersebut, Halimah juga resmi mencetak sejarah sebagai presiden wanita pertama di Singapura.

Ratusan pendukung Halimah yang berkumpul di Gedung Pusat Pencalonan setempat, menyambut penetapan itu dengan sorak sorai. Lebih lanjut, Halimah berterima kasih kepada seluruh rakyat Singapura dan menyerukan persatuan.

Pidato pertama Halimah ini disampaikan dalam Bahasa Inggris juga Bahasa Melayu.

“Kita memerlukan setiap rakyat Singapura untuk berdiri bersama, bahu-membahu.. Kita belum mencapai puncak. Yang terbaik belum datang,” ujar Halimah yang pernah menjabat Ketua Parlemen Singapura selama 4 tahun tersebut.

Usai ditetapkan secara resmi sebagai Presiden Singapura, Halimah selanjutnya akan dilantik di Istana Kepresidenan besok sore sekitar pukul 18.00 waktu setempat.

Halimah menjabat sebagai Presiden Singapura setelah empat kandidat lainnya dinyatakan tidak memenuhi syarat. Tanpa adanya pesaing lain bagi Halimah, maka tidak ada pemungutan suara di Singapura yang rencananya akan digelar 23 September mendatang.

Dengan demikian, Halimah juga mencatatkan diri sebagai Presiden Singapura terpilih tanpa pemungutan suara.

Perlu diketahui, untuk tahun ini, pilpres Singapura secara khusus diperuntukkan bagi komunitas Melayu, artinya hanya anggota komunitas itu yang bisa mencalonkan diri.

Sesuai Konstitusi, pilpres di Singapura memang bisa diperuntukkan khusus bagi salah satu komunitas jika tidak ada seorang pun dari komunitas tersebut yang menjabat Presiden dalam lima masa jabatan terakhir. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Tenda bantuan Indonesia untuk muslim Rohingya berdiri di Bangladesh
Peristiwa - Jumat, 22 September 2017 - 00:06 WIB

Tenda bantuan Indonesia untuk muslim Rohingya berdiri di Bangladesh

Sebagian pengungsi muslim Rohingya di Distrik Cox's Bazar, Bangladesh akhirnya bisa mengakses tenda bantuan dari pemerintah Indonesia, Kamis (21/9)."Hari ini ...
421 Ribu Rohingya Mengungsi, PBB Akhirnya Temukan Pelanggaran HAM
Global - Rabu, 20 September 2017 - 12:02 WIB

421 Ribu Rohingya Mengungsi, PBB Akhirnya Temukan Pelanggaran HAM

Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) dinilai tidak tegas terhadap Myanmar yang telah melakukan pembantaian terhadap ribuan orang yang merupakan etnis Rohingya ...
Raja Arab Kirim USD 15 Juta Bantuan untuk Rohingya
Peristiwa - Rabu, 20 September 2017 - 11:41 WIB

Raja Arab Kirim USD 15 Juta Bantuan untuk Rohingya

Tragedi pembantaian Rohingya di oleh pemerintah Myanmar membuat dunia berduka. Demikian pula Arab Saudi yang merupakan negara dengan mayoritas muslim.Sang ...
Sanksi Diperberat, Korut Makin Menjadi
Global - Selasa, 19 September 2017 - 14:54 WIB

Sanksi Diperberat, Korut Makin Menjadi

Dikecam, ditegur, hingga diberi sanksi ternyata samasekali tak menghentikan aksi Korea Utara (Korut) untuk tetap melakukan program nuklirnya.Dengan bangga, Korut ...
Bantuan Indonesia Tiba di Camp Pengungsi Rohingya Bangladesh
Global - Selasa, 19 September 2017 - 09:27 WIB

Bantuan Indonesia Tiba di Camp Pengungsi Rohingya Bangladesh

Meski dicibir di Tanah Air, bantuan Indonesia nyatanya telah sampai di camp pengungsi Rohingya di Distrik Cox's Bazar, Bangladesh, Senin ...
Yahudi Pesta dan Berjoged di Masjid Nabi Ibrahim
Global - Senin, 18 September 2017 - 17:31 WIB

Yahudi Pesta dan Berjoged di Masjid Nabi Ibrahim

Dulunya merupakan tempat sakral dan tempat ibadah bagi umat Islam, kini Masjid Ibrahim berubah menjadi tempat pesta para Yahudi di ...