Kamis, 22 Februari 2018 | 17.36 WIB
KiniNEWS>Dunia>Peristiwa>Ratusan Bayi Rohingya Lahir Dalam Pelarian Mencari Suaka di Bangladesh

Ratusan Bayi Rohingya Lahir Dalam Pelarian Mencari Suaka di Bangladesh

Reporter : M. Zaki | Selasa, 12 September 2017 - 01:21 WIB

IMG-4704

Muslimah Rohingya yang baru saja melahirkan bayinya dalam pelarian mencari suaka di Bangladesh. Foto TRT.

BANGLADESH, kini.co.id – Sekitar seratus bayi muslim Rohingya lahir dibawa bayang-bayang bahaya dalam pelariannya mencari suaka di perbatasan Mynamar- Bangladesh.

Seperti dilansir Dhaka Tribune yang disiarkan di Bangladesh, dalam jumlah besar Muslim Rohingya kehilangan nyawa akibat serangan brutal yang dilancarkan tentera Myanmar dengan dalih memerangi militan bersenjata sejak 25 Agustus hingga saat ini, beberapa wanita hamil yang berhasil melarikan diri dari keganasan di negara tersebut, telah melahirkan.

Koordinator Kesehatan Puskesmas Ganashasta Kendra, Monzur Kabir Ahmed, mengatakan bahawa muslimah yang baru melahirkan tidak bisa menyusui bayinya akibat kekurangan makanan dan nutrisi yang tidak mencukupi.

Menurutnya hal ini sangat berbahaya kepada kesehatan fisik dan mental ibu dan bayi.

Ahmed juga menyatakan bahwa pada 4 September tim medis dari pusat kesehatan mendatangi penampungan untuk memberikan bantuan kepada pengungsi Muslim Rohingya dan lima tim kesehatan membantu ibu hamil, ibu yang baru lahir dan bayi yang baru lahir

Ahmed mengatakan bahwa antara 4-10 September, mereka menemukan sekitar 89 ibu dan bayi yang melahirkan, yang sebagian besar dalam kondisi kesehatan yang memprihatinkan.

Di sisi lain, spesialis layanan kesehatan reproduksi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Kependudukan (UNFPA) di Bangladesh, Angur Nahar Monty, melaporkan bahwa mereka telah melakukan langkah-langkah untuk memastikan bahwa perempuan memiliki akses terhadap perawatan kesehatan yang memadai.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Gerilyawan Taliban palak kantor media untuk biayai aksinya
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 13:25 WIB

Gerilyawan Taliban palak kantor media untuk biayai aksinya

Diduga untuk menambah pundi-pundi dalam membiayai aksinya, gerilyawan Taliban mengenakan pajak dengan cara mengancam sejumlah kantor-kantor berita di Afghanistan apabila ...
Setelah Marawi, Daes berpotensi rebut kota lain di Filipina
Peristiwa - Selasa, 20 Februari 2018 - 21:04 WIB

Setelah Marawi, Daes berpotensi rebut kota lain di Filipina

Pentolan Front Pembebasan Islam Moro (MILF), Murad Ebrahim mensinyalir Daes sebutan lain bagi kelompok militan Islamic State (ISIS) yang bercokol ...
900 Gerai KFC di Inggris Tutup, Ini Penyebabnya
Global - Selasa, 20 Februari 2018 - 09:19 WIB

900 Gerai KFC di Inggris Tutup, Ini Penyebabnya

Sebanyak 900 gerai KFC di Inggris terpaksa tutup untuk sementara.Hal itu karena mereka kekurangan bahan utama dari makanan cepat saji ...
AS Siapkan Dana 3,3 Miliar Dolar untuk Militer Israel
Global - Selasa, 13 Februari 2018 - 14:58 WIB

AS Siapkan Dana 3,3 Miliar Dolar untuk Militer Israel

Amerika Serikat menyiapkan dana USD3,3 miliar atau senilai Rp45 triliun untuk militer Israel.Hal itu diumumkan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat ...
Usai Olimpiade, Kim Jong Un Ingin Dialog Hangat dengan Seoul
Global - Selasa, 13 Februari 2018 - 09:32 WIB

Usai Olimpiade, Kim Jong Un Ingin Dialog Hangat dengan Seoul

Hubungan Korea Selatan dan Korea Utara telah lama dingin. Bahkan Korut terprovokasi meluncurkan rudal percobaan karena Amerika Serikat menggelar latihan ...
Siksa dan Bunuh Warga Rohingya, Pasukan Keamanan Myanmar Diadili
Global - Senin, 12 Februari 2018 - 08:26 WIB

Siksa dan Bunuh Warga Rohingya, Pasukan Keamanan Myanmar Diadili

Anggota pasukan keamanan Myanmar terbukti telah menyiksa dan menghilangkan nyawa 10 orang warga Rohingnya di Rakhine.Mereka kini akan menghadapi tindakan ...